REPEATING TIME

REPEATING TIME
Setelah Kasus



Para guru yang melihat Kanna kesakitan. Mereka panik khawatir dengan apa yang sedang terjadi pada Kanna sekarang.


"Sakit..." Kanna memegang hatinya yang mulai kesakitan.


"Cepat panggil ambulan" suruh salah satu guru khawatir dengan keadaan Kanna sekarang.


Tiba-tiba Kanna pingsan membuat seisi ruangan itu jadi heboh dan khawatir.


Kanna dan Near dibawah kerumah sakit yang sama. Tetapi mereka pergi keruangan yang berbeda. Hari itu semua murid belum mengetahui apa yang terjadi.


Mereka hanya melihat sebuah gerombolan orang yang digiring kemobil polisi dan mobil ambulan. Mereka juga tidak mengetahui siapa yang dibawa ambulan .


Hari itu semua murid dipulangkan melihat kejadian yang terjadi. Mereka pulang seolah tidak terjadi apa-apa. Kasus ini sekarang menjadi rahasia yang tidak boleh diberitahukan kepada siapapun.


***********


2 minggu kemudian


Sekolah kembali seperti biasanya seolah tidak terjadi satupun masalah. Hanya saja Near belum kembali dari rumah sakit setelah kejadian itu. Near mengalami masa kritis dan tangan kanannya patah karena telah diinjak-injak oleh bos penjahat.


Kanna sekarang baik-baik saja. Dia keluar dari rumah sakit setelah 2 minggu setelah kejadian, dirinya mengalami shock. Tapi Kanna mengalami kemajuan tentang kondisinya.


Kanna sekarang mampu mengingat Ardi, tapi dirinya tidak ingat tentang Near sama sekali.


FLASHBACK ON


Setelah pemeriksaan Kanna dokter memanggil orang tuanya untuk penjelasan lebih lanjut diruangannya.


"Ingatannya semakin membaik setelah peristiwa ini terjadi. Sebaiknya dirinya harus dekat dengan orang bernama Ardi ini. Karena bisa saja dialah orang yang bisa memulihkan ingatannya " ucap dokter kepada orang tua Kanna.


"Hmmm...begitu makasih dok. Tapi kami dengar Kanna mengalami sakit dijantungnya. Apa yang sebenarnya terjadi apakah ini juga penyakit dari kecelakaan masa kecilnya "tanya ibunya khawatir terjadi masalah dengan putrinya setelah diberitahu guru disekolahnya.


"Emm..kami sebenarnya bingung juga karena kami tidak mendeteksi penyakit jantung pada diri Kanna. Tapi entah kenapa dia mengalami sakit seperti itu. Nanti kami akan teliti lebih lanjut. Jadi apa ada pertanyaan lagi " dokter menyudahi penjelasannya.


"Oh enggak ada dok. Terima kasih atas penjelasannya." Ayah Kanna berdiri menyalami dokter pamit untuk pergi begitu juga dengan ibunya Kanna.


"Iya sama-sama. Jika ada pertanyaan atau Kanna mengalami sakit mohon segera kedokter bisa saja ini masalah yang serius" dokter menyarankan.


"Oh iya dok terima kasih. Kami permisi dulu " ayah dan ibu kanna melangkah pergi dari ruangan dokter.


"Oh iya silahkan " dokter mempersilahkan.


FLASHBACK END


Kanna bisa pulang dari rumah sakit dengan orang tuanya yang mulai mengemasi barang-barang bawaan Kanna.


"Ayo kita pulang " Ibunya mengandeng lengan anaknya.


"He'em.." Kanna mengangguk senang karena dirinya tidak sabar untuk segera bertemu Ardi disekolah.


Keluar dari ruangannya tampak Kanna dan orang tuanya melewati kamar Near . Near tampak belum sadar setelah kejadian itu.


Setelah tiba dipintu rumah sakit tampak Ardi menunggu didepan dengan membawa bunga.


"Ardi..." ucap Kanna senang kedatangan temannya.


Ardi melihat Kanna sudah keluar tanpa basa-basi dia langsung mendatanginya dan langsung menyerahkan bunga itu"Ini untukmu "


"Hoooh...kamu mendapatkan bunga." Ibunya menggoda


"Ibuu..."ucap Kanna judes karena malu digoda ibunya.


"Kami akan mengambil mobil dahulu. Kamu jaga Kanna sebentar ya " Ibunya segera menyeret ayah Kanna untuk membiarkan Ardi berbicara empat mata dengan Kanna.


"I..iya tante" Ardi tampak masih takut dengan tatapan ayah Kanna.


