
Sudah seminggu berlalu
Near dan Andi tidak bertemu lagi sejak saat itu. Mereka mencari cara sendiri-sendiri untuk menyembuhkan Kanna.
Begitu dengan mereka bertiga yaitu Kanna, Hana dan Ardi mereka masih berkumpul dia klub belakang sekolah. Dengan Kanna yang tidak ada perubahan, yang mana ia masih ingat dengan Ardi dan Hana. Tidak dengan Near begitupun dengan Andi.
Mereka berdua berjuang mencari cara untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
*************
Waktu : pulang sekolah.
Near ternyata setiap hari mengunjungi ruang klub ketika sepulang sekolah. Walaupun tampak baik-baik saja Near masih berat untuk meninggalkan ruangan tersebut.
Saat Near masuk tiba-tiba datang Ardi datang dari belakang. Tampaknya Ardi juga sudah tahu kalau Near mengunjungi ruang klub ketika sepulang sekolah.
Ardi: "Apa yang kau lakukan disini? " (Ardi langsung duduk ditempat nya)
Near: "Hmm...hanya melihat-lihat saja. Kalau kamu lagi ngapain disini? "
Ardi: "Aku disini mau bertemu denganmu "
Near yang awalnya berdiri berjalan mengelilingi ruangan klub yang kecil itu. Ia mulai duduk, mendengar kan Ardi.
Near: "Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku "
Ardi: "Aku hanya ingin tanya kepadamu, berapa lama kita akan menyembunyikan keberadaan mu dari Kanna"
Near: "Entahlah aku tidak tahu, mungkin 1 bulan ,1 tahun lagi, atau kita harus menyembunyikan hal ini selamanya"
Ardi: "Jadi begitu....Aku ingin 1 permintaan untukmu. Jika kau menggunakan kekuatan jam antik itu aku ingin kau memberitahu sebagai temanmu " (Ardi menghentikan pembicaraan nya)
Near: "Baiklah....dan terima kasih telah menghawatirkan ku "
Ardi tahu apa yang dimaksud oleh Near dan itu adalah ,Jika Near gagal menyembuhkan Kanna. Maka tidak ada pilihan lain ia harus mengulangi waktunya dan menghentikan rencana tersebut dan mencoba cara lain lagi hingga Kanna benar-benar sembuh. Dengan mengulangi waktu hal itu makin menambah kutukan dari jam antik tersebut yang mana tidak ada yang bisa merasakan kehadiran Near lagi atau bahkan menganggap Near tidak ada.
***************
Ardi: "Jadi apakah kau sudah menemukan cara atau rencana untuk menyembuhkan Kanna "
Near: "Hmmm...tentu saja. Kita hanya perlu menunggu Andi bertindak saja. "
Ardi: "Maksud mu...."
Near: "Aku kan sudah cerita kepadamu, yang menyebkan Kanna menjadi seperti sekarang adalah karena teman masa kecilnya, termasuk Andi juga ia adalah teman masa kecilnya juga. Jadi kunci Untuk menyembuhkan Kanna adalah Andi sendiri. Oleh karena kita hanya perlu menunggu dan membantu dari belakang "
Ardi mengangguk setuju dengan pemikiran Near tersebut.
Near: "Tapi sekarang Andi tampak masih belum tahu apa yang dilakukannya dan ia masih takut kalau perbuatan nya nanti malah membuat Kanna tambah parah. Aku tidak bisa menceritakan soal kejadian jam antik kepada Andi agar ia tidak ragu. Oleh karena itu aku perlu bantuan mu "
Ardi: " Eh....bantuanku "
***********
Esok harinya waktu istirahat pertama.
Diruangan klub tampak hanya Kanna dan Hana yang makan tanpa Ardi disana Seperti biasanya.
Kanna: "Dimana Ardi sekarang, Kok ia tidak datang. "
Hana: "Ooooh Ardi sedang ada urusan. Jadinya ia tidak datang di istirahat pertama ini."
Kanna: "Urusan.....urusan apa itu? "
Hana: "Entahlah aku tidak tahu...."
*************
Ditempat lain
Tampak ada Ardi dan Andi sedang bertemu, mereka tampak berbicara dengan serius.
Andi: "Ada apa kau memanggilku kesini? "
Ardi: "Aku ingin berbicara kepadamu, ini soal Kanna. "
Muka Andi langsung berubah ketika nama Kanna disebut ia menjadi lebih serius.
--------------------------
Ardi mulai mendekati Andi.
