REPEATING TIME

REPEATING TIME
Kasus Benar-Benar Selesai



"Tidak akulah yang telah melibatkan kalian karena bertingkah sok pahlawan seperti itu mau melawan kejahatan. Jadi kalian terkena imbasnya" Bos penjahat terlentang sambil menutupi matanya dengan lengannya sendiri.


"hmm(tersenyum)....tapi dengan kamu melawan kejahatan seperti itu. Orang yang tidak bisa melawan ini , pengecut ini bisa hidup dengan nyaman. Akulah yang harusnya meminta maaf karena kamu harus melindungi orang lemah ini " Big mulai meneteskan air matanya lagi.


Bos penjahat tidak menjawab lagi, dirinya sudah mengeluarkan banyak air mata dibalik lengannya itu. Dalam ruangan itu sekarang penuh dengan rasa tangis.


*******


Sekarang banyak bantuan dari polisi yang sudah datang untuk menangkap para penjahat dalam ruangan itu.


"Jangan bergerak" polisi mulai mengelilingi para penjahat yang sedang pingsan.


Para penjahat itu sekarang tidak melawan, mereka pasrah ketika ditangkap. Satu persatu dari mereka yang pingsan bangun satu persatu dengan keadaan yang terjadi. Para penjahat itu sekarang digiring kekantor polisi.


Sebelum Bos penjahat pergi dibawa kekantor polisi. Bos penjahat melihat sekilas Near dan tersenyum. Melihat hal itu sebelum dibawa pergi, tiba-tiba Near menghentikan Bos penjahat.


"Berhenti, bisakah aku berbicara dengan dia sebentar saja." Near bilang sembari menatap wajah bos penjahat yabg sudah dalam keadaan diborgol.


"Tapi kamu harus istirahat, lihat lukamu" Ardi melarang Near untuk terlalu memaksakan dirinya.


"Tidak, inilah yang terbaik untukku. Karena jika aku tidak menemukan jawabannya maka aku nanti tidak bisa istirahat" jawab Near menyakinkan semua orang agar dapat berbicara sebentar dengan bos penjahat.


Anggota polisi yang akan membawa bos penjahat bingung harus bagaimana, dia menatap pimpinan bertanya apa yang harus dia lakukan.


Pimpinan sempat bingung akan harus bagaimana. Tapi setelah mendengar pernyataan Near dirinya tidak bisa menolak begitu saja.


"Biarlah mereka berbicar. Nanti aku yang akan membawa dia kamu pergi saja." Suruh pimpinan kepada anggotanya.


Anggota polisi tadi segera melepaskan genggamannya dan menyerahkan bos penjahat kepada pimpinan. Sebelum pergi anggota polisi tadi memberikan hormat dan dibalas juga dengan pimpinan.


********


Sekarang dalam ruangan itu hanya ada pimpinan polisi, Near, Ardi dan bos penjahat. Untuk yang lainnya mereka sedang sibuk membawa pergi anak buah bos penjahat.


Dalam ruangan yang sepi itu mereka saling menatap. Dengan Near dibantu oleh Ardi untuk duduk.


"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" Tanya bos penjahat bingung.


Near dengan nada serius dia menanyakan " ini yang selalu ingin ku tanyakan padamu sedari awal kau datang mengancamku. Kenapa kamu sangat ingin menanghajarku "


Bos penjahat diam sejenak memikirkan jawaban yang cocok.


"Aku juga bertanya-tanya hal itu, kenapa aku begitu inginnya menghajarmu padahal aku bisa dengan bebas melarikan diri."


"Setelah aku pikir dan mendengarkan cerita lama Big. Aku akhirnya sadar bahwa ketika aku melihatmu. Sepertinya aku sama sepertimu dulu, ketika aku pertama kali bertemu denganmu aku melihat diriku yang sangat ingin menyelamatkan seseorang " bos penjahat menjelaskan lebih rinci.


Near masih dia menatap bos penjahat ketika menjelaskan.


"Entah kenapa saat aku mengingatmu aku sangat ingin melihat pilihanmu ketika terjadi disituasi sama. Aku sangat ingin kamu menyadari sakitnya dikhianati dan teman-teman telah tersakiti karena kamu " ucap bos penjahat dengan matanya berlinang air mata.


