
Kanna sekarang telah tiba disekolahnya. Dengan tangisan deras Kanna berlari mencari Near yang menyamarkan diri sebagai Riko dalam sekolahan itu
" Near, Near...kemana kamu " teriak lirih Kanna mengelilingi sekolahan.
Kanna menengok setiap kelas yang memungkinkan ditempati Near disana.
*********
Sedangkan Near sesudah menyampaikan salam perpisahan kepada Kanna dia langsung pergi kekelas tempat ia selalu berada disamping Kanna.
Ia duduk ditempat biasanya yaitu disamping Kanna. Tampak Near membayangkan wajah Kanna yang selalu serius ikut pembelajaran kelas. Near menangis setiap momen yang dia ambil disana sangatlah berharga.
"Maafkan aku Kanna telah pergi. Mungkin ini yang terbaik untukmu." Near mengusap air matanya yang mulai keluar.
***********
Kanna juga melihat kekelas tapi Near sudah tidak ada disana sekarang. Lebih memastikan bahwa dia benar-benar tidak ada disana, Kanna mengecek sampai kebangku belakang.
Tidak ada tanda-tanda dia disana. Dengan kesedihannya, maka dia mencari lagi ketempat lain. Tetapi sebelum pergi ada seseatu yang janggal dibangku Near berada.
Kanna mendekat dan melihat ada air tetesan dimeja. Kanna bingung dari mana asal air itu karena tidak ada hujan bahkan jika hujan atapnya tidak bocor.
Kanna mulai merasakan seseatu, dia dengan gemetar duduk dibangku Near. Terasa bangkunya masih hangat, Kanna menangis sekali lagi.
"Kamu baru menangis disini kan Near. Itu benar kamu kan yang aku temui tadi." Kanna meratapi dengan mata berkaca-kaca meja yang sudah penuh air mata yang bercampur yaitu air mata Near dan Kanna sekarang.
*************
Near ternyata sekarang berada dibelakang kelas . Dia sedang melihat-lihat tempat itu. Near tersenyum duduk ditempat biasanya dia makan dengan Kanna dan Ardi.
Dengan hembusan angin dia mengingat kenangan ketika dirinya makan bekal bersama dan tertawa bersama.
"Hah(helaan nafas)...Mungkin ini terakhir kalinya aku merasakan punya teman disini dan makan bersama " Near termenung menatap awan biru yang cerah.
*************
Tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi Kanna berlari kebelakang sekolah tempat terakhir kemungkinan Near pergi. Karena itu adalah tempat kenangan yang berharga mereka.
Tapi Near yang sedang meratapi awan itu mendengar suara langkah seseorang datang. Membuat dirinya tanpa sadar langsung pergi sembunyi agar tidak ketahuan.
"Siapa yang datang hari minggu seperti ini" bangkit Near terkejut mendengar langkah kaki.
Kanna dengan langkah yang terdengar jelas sudah datang menengok kesana-kesini mencari Near, tetapi karena Near bersembunyi lebih cepat membuat Kanna tidak bisa melihanya.
"Kenapa Kanna berada disini. Bukannya dia pulang tadi " gunam Near keheranan dengan datangnya Kanna.
"Near, Near aku tahu itu kamu. Jadi tolong keluarlah. Aku minta maaf karena marah kepadamu " Kanna berteriak dengan keras sambil tangisan dipipinya terus mengalir.
Near terkejut dengan ucapan Kanna barusan. Hati kecilnya dia ingin datang memeluk Kanna dan kembalian seperti dulu kala.
Tapi mengingat dirinya yang membuat Kanna kesakitan dan dirinya yang tidak bisa menepati janji membuat Near memaksak mundur pikiran untuk datang menemui Kanna.
(Jangan kamu sakiti dirimu lebih dalam lagi, pergilah tinggalkan aku Kanna. Pergilah berteman dengan Ardi saja. Jika kau berteman denganku maka kau akan kena kutukanku) Near memalingkan wajahnya tidak kuat melihat Kanna menangis seperti itu.
"Sepertinya dia tidak ada disini. Maafkan aku Near" Kanna jatuh berlutut, dia menyesali semua perbuatannya.
