
Ditegah-tengah pertarungan Ardi dan Near melawan Jarwo in the geng tiba-tiba saja ada mantan bos Jarwo dahulu yang datang karena penasaran.
Untuk mencegah Jason mengetahui kalau mereka sedang bertarung. Karena Jason sekarang sudah berubah, jika ia mengetahui kalau Jarwo masih mempunyai dendam terhadap Ardi. Pasti Jason akan mencegah Jarwo untuk melakukan hal tersebut. Guna mencegah hal tersebut terjadi Jarwo langsung mengajaknya pergi keluar.
Berbeda dengan Near ia memanfaatkan hal tersebut. Setelah melihat kesempatan kalau Jarwo tampak takut, dengan segala cara ia berteriak dengan keras.
"HEYYYYY. TOLONG KAMI, KAMI PERLU BANTUANMU. KAMI SEDANG DIKEROYOK DISINI.... cepat datanglah bodoh"
"Eh, siapa tadi " ucap Jason heran dan penasaran mau lihat kebelakang lagi.
"Ah itu mereka sedang lanjutkan latihan." Jarwo berbohong lagi.
"KALIAN LANJUTKAN, AKU AKAN PERGI SEBENTAR " teriak Jarwo kepada anggotanya mencoba agar Jason tidak melihat kebelakang
"Siappp boss " teriak anak buahnya.
Mendengar hal itu Jason akhirnya berhenti, ia tampak curiga karena mereka semua memanggilnya Jarwo. Sekali lagi Jason mencoba mengintip kebelakang tapi dihentikan oleh Jarwo.
"Hahahah, mereka sudah memperdalami karakternya sehingga tak sengaja memanggilku bos " ucap Jarwo seolah itu sedang bercanda.
"Ohhhhh begitu kukira kamu masih belum berubah da membalaskan dendam kepada Ardi. Aku lega kau berubah " ucap Jason tersenyum senang.
*************
(Sialll, jika kita tidak meminta bantuannnya kami akan mati disini. Jarwo seolah takut kepadanya, apa yang harus kulakukan ini. Ah, Ardi. Diakan menyebutkan nama Ardi tadi) dalam hati Near memikirkan sebuah cara.
Tanpa basa-basi lagi Near langsung menyenggol Ardi.
"Hey Ardi kau juga minta tolong padanya. Sepertinya ia mengenalimu " bisik Near.
Ardi mengangguk mengerti, dan mengambil nafas dalam-dalam.
"Heiiiiiii tolonglah kami. Kai sedang dikeroyok Jarwo " teriak dengan keras Ardi.
***************
Mendengar suara yang tidak asing tersebut Jason langsung tidak bisa menahan rasa penasarannya. Dia mencoba untuk berbalik kebelakang tapi sekali lagi dihentikan oleh Jarwo.
Karena mendengar suara yang dikenalnya Jason tidak mengalah sekarang, ia memaksa untuk melihat dan menyingkirkan Ardi dari hadapannya. "Minggir aku akan lihat."
Jarwo tidak ada pilihan lain selain menyingkir karena tenaganya lebih kuat Jason. Dan datang seorang lagi yaitu teman satu gengnya dahulu yaitu Dodik.
Dodik adalah salah satu anak buah Jason. Tap ia tetap mengikuti Jason untuk berubah juga.
"Boss kenapa kamu lama sekali " tanya Dodik yang sedari tadi menunggu didepan
"Eh, Jarwo sudah lama aku tidak bertemu denganmu. Bagaimana kabarmu, Eh boss. Jarwo kelihatannya baik-baik saja " ucap Dodik memeluk Jarwo.
Jarwo hanya bisa tersenyum canggung dipeluk oleh Dodik. Karena ia sekarang tidak bisa mengelak kalau ia masih mempunyai dendam kepada Ardi.
"Jarwo bisa kau jelaskan situasi seperti ini " tanya Jason serius.
"Eh boss seperti yang kubilang kita kan lagi pentas "ucap Jarwo mengulangi kebohongannya.
Tapi kebohongan itu tidak berguna didepan Jason lagi. Karena Jason sudah mulai mengerti situasi yang terjadi, tanpa basa-basi lagi Jason bertanya sekali lagi.
"Akan aku tanyakan lagi Jarwo. Ada apa dengan situasi ini" tanya Jason berbalik menatap tajam.
**************
Tidak bisa mengelak lagi tiba-tiba Jarwo tertawa dengan keras.
