REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 114



Pertarungan Near dan Ardi melawan Jarwo in the geng terus berlanjut. Pertarungan mereka samapai sat ini masih belum ditentukan siapa yang kalah.


Tapi dalam perasaan mereka atau bisa disebut insting mereka. Mereka tau kalau dironde ini mereka akan menentukan siapa yang kalah. Tidak ada istirahat bagi mereka, mereka akan menentukan siapa yang kalah atau menang.


Karena kedua belah pihak sudah kehabisan tenaga. Oleh karena itu ini akan jadi pertarungan yang menentukan. Tapi ditengah pertarungan terakhir mereka, Jarwo mengeluarkn sifat aslinya yang mana sifat liciknya itu tampak diwajahnya.


Jarwo ternyata sudah menyiapkan anggota lain untuk gabung dengan mereka saat pertarungan hampir berakhir. Anggota yang datang paling akhir itu digunakan sebagai senjata andalan untuk melawan Near dan Ardi yang kelelahan.


"Dasar licik " Ardi dan Near merasa kesal karena tidak menduga kalau Jarwo akan selicik ini untuk melawannya.


Tanpa basa-basi lagi Jarwo mengkomando anak buahnya, agar semuanya menyerang Near dan Ardi.


Merasakan perasaan kemenangan, Jarwo ridak menduga kalau mereka akan kedatangan Jason yaitu bosnya yang dulu beserta dengan Dodik yang juga temannya dulu.


Jason mengetahui kalau Jarwo masih ingin balas dendam kepada Ardi oleh karena itu ia mencoba menghentikkannya sekarang.


"Hentikan pertarungan ini. Kamu tetap tidak bisa melawannya dengan begini. Jadi hentikan pertarungan ini dan kembalilah." Jason menyarankan kepada Jarwo


Jarwo tampak sudah berfikir jernih. Dengan berat ia berdiri dan menghampiri anak buahnya buat menghentikan pertarungan ini.


"Boss " anak buah Jarwo yang sekarang merajuk karena bosnya akan menghentikan mereka. Padahal tinggal selangkah lagi mereka akan menang.


Near dan Ardi, mereka saling menatap satu sama lain. Mereka senang karena tidak harus bertarung lagi.


Jason senang karena Jarwo sudah sadar dan menghentikan pertarungan ini. Tapi itu hanya tampak diwajahnya, niat Jarwo sebenarnya ia ingin menghajar Jason saat ia lengah agar Jason tidak menganggu rencanannya.


Dengan menunduk ia datang menghampiri anak buahnya. Karena harus melewati Jason saat mau menghampiri anak buahnya. Hal itu jadi kesempatan bagi Jarwo untuk mencoba memukulnya. Jadi saat mau dekat dengan Jason ia dengan cepat memukul perut Jason dengan keras.


Sontak hal itu membuat semua orang yang melihatnya jadi terkaget-kaget. Sedangkan Jason ia hanya bisa melompat jatuh kebelakang memegang perutnya setelah perutnya dipukul.


Sekarang gantian Jarwo yang berdiri dihadapan Jason, ia memandang rendah Jason


"Apakah kamu pikir aku akan menyerah begitu saja. Kau kira berapa tau aku telah menyiapkan rencan ini akan berhasil hahhh "


Semua anak buahnya bersorak genbira kalau bos Jarwo tidak menghentikan pertarungan mereka. Sedangkan Near dan Atdi jadi serius lagi mereka sangat marah kepada Jarwo yang memukul Jason secara tiba-tiba.


***************


Jarwo langsung melewati Jason dan berdiri mengkomando anak buahnya lagi.


"Kalian semua tenang. Kita mulai lagi rencana kita lagi. Semuanya serang Ardi dan Near tangan kananya itu agar mereka tidak bisa melihat hari esok lagi " Jarwo ternsenyum puas menikmati hari kemenangannya.


"Siap bosss " jawab anak buahnya yabg telah menunggu gugurnya era Ardi.


Anak buahnya langsung menyerang Ardi dan Near secara melingkar. Mereka berniat membuat Ardi dan Near tidak bisa lari lagi.


Sontak Near dan Adi langsung memasang kuda-kudanya. Mereka tidak bisa berkutik lagi dihadapan banyak orabg begini.


