REPEATING TIME

REPEATING TIME
Ada acara



Esok harinya setelah melihat pertunjukan kembang api, keseharian mereka kembali seperti hari biasanya berkumpul di gedung tempat belakang sekolah yang jarang orang lewat diwaktu istirahat. Tempat yang sangat cocok untuk tidur siang itulah yang sedang dipikirkan Ardi.


"wuahhh(menguap)... membosankan seperti biasanya " ucap Ardi dengan malas


"Jika kau bosan lebih baik pergi dari sini sajaa, siapa suruh kamu kesini " jawab Near


"........" Ardi tertidur


"siiiiaaaaal dia ini memang jago ya buat orang kesal. mau disiram blnih anak" ucap Near kesal dengan membuka botol minumannya ,bersiap mau menyiramkan air kepada Ardi


"sudah-sudah jangan bertengkar begitu " Kanna mencoba menghentikan


"untung saja ada Kanna kalau tidak sudah kusiram air ini." ucap Near kesal


"hehehe(tertawa kecil), hmmm... Near apakah tanganmu baik-baik saja? " Kanna bertanya


"ah, tanganku. Tenang saja lihat tanganku masih kuat. hahaha" ucap Near dengan bergaya menunjukkan ototnya


"syukurlah aku takut tanganmu patah " kanna khawatir


"Tenang saja. Tanganku hanya memar tapi jika ada masalah aku disuruh kedokter dan maaf aku tidak bisa menulis buku harian kemarin karena aku semalaman kena omelan dari ibuku membayangkan saja sudah tak kuat aku " ucap Near merinding


"Ah enggak papa kok. Kamu tunggu tangan kamu sembuh saja " Kanna menyarankan


"He'em " Near mengangguk


[Ting...ting...ting] bunyi lonceng tanda masuk kelas


"Ayo kita pergi kanna. Gak usah bangunin dia, biarin dia nanti kena hukum " ucap Near kesal


"Jangan, kasihan Ardi. Kan dia juga teman kita " ucap Kanna


(Baik sekali Kanna, untung aku jadi temannya. bukan seperti dia yang tukang tidur) Ucap Near dalam hati


"Bangun...bangun...bangun "Near membangun Ardi dengan menendang sepatunya


"Wuaaah(menguap)...ada apa sih" ucap Ardi malas


"Tuh sudah masuk, jangan tidur saja masuk sana nanti kena hukum loh " ucap Near


"Hehehe... "Kanna tertawa kecil melihat tingkah Near dan ardi


"Wuaaahhh..." Ardi malas


********


Esok paginya


Near ,Kanna, dan Ardi memasuki kelas. Dan pada hari itu ada pengumuman yang biasanya dilakukan anak kelas 1 yaitu perkemahan diakhir sebelum naik kekelas 2.


"Sabtu besok ada perkemahan yang biasa dilakukan kelas 1 sebelum naik kekelas 2. Jadi harap untuk diikuti " pak guru memberi pengumuman


Tampak ada bisik-bisik dari seluruh siswa yang sangat menantikan acara yang hanya berlangsung sekali dalam setahun ini.


"Sudahhh diam semua, segera buka buku kalian kita lanjutkan pelajaran kemarin yang belum selesai " ucap pak guru tegas


"Wahhh...." suara murid-murid yang kecewa karena pelajaran


(Acara bagus ini, aku bisa bersama kanna nanti malamnya untuk melihat bintang jatuh nih .hehehe ) ucap Near yang kegirangan mengkhayal


*******


Bel berbunyi tanda waktu istirahat


Dibagian belakang sekolah tempat bekumpulnya 3 orang itu sekarang jadi sepi karena Kanna datang terlambat. karena sedang membantu guru untuk membawa beberapa buku. Sehingga hanya ada Near dan Ardi saja di tempat itu.


[Krick...krikkk....krikkkk] keadaan hening tapi tiba-tiba keadaan jadi mencekam


"Hei, bagaimana dengan ke-4 orang itu ???" ucap Near bertanya


"Kelihatannya pemimpin mereka menghilang pergi tapi mereka sudah menangkap ke-3 temannya. Pemimpinnya masih dalam pencarian, sebaiknya kamu hati-hati. Semoga saja dia tidak ada dendam Ardi menjelaskan dengan serius


"Iya, jika ada masah kau bilang saja. Karena dia sanat kuat " ucap Ardi


Tiba-tiba ada suara langkah menghampiri [plak..plak..plak ]


"Oh, maaf. Aku terlambat aku tadi membantu vuru membawa buku " Kanna datang dengan nafas tersenggal-senggal habis berlari


ketika Kanna datang, Suasana yang mencekam itu jadi ceria lagi.


