REPEATING TIME

REPEATING TIME
Rencana besok 3



Sebelum kanna pergi, tiba-tiba datang seorang pria tua yang melaporkan kejadian Ardi dan Near. Pria tua tersebut datang menemui pak guru yang sudah dibantu oleh kanna. Pria tua itu bertanya kepada pak guru itu.


"Saya mau data dari Seorang siswa yang bernama Near dan Ardi " pria tua itu bertanya dngan tergesa-gesa


Kanna yang mendengarkan itu sebenarnya ingin tahu lebih lanjut tapi karena urusannya sudah selesai dia pergi meninggalkan ruang guru itu.


(Kenapa pria tua itu mencari data Ardi dan Near ya ) kanna kebingungan dalam pikirannya


"Oh, sudah jam segini aku harus kesana. Pasti teman-teman sudah menunggu " kanna berjalan cepat


*****


Tempat dibelakang sekolah setelah mendengarkan Ardi yang berbicara hal itu Near sangat panik.


"Kamu yakin bahwa kamu diikuti? kamu jangan bercanda loh" tanya Near


"Iya benar, aku juga sering mendengar suara kamera sedang memotret, tapi setelah aku cari-cari suara itu tidak ada " Ardi bercerita


"Kamu mungkin hanya salah dengar kali" Near mencoba menyangkal


"Kamu percaya tidak apa-apa tapi hati-hati mungkin sekarang dia juag dengar kita. Kamu harus hati-hati mungkin sekarang tidak ada pemberitahuan dari polisi karena mereka tidak ingin membuat kita khawatir. Sebenarnya aku dengar pembicaraan para polisi ketika aku bangun setelah pingsan bahwa pemimpinya si preman 3 masih belum ditemukan" ucap Ardi


"Glekk(menelan ludah), perbincangan ini membuatku haus " Near meminum air sambil gemetaran


"Apakah sebaiknya kita hentikan rencana ini dan menunggu sampai preman 3 itu tertangkap ".Ardi menyarankan


Mendengar itu Near sedikit termenung, dia menjulurkan tangannya kedepan dengan sedikit gemetaran merasakan angin berhembus kencang.


"Sebaiknya kita hentikan saja rencana ini, sebenarnya itu yang ingin kukatakan. Tapi... ketika aku mendengar nama Kanna, entah perasaan apakah ini. Tapi aku tidak ingin menghentikan rencana ini walaupun aku harus mengorbankan tangan ini. Mengingat dirinya yang menangis berterima kasih kepada kita membuatku berfikir bahwa aku akan menyesal selama-lamanya jika aku tidak menenapati perkataanku waktu itu. Jadi aku akan melanjutkan rencana ini " Near sedikit tersenyum kecil


Ardi yang mendengar kata itu sedikit tersenyum"Sepertinya aku tidak bisa menghentikanmu ya. Aku juga berfikir agar tidak menghentikan rencana ini. Jika kamu memiliki masalah tinggal bilang saja kepadaku ? " ucap Ardi penuh perhatian


"He,em..." ucap Near sambil merasakan angin yang berhembus


*****


Ditengah pembicaraan itu Kanna berlari datang menghampiri Ardi dan Near yang membuat suasan serius itu jadi kembali ceria.


"Huh...huh..huh(terengah-engah). Maaf aku datang terlambat, aku pergi membantu guru tadi " ucap Kanna yang kelelahan habia berlari


"Oh enggak masalah kok " ucap Near


"Karena kita sudah berkumpul mari kita bahas ide yang sudah difikirkan Near" Ardi mengajak


Mereka berkumpul berdiskusi membentuk lingkaran mencari ide.


"Okee ini lah ideku. Kita akan menggunakan bagian dari tubuh Kanna" ucap Near serius


[Krik..krikkk...krikk]


"Mesum..." ucap kanna menjauh sambil melindungi tubuhnya


"Padahal aku sudah percaya kepadamu(memegang kepalanya pusing), bodohnya aku mempercayai orang mesum sepertimu " ucap Ardi kecewa


"Eeeeeh... tunggu dulu, tinggu penjelasanku dong jangan asal saut aja. Mana mungkin aku akan memanfaatkan teman untuk berbuat mesum " Near menyangkal