Ardi: "Apa kau sudah menemukan cara untuk menyembuhkan Kanna "
Andi: "Jadi itu tujuanmu menemui ku. Tapi saya sekali aku masih belum menemukan caranya "
Ardi: "Hmm....Hahahaha " (Ardi tertawa keras-keras)
Andi heran kenapa Ardi tertawa begitu keras.
Andi: "Apa, apa yang lucu "
Ardi: "Semuanya(Ardi langsung berhenti tertawa), kau bilang tidak menemukannya. Apa kamu yakin dengan hal itu, atau kau hanya mencoba untuk menghindar. "
Ardi: "Apa yang kau maksud "
Andi: "Aku tau kau sudah kepikiran beberapa cara, tapi kau masih ragu untuk melakukannya atau tidak "
Mendengar perkataan Ardi barusan membuat Andi menunduk tidak bisa menjawab.
Ardi: "Benarkan, apa yang aku ucapkan kau masih ragu "
Andi: "Aku tidak tau harus berbuat apa-apa. Setiap langkah yang ingin kuambil terasa berat. Aku takut cara yang kucoba akan membuat Kanna semakin..."
Ardi kesal menatap Andi. Tiba-tiba ia memukul Andi diwajahnya. Hal itu membuat Andi terkejut dengan pukulan yang tiba-tiba itu.
Andi: "Apa yang kamu lakukan " (Andi terjatuh keras akibat pukulan Ardi)
Andi: "Kamu ikut aku, ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu "
Andi: "Kemana..."
Ardi tidak menjawabnya, ia hanya melangkah terus ketempat tujuannya dan itu membuat Andi terpaksa ikut Ardi.
***********
Mereka berdua akhirnya sampai didepan ruangan biasanya Kanna berkumpul.
Andi: "Dimana ini.... "
Ardi: "Coba kamu lihat kedalam jendela tersebut "
Andi: "Untuk apa "
Ardi: "Sudah turuti saja perkataan ku dan jangan berisik. Nanti kau akan mengerti kenapa aku membawamu kesini. "
Andi dengan hati-hati mendekati jendela ruangan klub tersebut, sesekali ia menengok kearah Ardi lagi. Andi dengan penuh waspada dan perlahan-lahan menengok kedalam jendela tersebut. Andi menjadi tidak bergerak ditempatnya, matanya menjadi bergetar melihat kedalam jendela tersebut.
Yang dilihat Andi didalam ruanga tersebut adalah Kanna yang tampak tertawa dengan Hana diruangan klubnya. Andi tidak pernah melihat Kanna tertawa, sejak ia pergi pindah sekolah waktu kecil. Begitu juga sejak ia pindah kesini, didalam kelas ia juga tidak pernah melihatnya tertawa sekalipun
Ardi: "Aku harap jika kau melihat Kanna yang tersenyum ini, kau akan menjadi tidak ragu untuk tujuanmu. Memang hati-hati itu baik, tapi kau harus tau saatnya bertindak atau tidak. Jangan sampai menyesal akhirnya. "
Andi: "Iya aku mengerti. "
**********
Mereka berdua pergi dari tempat itu, mereka takut kalau lama-lama disana. Mereka akan ketahuan oleh Kanna.
Ardi: "Kau tahu, Kanna tidak akan tersenyum atau tertawa seperti itu saat disekolah kecuali diruangan klub tersebut. Jadi aku ini harapanku dan Near untukmu, kami harap kau bisa membuat Kanna tersenyum disekolah ini tanpa harus menunggu untuk masuk keruangan klub tersebut "
Andi: "Kenapa harus aku "
Ardi: "Tugas kami sudah selesai sampai sini. Kami hanya bisa membawa Kanna sampai sini, sekarang giliran mu untuk membuat Kanna tersenyum diseluruh sekolah ini. Karena kau adalah kunci untuk membuat Kanna terbebas dari penyakit tersebut. Dia mengalami hal itu karena mu dan teman-temanmu dulu, jadi aku harap kau mengerti aku yang aku maksud "
Andi: "Yeah aku mengerti yang kau maksud, terima kasih telah memberitahuku hal seperti ini "
Anid menunduk berterima kasih dan ia berencana pergi. Tapi saat pergi...
Ardi: "Andi,...."
Andi: "Eh......" (Andi berhenti berjalan dan berbalik)
Ardi: "Ingatlah ini, kami yang akan bertanggung jawab cara penyembuhan Kanna ini. Jadi jangan ragu dan berusahalah "
Andi tidak mengerti maksud yang diucapkan Ardi. Jadi ia hanya mengangguk dan berterimakasih kepadanya.