REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 140



"Sial kenapa mereka ada disini. Padahal tinggal sedikit lagi kita bisa mengalahkan mereka berempat " ucap Jarwo frustasi mengacak acak rambutnya.


"Bos apa yang harus kita lakukan sekarang. Sebaiknya kita menyerah saja " ucap anak buahnya menyarankan dan mundur perlahan karena takut.


"Hahhhhh, menyerah. Tidak ada kata menyerah dalam kamusku. Kita harus mengalahkan mereka, apa kalian ingin masuk penjara nantinya " ucap Jarwo trauma dengan kejadian dulu ketika berada di SMP.


"Tidak mau bos, kami tidak mau masuk penjara " ucap anak buahnya takut.


"Kalau begitu kita harus mengalahkan mereka semua. Kita harus bisa mengalahkan mereka dan kabur dari sini sekarang jugaaaa " ucap Jarwo menberi semangat


Anak buahnya menunduk berfikir tidak ada pilihan lain selain melawan mereka para polisi dengan sekuat tenaga. Mereka menunduk sedih dengan lamanya.


***********


"Hmm sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang mudah bagi kita " Gunam pimpinan polisi tersenyum menentukan kemenangannya.


"Bukannya bapak tadi habis bertarung habis-habisan tadi. Apakah anda tidak lelah " tanya Near kepada pimpinan polisi.


"Oooh pertarungan tadi. Tenang saja itu sudah kami bereskan tapi pertarungan itu tidak ada apa-apanya bagi kami, meskipun memakan waktu yang lama. Oleh karena itu tadi kami terlambat kemari tadi. Tapi kaki tidak tau siap yang mengirimnya. Kemungkinan mereka dikirim oleh Jarwo itu " ucap Pimpinan polisi masih belum mengatahui.


"Hmmm( tersenyum), bukan. Bukan Jarwo yabg telah mengirimi mereka ..." ucap Near tersenyum.


"Eh, jadi kamu tau siapa yang mengirim mereka. Siapa dia ...." tanya pimpinan polisi penasaran


"Nanti aja, kita bisa menbicarkannya nanti " ucap Near.


"Hmmm, baiklah nanti saja. Kami juga tidak sabar untuk bertarung dengan mereka. "Ucap pimpinan polisi merenggangkan tubuhnya.


************


"Apa jawaban kalian, bukannya kalian tidak ingin dipenjara atau kalian ingin dipenjara " ucap Jarwo berteriak kepada anak buahnya.


"Bagus kalau begitu tanpa banyak bicara lagi kita akan serang mereka " ucap Jarwo penuh semangat lagi


***********


Mendengar teriakan mereka pimpinan polisi jadi semangat.


"Ahahaha, bagus sekali. Sehabis mengalahkan gerombolan seratus orang tadi sekarang hanya melawan sekitar 20 orang. Itu akan mudah bagiku " ucap pimpinan polisi tertawa senang.


Anak buah Jarwo begitupun juga dengan Jarwo mereka semua sangat terkejut dengan apa yang barusan diucapkan oleh pimpinan polisi tadi.


"Eh, dia habis melawan seratus orang dan badannya tetap merasa fit. Dia monster, kita tidak bisa mengalahkannya " ucap salah satu anak buahnya menyerah mendengar kata itu.


"Bohong, mereka pasti bohong. Mana mungkin mereka habis melawan seratus orang badannya tetap merasa sehat begini " tunjuk Jarwo mencoba menyangkal hal yang tidak benar tadi.


**********


"Itu tidak bohong kok, " ucap Near tiba-tiba.


"Eh " Jarwo kaget.


"Pimpinan polisi ini habis melawan saratus orang dan kami punya saksi yang bisa kalian percaya yaitu guru kalian " ucap Near dengan keras


"Eh mana mungkin, tidak mungkina anak buah guru kalah begitu mudah. Tidak mungkin, aku harus menelpon dia " ucap Jarwo meraba raba sakunya mencari handphone nya


"Tidak perlu ditelfon. Karena ia sudah berada ada disini " ucap Near menunjuk pria tua yang sudah tekapar dipojok gedung.


Ternyata Near memindahkan tubuh pria tua tersebut agar lebih aman. Walaupun telah membuat teman- temannya hancur ia tetap merasa kasian kepadanya.


"Tidak mungkin " ucap Jarwo berlutut tidak percaya