"Oh iya, aku tahu kok. Ayo segera makan bersama " Near mengajak gembira


Ardi yang sangat cepat makan itu langsung tidur sedangkan Kanna bersiap-siap membuka bekalnya.


"Kalian sedang membicarakan apa kok serius banget tadi " ucap kanna penasaran


"Enggak kok. Kami sedang merenungkan nasib kami, hahaha." Near bercanda


"oh iya, untuk perkemahan nanti mohon bantuannya ya. aku sangat ingin mengikuti kegiatan ini. Tapi setiap aku bangun tidur selalu lupa ingatan. sehingga aku tidak selalu ikut acara menginap disekolahku dulu " ucap kanna sedih


Near tidak bisa berkata apa-apa karena melihat kanna yang sedih, untuk Ardi dia mengigit bibirnya dalam tidur menahan rasa sakit pada hatinya karena cerita kanna . setelah beberapa saat Near mulai berdiri dan bilang.


"kanna, aku akan selalu membantumu bersama Ardi jadi ikutlah. Ikutlah dalam acara ini. Jangan merasa khawatir kami akan selalu disampingmu untuk mengingatkanmu" ucap Near penuh tekad


"kamu mengaitkanku lagi.. " ucap Ardi


"Jadi kamu dari tadi tidak tidur." Ucap Near kaget


"Bagimana aku tidur. Jika kamu berisik " Ardi kesal


"Sudahlah kamu ikut saja kamu kan teman kami " ucap Near tidak memperdulikan jawaban Ardi


"Huh merepotkan " Ucap ardi tersenyum


"Hehehe " Near tertawa kecil


Kanna tersenyum melihat mereka berdua dan meneteskan air mata terharu.


"ehhhh...kenapa air mataku menetes " ucap Kanna mengelap air matanya


Near dan Ardi kebingungan sekaligus ketakutan melihat Kanna yang menetaskan air mata.


"Apakah kamu tidak senang ditemani kami " Near bertanya sedih


"Hmmm(menggelengkan kepalanya)...tidak malahan aku sangat senang " ucap Kanna yang masih meneteskan air matanya


Near dan Ardi tersenyum melihat itu. walaupun Ardi tersenyum sambil menutupi mukanya sambil tiduran dengan menggunakan lengannya.


"Tidak apa-apa. kamu untuk mengutarakan perasaanmu, jangan ditahan. Menangislah " ucap Near sambil mengelus kepalanya


"Hmm(mengangguk)...terima kasih... terima kasih telah menjadi temanku. Terimakasih telah menganggapku menjadi teman kalian. Terima kasih telah tidak menganggapku jadi beban. Aku sungguh-sungguh sangat ingin berterima kasih " ucap Kanna terisak-isak menangis sambil mengelap air matanya yang mengalir deras


Neae hanya menatap kebawah menahan air matanya mendengar kata-kata kanna sedangkan Ardi mendengar itu hanya bisa menutupi wajah sedihnya dengan lengannya. Hari itu mereka mengakhiri dengan tangisan.


******


Mereka bertiga tidak menyadari dalam tagisan pada hari itu ada seseorang pria tua yang melihat, yang mana pria tua itu adalah yang telah melaporkan para preman itu pada polisi. Pria tua itu tersenyum melihat mereka .


"Akhirnya kalian telah kutemukan disini, " ucap pria tua itu dengan tersenyum


*******


Ditempat lain dalam kegelapan ada seseorang pria yang menelpon dikelilingi orang-orang.


"Hah sudah ketemu dimana mereka, bagus (menutup teleponnya). Akhirnya, tidak kusangka secepat ini aku menemukannya. Ayo kita balaskan dendam teman-teman kita, buat rencana untuk menghabisinya " ucap pria misterius itu dengan senyum menakutkan


"Siapppp bosss " ucap salah satu dari kerumunan itu


"Hahhahhhaha siap-siap saja kalian ini " Ucap pria misterius itu sambil menahan rasa marah