"Tapi.." ayah Kanna tampak ragu untuk meninggalkan Kanna sendirian dengan Ardi, tapi apa daya ibunya menyeretnya.


"Sudahlah.." Ibu Kanna mencoba membuat ayah Kanna diam.


*******


Sekarang tinggal Ardi dan Kanna dengan suasana yang sangat canggung.


"Ter..terima kasih telah memberiku bunga " Kanna malu-malu untuk berbicara.


"Enggak papa kok " Ardi tersenyum canggung.


"Kita tunggu ayah ibumu ya " Ardi masih gugup.


"Iya..." jawab singkat Kanna tidak tau berbicara apa lagi.


*******


Dalam perjalanan ketempat parkir mobil tampak ibu Kanna sedih.


"Sepertinya yang Kanna tidak ingat dengan Near sama sekali "


"Mungkin itulah yang membuat dirinya sakit " ayah Kanna sedih.


FLASHBACK ON


Sehari setelah kejadian dan suasana menjadi tenang ayah dan ibu Kanna mengunjungi orang tua Near untuk meminta maaf dengan apa yang telah terjadi dengan anaknya.


"Kami mau meminta maaf tentang terjadinya Near." ayah Kanna menunduk tulus dengan ucapannya.


Ibu Near tersenyum mendengar permintaan maaf orang tua Kanna.


"Tidak perlu meminta maaf begitu, angkat kepala kalian. Akulah yang seharusnya yang meminta maaf karena telah melibatkan putri kalian dari masalah putraku" Ibu Near ganti menunduk.


"Bukan...kami yang salah " ibu Kanna terkejut dengan tindakan Ibu Near.


"Putraku memilih jalan ini jadi jangan salah diri kalian. Malahan kamu bersyukur karena putraku memiliki teman yang cantik" ayah Near tersenyum senang


Pada hari itu orang tua Kanna dan orang tua Near menjadi akrab. Mereka saling meminta maaf dan saling mengakrabkan diri.


FLASHBACK END


Orang tua Kanna sudah datang menjemput dengan mobilnya mencairkan suasana canggung diantara Ardi dan Kanna.


"Kanna ayo kita pulang " Ibunya turun mau menuntun anaknya ke mobil.


"Ardi ayo kita pergi..." Kanna mengajak pulang karena Kanna mengira Ardi datang jauh-jauh untuk mengantar dirinya pulang.


"Tidak..tidak perlu. Aku disini masih ada keperluan." Ardi menolak dengan halus.


"Eh...apakah keluargamu ada yang sakit " tanya Kanna tampak terkejut bahwa Ardi memiliki keperluan dirumah sakit.


"Tidak, itu aku hanya menjenguk teman disini " Ardi menjelaskan lagi.


"Sudahlah... jangan ganggu Ardi lebih lama lagi.Dia masih ada keperluan " ibu Kanna mengetahui bahwa Ardi akan mengunjungi Near jadi dia tidak ingin Ardi berlama-lama disini.


"Iya ibu..." jawab malas karena disuruh cepat pulang padahal dirinya masih ingin berbicara dengan Ardi.


Ardi hanya tersenyum canggung dengan percakapan ibu dan anak itu. Ardi melambaikan tangan kepada Kanna, tapi sebelum memasuki mobil Kanna tiba-tiba menoleh ke Ardi.


"Sampai jumpa disekolah.." Kanna tersenyum tulus.


"Iya sampai jumpa " Ardi sebenarnya terkejut dengan pernyataan Kanna tapi disembunyikan.


Kanna memasuki mobil dengan bantuan ibunya.


"Sampai jumpa ya Ardi" ibu Kanna memasuki mobil.


Ardi hanya bisa tersenyum melambaikan tangan kepada mereka sampai tidak terlihat lagi.


***********


Dimobil Kanna penasaran dengan siapa yang akan ditemui Ardi.


"Kira-kira siapa yang ditemui Ardi "


Tapi pertanyaan itu dengan cepat dihentikan oleh orang tuanya agar Kanna bisa istirahat tidak terlalu memikirlan seseatu.


"Sudahlah jangan terlalu memikirkan orang lain. Perhatikan kesehatanmu dulu, apakah kamu ingin masuk rumah sakit lagi "


Kanna tidak bisa membantah karena sebenarnya dia tidak ingin memasuki rumah sakit lagi. Kanna masih takut dengan jarum suntik. Mengingat jarum itu membuat Kanna merinding ketakutan.


"Hah(menghela nafas)...baiklah ayah ibu aku tidak memikirkan hal ini "


Orang tuanya tertawa kecil dengan sikap anaknya yang ketakutan dengan jarum suntik.