"Mungkin saja toh yang dibicarakan ini dirimu " ucap Ardi menyindir


"Mesum..." Kanna masih menjaga jarak aman


"Sudah kubilang tunggu penjelasanku(kesal). Duh mau nangis aja nih dari tadi " ucap Near mengelap air matanya


"iya iya aku dengerin. Demi Kanna aku dengerin orang mesum sepertimu" Ardi mengejek


"Wes aku pulang aja(mengelap air matanya)" ucap Near mau beranjak pergi


"iya, iya aku maafkan kami. kami tadi hanya bercanda. hehehe " ucap Ardi menggoda


"Tapi bukankah akan dilihat teman-teman nanti jika dia menulis di tangan." Ardi menyangkal


"Tulisan ditangan hanya awalannya saja. Nanti ditangan kanna,kita akan menulis tulisan yang menturuhnya untuk melihat bagian lengan atau paha. Untuk tulisan bagian lengan atau paha itu nanti kita tulis tulisan yang menyuruh kanna datang kemari dan ditunggu oleh temannya." Ucap Near menjelaskan


"Jadi untuk tulisan di bagian lengan atau paha ini disiapkan dari awal saja. sehingga kanna hanya menulis ditelapak tangan saat semua orang tidur " ucap Ardi


"yap betul itu. Kanna akan menulis dibagian tubuh yang jarang dilihat orang, sehingga dia tidak akan ketahuan banyak orang " ucap Near


"Tapi...bagaimana kita membuat kanna dapat izin untuk datang kesini dan untuk membangunkan kanna. Nanti pasti ada pengawasnya " Ardi bertanya-tanya


Mereka bertiga terdiam mendengar pernyataan itu


"Hmmm...jika saja kita mempunyai seseorang yang memiliki wewenang untuk dapat mengizinkan " Ucap Near


"Ah aku ingat ada yang bisa membantu kita." ucap Kanna senang


"Siapa itu... yang bisa membantu kita " tanya Ardi dan Near yang kebingungan siapa orangnya


"Kita bisa saja meminta pak guru wali kelasku, kan dia tahu bahwa aku sedang memiliki masalah pada ingatanku " ucap kanna riang


"Apa kamu yakin kita bisa meminta pertolongannya " ucap Ardi tidak percaya


"Tenang saja. Pak guru tadi bilang akan selalu siap membantu " ucap kanna


"Okelah kalau gitu masalah selesai" Ardi mengakhiri diskusi itu


"Syukurlah kita bisa mencari jalan keluarnya. Kanna kami akan menunggu disini sepulang sekolah apakah kamu dapat bantuan atau tidak " Near bernafas lega


[Tingg...tingg...tingggg] bunyi masuk pelajaran


*****


Sepulang sekolah di hari yang sama


Kanna pergi keruang guru untuk bertemu dengan wali kelasnya dan mulai membicarakan masalahnya.


"Ohhh gitu. Oke tenang saja bapak akan selalu siap membantu " ucap pak guru


"Terima kasih pak " ucap Kann senang mendapatkan bantuan


"Iya tenang saja " pak guru mengelus kepalanya kanna


Kanna yang mendapat kabar gembira itu berlari kecil menuju ke tempat perjanjian dimana Ardi dan Near sedang menunggu. Dengan wajah tang beesinar gembira Kanna menghampiri mereka berdua


"He'em(mengangguk menahan senyum ). nanti pak guru akan membantu " ucap Kanna


"Sipppp masalah beres " Near melompat kegirangan


"Okee besok kita akan kumpul pada hari minggunya pada pagi hari jam 4 sebelum teman lain bangun " ucap Ardi


"Okee siap 86 " ucap Near senang


mereka bertiga senang karena dapat membuat kanna mngikuti acaranya


******


Dilain sisi pria tua yang misterius itu datang lagi dan melihat mereka bertiga sambil teraenyum misteri.


"Mereka bertiga akan kumpul disini ya pada hari minggu jam 4 " ucap pria tua itu tersenyum


*********


Dilain sisi preman 3 dalam kegelapan, dia mendapatkan sebuah foto yang berisikan mereka bertiga yaitu Ardi,Near dan Kanna berkumpul di belakang sekolah.


"Akhirnya besok waktunya, aku membalaskan dendam teman-temanku yang dipenjara oleh mereka ini " sambil menancapkan foto itu dengan pisau dimeja dalam kegelapan