
Setelah mobil Kanna menjauh tidak kelihatan dimata Ardi. Senyum canggung Ardi menghilang.
Wajahnya sekarang menjadi serius atau sedih. Wajahnya memperlihatkan kesedihan dengan langkah yang berat dirinya memasuki rumah sakit.
Setelah melewati beberapa ruangan sekarang Ardi berhenti didepan salah satu ruangan. Tampak keraguan Ardi ketika mau membuka pintu atau tidak.
Ardi sebenarnya masih merasakan perasaan bersalah dalam hatinya karena pernah meninggalkan Near hingga dia masuk kerumah sakit. Memutuskan untuk masuk dia segera membuka pintu ruangan.
*****
Tampak seseorang yang sedang duduk ditempat tidur memandang keluar jendela yaitu Near. Merasakan ada seseorang yang datang Near segera menoleh kearah pintu.
Ketika Near dibawa kerumah sakit. Dirinya mengalami keadaan kritis, dirinya tidur tanpa bangun-bangun selama 1 minggu.
"Ohh, kamu sudah datang. Bagaimana dengan Kanna apakah dia sudah pergi " tanya Near memakai pakaian rumah sakit dengan tangan kanannya diperban.
Near mengalami patah ditangan kanannya karena menerima injakan keras dari para penjahat itu. Ketika menerima injakan dikasus pertama tangan Near masih baik-baik saja hanya sedikit memar tapi karena kasus kedua ini tangan Near yang awalnya baik-baik saja sekarang mengalami patah.
Entah berapa lama tangan Near bisa sembuh tapi dapat dipastikan bahwa tangan Near tidak akan sembuh dengan waktu dekat.
"Hehehe...iya. Kanna tadi sudah pulang tapi...." Ardi tampak ragu mau bilang seseatu kepada Near.
Near tahu dengan apa yang akan dibilang Ardi. Tidak ingin membuatnya merasa bersalah Near memaksakan dirinya untuk tersenyum.
"Tidak apa-apa kok. Aku sudah tahu bahwa Kanna masih lupa.." tampak Near memaksakan dirinya untuk tersenyum. Saking jelasnya Near memaksakan untuk tersenyum, Ardi bahkan tahu seketika itu juga.
Semakin merasa bersalah Ardi, karena Near berusaha untuk tidak mempermasalahkannya tapi dirinya malah membuatnya semakin sedih.
Mencoba untuk mencairkan suasananya Ardi langsung mnghampiri Near.
"Bagaimana dengan kondisi para penjahat itu." Tanya Near yang masih belum tahu padahal sudah seminggu tapi ketika Near tanya itu kepada orang tuanya selalu tidak dijawab atau dialihkan pembicaraanya.
"Apakah kamu masih belum tahu??" Tanya Ardi kaget bahwa Near masih belum tahu padahal sudah seminggu lebih Near siuman.
"Ketika aku tanya kepada ibuku selalu dihentikan atau dialihakan pembicaraanya. Bahkan aku juga dimarahi. Jadi kesel aku tidak tahu apa-apa" Near dengan judes memberitahu kenapa dirinya tidak tahu sampai sekarang.
"Tapi betul juga dengan orang tuamu karena kamu harus istirahat dan tidak perlu memiirkan hal-hal yang tidak penting" Ardi memberikan alasan yang logis kenapa orang tua Near tidak memberitahu.
"Betul juga sih. Tapi aku sudah sembuh sekarang. Jadi tolong katakan ya.."tampak mata Near berkaca-kaca memelas kepada Ardi.
Tidak tega dengan permintaan Near, Ardi mulai menjelaskan situasi para penjahat. Yang mana para penjahat itu akan menerima hukuman berat karena telah melakukan tindakan berbahaya.
"Hmm...semoga saja mereka tidak melakukan kejahatan lagi " Near berharap, setelah mengingat bos penjahat yang menjadi seperti itu karena ingin melindungi temannya.
"Tenang saja... mereka tidak akan mengulanginya" ucap Ardi seolah sudah tahu.
Near masih bingung dengan maksut Ardi. Ardi dengan tersenyum menceritakan.
FLASHBACK ON
Ketika para penjahat itu sudah diadili dipengadilan mereka akan dibawa kepenjara selama masa hukuman yang sudah diputuskan oleh hakim.
2 hari setelah hukuman telah ditentukan. Ardi mengunjungi bos penjahat di penjara.