"Jika saja aku tidak hilang ingatan, jika saja aku bisa berguna untukmu mungkin kamu tidak berbohing begitu " Kanna menangis menyalahkan dirinya sendiri.
(Jangan begitu Kanna, jangan sakiti dirimu lebih dalam lagi. Ini salahku jangan kamu salahkan dirimu lebih dalam lagi) Near memukul hatinya yang kesakitan sambil mengigit bibirnya agar suaranya tidak keluar.
Near tidak ingin Kanna mengenal dirinya karena yang bisa membuatnya sembuh adalah Ardi bukan dirinya(Near). Near sempat mendengar pembicaraan para suster sebelum keluar.
FLASHBACK ON
Sebelum keluar Near pergi kekamar mandi. Ketika berjalan keluar dia melihat para suster saling bergosip. Mereka sedang membicarakan Kanna Near tahu itu dari pembicaraan mereka.
"Hei kau tahu gak. Anak itu sekarang dia mulai ingat seseorang." Salah satu suster memulai pembicaraan.
"Apakah anak itu yang biasanya. Iya dia kasihab sekali dia hanya ingat selama satu hari saja. Tapi siapa yang anak itu ingat apakah pacarnya " tanggap suster yang lain.
Near dari jauh menguping pembicaraan, dia tahu bahwa yang sedang dibicarakan adalah Kanna. Makanya dia berhenti menguping tidak seperti biasanya.
"Entahlah, tapi kalau tidak salah namanya adalah Ardi yang diingat" suster itu mengingat-ingat yang terjadi.
"Mungkin dia adalah pacarnya atau orang yang disukainya, karena biasanya orang yang dikenang atau disukai mudah diingat." Goda perawat lainnya.
Tiba-tiba kepala suster datang menegur mereka agar tidak bergosip lagi.
"Hei kalian. Jangan bergosip saja disini. Itu adalah informasi rahasia pasien " kepala suster menegur mereka berdua.
"Tapi ..." kedua suster merajuk
"Gak usah tapi-tapian segera pergi rawat pasien sana " bentak tegas kepala perawat.
"Tapi kami sudah selesai bekerja dan berganti shif dengan suster lain." Suster itu mengelak dari marahan kepala suster.
"Ohhh begitu. Kalau gitu kalian tidak boleh bicarakan pasien diluar mengerti " tatap garang kepala suster tidak mau kalah.
"Iya bu "Mereka hanya bisa menurut kepada kepala suster.
Akhirnya mereka kembali keruang ganti dan pulang kerumah. Disisi lain Near terkejut dengan pembicaraan mereka dia terkejut karena perkataan mereka ada benarnya juga.
"Apakah Kanna benar-benar menyukai Ardi. Mungkin dia tidak sadar hal itu. Tapi aku harus membenarkannya." Gunam Near pelan setelah mendengar pembicaraan para suster.
*************
Dilain hari juga, waktu sebelumnya.
Setelah Kanna kecewa pulang kerumah karena Near tidak memberitahu kebenarannya. Near mendengarkan gosip-gosip bahwa mereka berdua sedang pacaran dan ada juga yang berbicara kalau mereka sangat serasi.
Mereka berbicara seperti itu karena mereka waktu istirahat tadi melihat pertengkaran Kanna dan Ardi dalam kelas. Near yang tidak tahu asal usul gosip bahwa mereka pacaran, dirinya hanya bisa mempercayai saja.
FLASHBACK END
(Kamu sebaiknya pergi dengan orang yang kau sukai. Dan tidak ada siapapun yang menganggumu ) dalam hati Near sedih, dia mengintip lagi Kanna yang masih menangis.
Near saat ini, dirinya tidak memanggil Ardi seperti sebelumnya. Near ingin melihat wajah Kanna lebih lama lagi karena besok dia tidak bisa bertemu dengannya.
Jadi Near hanya bisa tersenyum dari kejauhan menatap Kanna teman beharganya.
"Terima kasih telah menangisi orang sepertiku, Kanna. Semoga kau bahagia " bibir Near berkata begitu, terasa Near ingin menangis lagi karena dia tidak tega melihat wajah sedih Kanna