Near menghela nafas sejenak kesal dengan jawabannya."jadi kamu masih bimbang dengan pilihan yang kamu pilih dahulu "


Bos penjahat tidak menjawab menandakan bahwa perkataan Near benar semuanya.


"Kamu ingin melihat jawabnku. Maka jawabanku aku akan tetap menyelamatkan mereka. Aku sangat bersyukur mendapatkan teman pertamaku, aku sangat bersyukur ketika berbagi tertawa dan sedih dengan mereka. Oleh karena itu aku akan menyelamatkan mereka " ucap Near senyum tulus.


"Hmm(senyum)...aku juga akan pilih hal yang sama sepertimu ketika aku menyadarinya sekarang tapi itu semua sudah terlambat." Ucap bos penjahat meneteskan air matanya yang sudah ditahan dari tadi mengingat pilihannya untuk meninggalkan semua temannya.


*******


Merasa sudah slesai dengan urusannya bos penjahat mau beranjak pergi tapi dihentikan lagi oleh Near.


Bos penjahat menoleh dia merasa bingung karena urusannya sudah selesai dengan Near tidak ada hal yang perlu ditanyakan lagi.


"Ada satu hadiah dariku untukmu sebelum pergi.." tatap Near ke bos penjahat sembari tersenyum penuh kemenangan.


Bos penjahat makin bingung dengan ucapan Near, karena Near dari tadi dalam ruangan itu. Otomatis dia tidak bisa mengambil hadiah.


"Ini soal janjiku padamu. Pada ronde kedua jika aku menang maka aku akan memberitahu jebakanku " Near menjelaskan hadiahnya.


"Tapi kau tidak memasang jebakan apa-apa. Kau kan bilang tadi" bos penjahat menggaruk kepalanya bingung.


"Itu hanya bohong belaka. Mana mungkin kau bisa menang jika tidak licik " senyum licik Near muncul kembali diwajah Near.


******


"Aku memasang jebakan yaitu temanku. Mungkin ini terdengar gila tapi aku tadi mencoba mengulur waktu agar Ardi bisa meminta bantuan dari depan" ucap Near menjelaskan rencananya.


"Hahaaa...sepertinya ini hadiah yang terbaik ya" tawa bos penjahat benar-benar pergi meninggalkan ruangan itu dengan dikawal pimpinan .


*******


Near akhirnya bisa menutup mata dengan tenang. Tampak senyum diwajah Near masih belum hilang.


Ardi bingung dengan obrolan Near dan bos penjahat itu. Ardi mencoba menanyakan kepada Near.


"Apa maksut dengan hadiah terbaik yabg diucapkan penjahat tadi "


"Kepercayaan " Near mengucapkan kata itu dengan mata tertutup lemas.


"Emmm... keprercayaan " Ardi masih bingung.


"Kepercayaan bahwa aku disini untuk mengulur waktu untuk menunggumu datang dan hal itu benar terjadi, sekarang kau sudah datang" Near menjelaskan kepada Ardi dengan tersenyum puas.


"Iya aku sudah datang menepati janjiku..." Ardi mengucapkan dengan tulus.


"Hah(menghela nafas)...permainan berakhir sekarang " ucap Near yang masih menutup matanya.


Entah kenapa setelah Near mengucapkan kata itu, Near terus menutup matanya sangat lama tanpa respon apapun.


"Near ..." Ardi mencoba untuk memanggil khawatir karena Near tidak merespon.


"Near...Near...Near " Ardi menggoyang-nggoyangkan tubuh Near yang sudah tidak memberikan respon itu.


Tepat saat Ardi mennggoyangkan tubuh Near. Tiba- tiba tabgab yang ada diperutnya itu jatuh seprti tidak ada nyawanya.


"Near...." teriak Ardi putus asa.


Untungnya ambulan sudah datang sehingga Near bisa langsung dibawa kerumah sakit.


**********


Tapi diwaktu yang sama saat Ardi berteriak tiba-tiba Kanna mendengar suara itu walaupun hanya suara kecil diruang guru.


Kanna berdiri mau menuju kebelakang tapi dengan segera Kanna dihentikan oleh para guru.


"Tolong biarkan aku kesana sebentar " ucap Kanna memberontak ingin pergi.


"Tenang saja disini pasti mereka akan selamat" guru-guru menenangkan Kanna.


Tapi kata para guru tidak didengarkan Kanna. Saat memberontak tiba-tiba kepala Kanna pusing dan hatinya sakit.