******
Tampak Ardi sedang menunggu diruang tunggu dipenjara itu. Setelah sekian lama menunggu datang bos penjahat duduk.
"Hmm(tersenyum)....tenang saja kok. Dia orangnya tangguh kok jadi tak lama nanti dia akan segera bangun. " ucap Ardi yang tidak merasa kesal dengan bos penjahat karena telah membuat Near masuk kerumah sakit, melainkan Ardi tampak prihatin.
"Maafkan aku. Telah membuatnya begitu." Ucap bos penjahat menunduk merasa bersalah dengan apa yang telah dilakukannya.
"Sudahlah tidak apa-apa kok. Ini juga salahku karena meninggalkannya" Ardi menegaskan kembali bahwa dirinya tidak masalah.
"Tidak, apa yang kamu lakukan adalah yang tepat. Karena bisa saja jika kamu disana maka akan ada banyak korban" bos penjahat masih merasa bersalah dalam hatinya.
Suasana menjadi canggung karena tidak ada yang akan dibicarakan lagi. Tiba-tiba petugas penjaga datang memberitahu.
"Maaf waktu berkunjung anda sudah habis."
Bos penjahat beranjak berdiri mengijuti petugas. Tapi sebelum pergi bos penjahat.
"Terima kasih telah menyadarkanku dengan tindakan berani kalian. Aku tidak akan melupakan perjuangan kalian seumur hidupku. Aku tidak akan kembali kejalan yang buruk ini " ucap boss penjahat yakin lalu beranjak pergi meninggalkan ruang tunggu.
"Hmm(tersenyum lagi)... menyadarkan ya " Ardi tersenyum karena telah membuat bos penjahat kembali jadi baik.
FLASHBACK END
Near sepertinya tidak terkejut lagi dengan cerita Ardi.
"Apakah kamu tidak terkejut.." tanya Ardi.
"Tidak karena pada waktu terakhir berbicara dengan bos penjahat itu. Aku sudah tahu bahwa dia akan kembali kejalan kebaikan..." ucap Near tersenyum sambil memandang langi biru.
"Sepertinya begitu." Ardi membenarkan ucapan Near.
(Kanna, sesuai janjiku dulu. Mungkin aku akan pergi menjauh karena rasa sakit dihati ini. Tapi walapupun kau tidak mengingatku, aku akan tetap membantumu) dalan hati Near meneguhkan hatinya sebelum waktu bertemu dengan Kanna.
********
Ditempat lain yaitu kediaman rumah Kanna. Kanna sekarang sampai dirumahnya setelah perjalanan panjang.
"Hahhh(merenganggkan tubuhnya)... akhrinya aku bisa pulang kerumah " Kanna tertawa bahagia.
"Sudahlah ayo kita masuk kamu harus istirahat besok kan mau sekolah " tegur ibunya ke Kanna.
"Iya ibu." Ucap malas Kanna.
"Apa kamu yakin mau kembali kesekolah besok apa tidak lusa saja. Besok bisa kamu pakai istirahat" tanya ayah Kanna khawatir.
"Tidak, aku ingin segera bertemu dengan temanku(Ardi) lagi " Kanna tersenyum tidak sabar lagi menunggu esok.
Ayah dan ibu Kanna saling menatap. Mereka mencoba untuk tidak terlalu mempermasalahkannya tapi mereka masih tetap khawatir dengan kondisi Kanna sekarang.
"Kanna kamu istirahat saja dikamar lalu jangan lupa sebelum itu persiapkan peralatan yang akan dibawa besok " ibu Kanna mengingatkannya.
"Iya ibu " berbeda dengan sebelumnya Kanna sekarang bahagia karena bisa sekolah lagi.
Kanna memasuki kamarnya, dengan terburu-buru dia menyiapkan untuk pelajaran besok. Tapi ada satu tulisan ditembok yang menarik perhatiannya. Sebuah kertas besar yang mengatakan bahwa aku memiliki masalah pada ingatan dan harus membaca buku harianku.
Kanna bingung dengan apa yang tertulis kertas tersebut. Melihat bahwa dirinya mempunyai sebuah masalah dengan ingatannya Kanna tidak janggal akan hal itu karena ibunya pernah memberitahu dirinya pagi ini bahkan setiap hari dirumah sakit. Tapi ibunya tidak pernah menjelaskan tentang buku hariannya yang ada ataupun membawanya.