REPEATING TIME

REPEATING TIME
Meminta izin



Malam hari dimana kanna memberitahukan bahwa dirinya akan pergi pada hari minggu nanti. Ayahnya tidak mengizinkannya sampai ayahnya bisa bertemu mereka. Kanna takut jika ayahnya tidak mengizinkannya, dia terus memikirkannya dalam kamar, melihat itu ibunya datang kekamarnya untuk menyemangati anaknya.


"Nak(mengelus kepalanya), ayahmu menolak karena dia khawatir padamu karena dia tidak tahu teman-temanmu. Mungkin besok ketika temanmu datang dia akan berubah fikiran" mencoba menenangkan anaknya


"Iya, ibu. Aku juga tahu itu. Tapi..... aku takut bahwa besok teman-temanku tidak sesuai dengan harapan ayah, sehingga ayah tidak mengijinkanku aku untuk pergi"


"Jangan berfikiran begitu ayahmu pasti akan mengijinkanmu, berfikirlah positif okee"


"Iyaa, ibu " sedih


"Sudah jangan dipikirkan, sebaiknya kamu pilih baju untuk dipakai besok. Kamu kan belum memilih baju"


"Oooh ya aku lupa " segera berlari ke lemarinya


"Sini ibu bantu" ibunya membanty


"Terima kasih ibu"


"Iyaa nak" mengelus kepala kanna lembut


akhirnya kanna dan ibunya pada malam itu sibuk memilih baju untuk dipakai pergi besok.


************


Dirumah near, saat keluarganya berkumpul untuk makan. Near yang makan dengan tergesa-gesa berbicara dengan orang tuanya.


"Ibu, awda yqang insfgin ksubiacarakan" berbicara tidak jelas karena sedang makan nasi


"Near, jangan bicara sambil makan. telan dulu makananmu " ibunya memarahinya


"MHHHH...uhuk...uhuk...( batuk)" near tersedak memukul dadanya


"Sudah dibilang dari dulu jangan berbicara sambil makan " ibunya memberikan minum


"Haahaaha, dengarkan ibumu nak" ayahnya tertawa melihat kecerobahan anaknya


"Glek...glek...ahhh(meminum air).Iyaaa maaf" near merasa bersalah


"jangan diulangi lagi. Apa yang kamu ingin bicarakan kepada kami "ayahnya bertanya


"Itu besok minggu aku akan pergi keluar dengan temanku..." tiba-tiba suara hening


ayah ibunya mulai menangis


"Maafkan ayah ibumu ini nak. Karena kami tidak menjagamu dengan benar. Kamu terkena kutukan jam itu sehingga kamu tidak memiliki teman. Maafkan kami nak" ibunya berbicara sambil mengelap air matanya


"Iyaa nak. Maafkan kami, kami mengerti kamu ingin mempunyai teman tapi jangan sampai kamu keluar dari kenyataan" ayah ibunya berfikir near berkhayal


"Ehhhhh(kaget), sudah kubilang bahwa aku memang mau bertemu dengan temanku. Ini bukan khayalanku, aku sekarang memang punya teman. memang kutukan itu membuat hawa keberadaamu menjadi tipis tapi bukan berarti kamu tidak memiliki teman " near mencoba menjelaskan kepada orang tuanya


"benarkah kamu beneran memiliki teman? Benarkah?" Ibunya berharap sambil mengelap air matanya


"Iyaa ibu. Aku memang sekarang mempunyai teman" near dengan bangga


Ayah ibunya segera berpelukan sangat senang karena anaknya sekarang memiliki teman. Dia sangat bersyukur atasan hal itu.


"Jadi bolehkah aku pergi"


"Tentu saja nakkk" mendekati near dan mengelus kepalanya dengan tangis bahagia


"Iyaa ibu. Bagaimana tanggapan ayah jika aku pergi besok???" Berharap


Ayahnya yang sedang diam menunduk langsung dengan semangat


"Iniii nak uang jajan buat besok pergilah dengan teman-temanmu" ayahnya dengan semangat


"Tapi... ayah.... ini uangnya kebanyakan " Terkejut dengan jumlah uangnya


"Iya gak masalah, inikan acara jalan pertamamu. Jadi berapa temanmu? "


"hanya dua teman saja" near berbicara dengan malu


"Ohh bagus sudah mendapatkan dua teman laki-laki dalam keadaanmu ini"


"tidak dua teman itu ada satu perempuan"


"......(kaget sampai tidak bisa berbicara).... Sekarang dia juga mendapatkan pacar" senyum bahagia


"Tidaaaak dia hanya temanku" mencoba menjelaskan


"sudah sudah ayah jangan menggodanya dong. Near kamu segera tidur besok kan kamu pergi " ibunya mencoba untuk menghentikan


"Hahaa maafkan ayah, ini supaya kamu tidak tegang. Dah kamu tidur sana"


"iya, ayah ibu aku kekamar dulu"


Dikamar, near tidur terlentang sambil tersenyum menunggu besok datang.