REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 128



Sekarang dilokasi tempat Ardi berada. Tersisa 2 orang yang masih berdiri yaitu Jason dan Near. Diwaktu sebelumnya Near dapat menebak kenapa pria tua tersebut terburu-buru dan kareba tebakan Near tersebut, pria tua tersebut sekarang jadi bersungguh untuk menghadapi Near dan Jason.


Karena dirinya berprinsip kalau ia harus menghabisi lawannya sampai babak belur atau pingsan. Karena jika ia tidak melakukan itu, maka itu adalah sebuah kegagalan atau kekalahan bagi dirinya yang telah berfikiran hal tersebut.


"Hhmmmm...gak usah banyak bicara lagi. Kita akan akhiri iniiiiii... " teriak pria tua tersebut maju menyerang Jason terlebih dahulu.


Dengan refleks Jason bisa menghindari serangan pertama pria tua tersebut tapi ia tidak bisa bertahan lama. Dengan kecepatan yang tidak bisa ia tandingi apalagi dengan tubuhnya lemah. Hal tersebut membuat Jason kewalahan melawannya.


Near yang berada di sampingnya tidak bisa berbuat apapun untuk membantunya. Ia hanya bisa bengong melihat kekuatan pria tua tersebit yang seolah belum melawan siapapun, berbeda dengan dirinya atau yang lainnya. Pria tua tersebut tampak seolah baru saja bertarung dengan badannya yang masih segar.


(Sial, aku tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya. Apa yang aku harus aku lakukan guru) tampak Near kesal dengan dirinya yang masih gugup karena belum bertemu dengan lawan sepertinya.


Walaupun begitu ia tidak menyerah dengan wajah yang kesal karena hanya bisa terdiam sesaat tadi. Dia langsung menyerang pria tua tersebut dari samping guna untuk mengejutkannya. Niatnya sih begitu, tapi sepertinya tidak berjalan lancar karena pria tua tersebut sempat melirik kearah Near wajah tersenyum.


(Diamlah jangan menganggu, kalau kau masih menganggu juga akan kuhabisi kau sekarang juga) seolah senyuman pria tua tersebut membicarakan hal tersebut.


(Sial apa yang harus kita lakukan. Jika aku menghindari serangannya terus hal itu mungkin akan sebentar saja. Karena aku akan kelelahan dan mulai terkena pukulan tersebut. Dan jika Near menyerang hal itu mengkin akan ditangkis olehnya lalu dibalik serangannya. Tidak ada jalan lain lagi sial... kita hanya bisa menunggu bantuan datang tapi kapankah itu) dalam hati sambil Jason menghindari serangan bertubi-tubi dari pria tua tersebut.


************


Near masih ketakutan dan menjaga jarak dari kejauhan. Dia tidak bisa berfikir lagi selain menunggu kematian dalam dirinya. Near tidak bisa berhenti gemetar dan mulai melangkah mundur secara perlahan-lahan. Tapi terasa ia menginjak sesuatu sehingga dengan ketakutan ia melihat kebawah.


Ia sangat terkejut dan segera mengangkat kakinya secara refleks. Ternyata ia menginjak tangan Ardi, Near terlihat khawatir karena Ardi sudah berlumuran darah diwajahnya. Hal tersebut membuat Near berjongkok memeriksa kondisinya.


"Ardi apa kau tidak apa-apa. Tenang saja aku akan membawamu dan bantuan segera datang " ucap Near mulai mengangkat Ardi kepundaknya.


Tapi hal tersebut ditahan oleh Ardi dengan tangannya yang sudah berlumuran darah. Tampaknya Ardi sedikit sadar dan ia mulai berbicara dengan nada yang sangat pelan. Karena Ardi sudah tidak kuat lagi untuk berbicara. Near penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Ardi, sehingga ia mulai mendekatkan telingannya untuk mendengar apa yang dikatakan Ardi tadi.