"Hahaha...sepertinya aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Aku sedang membalaskan dendam kita yang dulu tidak sempat kita balaskan." Ucap Jarwo dengan gila.
"Jarwo, kamu masih belum berubah " gunam Dodik sedih melihat Jarwo.
Jason terdiam menunduk mendengar Jarwo.
"Balas dendam kita. Kurasa itu hanya balas dendammu saja. Bukankah sudah kubilang kalau kita cukup akhiri berurusan dengan Ardi "
"Hahhhhh, bos. Kamu ini sudah dibohongi sama Ardi. Kau sudah tertipu oleh kata-kata manisnya " Jarwo mencoba menyadarkannya
Tanpa basa-basi lagi Jason langsung memukul Jarwo diwajahnya agar ia sadar dengan apa yang sudah ia lakukan. Jarwo yang dipukul diwajahnya juga merasa kaget karena mendapat pukulan itu.
Jarwo hanya bisa terdiam jatuh memegang wajahnya yang habis dipukul dengan keras oleh Jason bossnya itu. Dia merasa tercengang kenapa bossnya memukulnya.
"Boss apa yang sudah kamu lakukan padaku " Jarwo merajuk tidak tau kenapa bisa sampai dipukul begitu.
"Jangan panggil aku bos sudah kukatakan. Jika kau masih menganggap aku bosmu yang dulu maka hentikan pertarungan ini segera." Jason dengan tegas berdiri dihadapan Jarwo.
Terlihat tatapan Jarwo yang tampak sangat marah kepada Jarwo.
"Tapi boss, sudah lama aku menyiapkan rencana ini " Jarwo tergagap ketakutan tidak bisa tenang.
"Jika kau ingin bertarung dengan Ardi. Kau harus jantan, tidak begini juga melawannya. Apakah ini bisa disebut dengan pertarungan, yang kau lakukan hanyalah mengeroyoknya. Apakah kamu tidak malu bertarung dengan cara ini. Apalagi ada satu orang yang tangannya yang sakit. " Jason menunjuk Near yang tangannya diperban.
"Tapi boss, dia itu bukan orang biasa. Bahkan kamu sedikit kewalahan melawan mereka " ucap Jarwo coba menyangkal
"Oooh begitu. Tapi hentikan pertarungan ini. Kamu tetap tidak bisa melawannya dengan begini. Jadi hentikan pertarungan ini dan kembalilah." Jason menyarankan kepada Jarwo.
Jarwo terdiam menunuduk tidak bisa berkata apa-apa. Sepertinya ia mencoba memikirkan perkataan Jason tadi. Dodik yang dibelakang Jarwo dengan tenang ia mencoba mendekati Jarwo yang masih duduk dibawah.
Dodik langsung memegang pundaknya dan membantunya Jarwo untuk berdiri.
"Kamu harus berhenti sekarang Jarwo. Cara ini adalah salah, cara yang kau lakukan untuk menang salah. Sebaiknya kamu memikirkan ini " Dodik mencoba menyadarkan Jarwo.
"Dodikk..." Jarwo terharu dengan Dodik dibelakangnya.
Jarwo teringat kenangan yang dulu yang sudah ia lalui bersama ketiga temannya itu. Jarwo segera berdiri dan dengan menunduk ia sudah membuat keputusan dalam hatinya.
"Baiklah akan aku hentikan pertarungan ini. Jika ini keinginan kalian " Jarwo seolah merasa berslaa telah mengambil keputusan ini ia langsung berjalan menghampiri anak buahnya.
"Boss " anak buah Jarwo yang baru, mereka semua tidak percaya bossnya akan menghentikannya. padahal mereka sudah sampai sudah sejauh begini tapi malah dihentikan.
Jarwo akhirnya kamu sudah sadar. Ukhhh..." ucap Jason yang tiba kesakitan saat mengucapkan kata terakhirnya.
Jason yang kesakitan itu menimbulkan kehebohan dalam gedung. Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang sudah terjadi, berbeda dengan Jarwo ia malah tersenyum licik.
Ternyata penyebab Jason kesakitan adalah Jarwo yang memukulnya dibagian perut. Jason yang terkena dipukulan itu hanya bisa terjatuh kebelakang menerima sakitnya itu.
Jarwo yang memukulnya itu tersenyum licik dan ia memandang rendah Jason." Apakah kamu pikir aku akan menghentikan ini. Tentu saja tidak "