"Sialll, kita tidak bisa apa-apa lagi " gunam Near kesal.


"Hahaha...akhirnya inilah kemenanganku." Jarwo mengkonfirmasi kemenangannya yang terlihat didepan mata.


**************


Menyadari kalau ada yang sedang menepuk pundaknya dan menganggu saat ia tertawa. Niatnya Jarwo mau protes tapi saatvia berbalik.


Tiba-tiba ia dipukul dengan keras diwajahnya sekali lagi. Pukulan tersebut membuat Jarwo jatuh tersungkur kebawah, ia dengan marah mau menghajar yang memukunya itu.


Tapi saat tau siapa yang memukul wajahnya sontak hal itu membiat dirinya kaget. Karena yang memukulnya itu adalah Jason yang sudah ia kalahkan dengan pukulan diperut.


Pukulan tersebut membuat semua orang memperhatikan mereka sekali lagi. Dan membuat semua orang dalam gedung menjadi terkaget-kaget.


"Eh, boss bagaimana kamu bisa bangkit kembali " tanya Jarwo kaget.


"Apa kau pikir aku akan kalah dengan pukulan seperti itu saja. Bukannya kamu sudah mengikutiku selama ini dan kamu masih belum tau kalau aku tidak akan kalah hanya dengan sebuah pukulan diperut saja " ucap tegas Jason kepada Jarwo


Jarwo yang awalnya terkejut sekarang nenjadi tersenyum licik.


"Aku melupakannya, tapi apa yang akan kau lakukan. Kita memiliki banyak orang dan bos kau berdua. Mana mungkin kau akan menang melawan kami meskipun kamu sudah terlatih " ucap Jarwo sinis.


"Hmm...siapa yang bilang kita berdua." Ucap Jason tersenyum dan melangkah maju menuju ketempat Near dan Ardi berada.


"Ehh " Jarwo masih bingung dengan Jason, tapi melihat Jason menuju kearah Ardi dan Near.


Sekarang ia mengerti maksut perkataan kalau Jason tidak hanya berdua dengan Dodik saja.


"Dodik ayo, kenapa kau diam saja " tanya Jason menoleh kebelakang memanggil Dodik yang masih diam ditempat.


"Eh, siap boss " Dodik tergesa-gesa berlari kearah Jason melewati Jarwo yang terkejut.


*************


"Semuanya hentikan dia menyelamatkan Ardi. Cepat sebelum mereka bersatu maka mereka akan menjadu kuat." Teriak Jason putus asa memberitahu anak buahnya agar bisa membuat Ardi berhenti.


"Siap boss " semuanya secara refleks menuruti perkataan Jarwo dan berlari menghadang Jason dan Dodik lewat.


"Hmm kau seharusnya mengajarkan anak buahmu cara bertarung yang baik. Kau benar bahwa mereka jarus mengurusku tapi mereka juga seharusnya tidak lupa bagian belakang yang terlihat jelas ada musuhnya " ucap Jason tersenyum dan dengan gagahnya berjalan menuju Ardi dan Near.


Jason dan Dodik lewat saat itu masih ada gerombolan anak buah Jarwo yang ada menghadang. Mendengar peringatan Jason, dengan cepat Jarwo berteriak agar merek berhati-hati dengan bagqin belakang.


"Kalian jangan fokus dibagian depan saja. Kalian harus fokus bagian belakang juga. Ingat dibelakang masih ada Ardi dan Near " teriak Jarwo mengingatkan.


"Hmmm, sepertinya pemenangnya akan terlihat. Saatnya last fight " Ardi tersenyum merasakan perasaan semangat


"Iya sepertinya kita akan menang." Near tersenyun senang.


Langsung sebagian anggota Jarwo langsung ada yang berjaga dibagian belakang. Sekarang anggota Jarwo yang terkepung karena bagian depan ada Jason dan Dodik. Sedangkan bagian belakang ada Near dan Ardi yang siap menyerang.


"Dodik, kita akan bertarung melawan mereka jadi bersiaplah sekarang " Jason berhenti tepat didepan anggota dan melakukan perenggangan tubuh bersiap bertarung.


"Siap boss, aku selalu siap bertarung " Dodik dengan semangat siap bertarung.