REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 176



Kanna akhirnya bisa tenang kembali setelah beberapa menit menangis dengan keras. Near mulai melepaskan pelukannya dan mulai menatap Kanna dengan penuh haru. Near menghapus sisa air mata yang ada wajah Kanna dengan ibu jarinya.


Kanna mulai sadar apa yang sedang terjadi, Kanna dengan cepat berpaling menjauhkan tangan Near dari wajahnya.


"Siapa kamu kenapa kamu bisa mengenalku "tanya Kanna curiga.


Near sempat terkejut....tapi Near sudah menduga hal tersebut.


"Tenang saja aku adalah Near temanmu " ucap Near tersenyum.


"Eh...."


Kanna yang awalnya berpaling, setelah mendengar nama Near. Entah kenapa hal itu membuat hati Kanna menjadi sesak dan seolah mau menangis melihat kearah Near, tapi Kanna sendiri tidak tahu perasaan apa itu.


(Siapa dia, kenapa aku ingin menangis didekatnya? ) Ucap Kanna bertanya-tanya dalam hatinya.


************


"Udah, jangan dipikirkan. Aku hanya teman sekelasmu saja. Hanya itu saja " ucap Near bersikap tenang dengan tersenyum.


"Jadi kenapa kau berteriak memanggil ku tadi. Ada perlu apa denganku " ucap Kanna penuh curiga.


"Tidak ada apa-apaapa, lagian kenapa kau lari tadi. " Tanya Near balik


"Eh, aku tadi.... " Kanna terkejut tidak bisa menjawab apa-apa sekarang.


Near tersenyum dan mulai menggenggam tangan Kanna untuk kembali keruangan klub.


"Dah jangan dipikirkan. Sekarang kamu kembali keruangan klub, ada yang harus kau dengarkan sekarang disana. Jadi ayo pergi kesana. " Ucap Near menarik lengan Kanna untuk mengikuti nya.


Tapi Kanna tidak mengikutinya, ia menahan lengan Near untuk tidak pergi kembali keruangan klub. Kanna tampak menunduk tidak ingin kembali keruangan klub saat itu. Near menyadari hal itu.......


Dengan tenang ia mencoba membujuk Kanna agar ia mau kembali keruangan klub yang kemungkinan bisa menyembuhkan soal ingatan yang hilang setiap hari.


**************


Near berbalik menatap Kanna....


"Aku tau apa kenapa kau lari tadi. " Ucap Near memegang lengan Kanna.


"Eh... Kenapa kamu" Kanna terkejut kenapa Near bisa tahu soal dirinya.


"Tidak perlu kau tahu aku dari mana. Tapi ada yang ingin aku sampaikan padamu. Tidak apa-apa jika kamu takut, aku mengerti. Tapi sampai kapan kau terus menghindar, ini bukan serangga yang bisa saja menyuruh orang lain untuk membuang masalah tersebut. Tetapi ini masalah yang lain, dan jika kau tidak menghadapinya sekarang. Kau akan terus menjadi seperti ini terus dan selamanya. " Ucap Near mencoba membujuk Kanna.


"Aku tau kau dalam lubuk hatimu kau ingin kembali menjadi orang biasa. Seperti halnya orang lain yang bisa bercanda dengan temannya dan pulang sekolah bisa pergi bersam teman yang lain juga. Aku tau kau ingin kembali mengalami hal tersebut dan temanmu ini juga ingin seperti itu. Oleh karena itu aku berlari memanggil mu tadi. Aku ingin kau mengerti, semua orang juga berusaha untuk membuatmu kembali seperti Hana dan Ardi. Jadi tolong lah kembali dan dengarkan apa yang ingin dibicarakan oleh Andi.... " Ucap Near.


Kanna mulai mengangkat wajahnya dan melihat Near dan ia mulai menangis.


"Aku ingin kembali, aku menjadi Kanna yang biasa. Aku ingin menjadi Kanna yang bisa mengingat teman-temannya dan berbicara dengan teman-temannya. Tapi aku takut akan membuat mereka kecewa" Kanna menangis keras.


Near melihat hal itu ia mencoba membuatnya tenang kembali. Ia memeluk Kanna dengan lembut.


"Aku mengerti itu, tapi kau tenang saja karena aku disini. Aku akan selalu disisimu ketika kau takut. Jadi ayo kita dengarkan apa yang ingin Andi bicarakan. Aku mohon padamu percayalah padaku kali ini saja "


"Terima kasih " Near merasa senang karena Kanna mau mendengarkannya saat itu.


**************


Near dan Kanna akhirnya pergi keruangan klub untuk mendengarkan Andi dan Nita yang sudah berada didalam mau bertemu dengan Kanna. Saat berada didepan pintu ruangan klub, Kanna ragu lagi. Tapi Near dengan tenang memegang tangannya dan mengajaknya masuk.


Near akhirnya membuka pintu ruangan klub. Didalam sudah ada Andi, Nita , Hana dan Ardi. Near dan Kanna masuk kedalam ruangan.


"Maaf, menunggu lama..... Aku sudah tahu alasan kedatangan Andi datang kesini. Jika kau tidak keberatan bolehkah kami mendengar kan juga. " tanya Near kepada Andi


"Baiklah.... " Ucap Andi setelah berfikir lama.


"Terima kasih atas pengertiannya..." Ucap Near tulus.


Mereka semua akhirnya mulai duduk dan mencoba saling berbincang.


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan " tanya Ardi


"Bukan, aku yang akan berbicara. Tapi dia(Nita) yang akan menceritakan sesuatu kepada kalian semua " ucap Andi


Mereka semua akhirnya mulai melihat Nita, kecuali Kanna. Dia menunduk sedih, ia tidak mau melihat Nita sama sekalipun.


Setelah mengambil nafas dan membulatkan tekadnya Nita mulai berbicara.


"Sebelum aku bercerita, ada yang ingin aku sampaikan kepada Kanna terlebih dahulu " ucap Nita melihat Kanna.


Kanna masih menunduk terdiam dan tampak sedih. Near melihat itu, dai mencoba menggenggam tangan Kanna tanpa diketahui orang lain. Kanna agak terkejut tangannya digenggam, dia melihat Near dan dia sedikit mulai tenang. Ia akhirnya mulai mengangkat wajahnya sedikit.


***************


"Maafkan aku Kanna " ucap Nita menunduk penuh penyesalan.


Kanna agak terkejut dengan ucapan maaf tersebut. Hal itu membuat Kanna mulai mengangkat wajahnya dan mencoba melihat Nita.


"Sebenarnya yang terjadi pada saat itu...." Ucap Nita mulai menceritakan...


-----------Flashback----------


Andi dan Kanna adalah teman masa kecil. Mereka selalu bersama sejak kecil sampai dan masuk sekolah yang sama. Hal itu membuat Andi memiliki perasaan khusus untuk Kanna. Disekolah, dengan Kanna yang cantik dan Andi yang tampan hal itu membuat banyak orang iri.


Murid laki-laki yang ingin mendapatkan Kanna dan murid perempuan ingin mendapatkan Andi. Dengan perasaan ingin memiliki Andi atau Kanna, mereka satu persatu mencoba menghancurkan hubungan baik mereka. Tapi tidak ada yang berhasil malah hubungan mereka semakin erat tips harinya.


Hingga suatu hari


Andi akan pindah sekolah beberapa hari lagi karena masalah pekerjaan ayahnya. Hal itu membuat murid perempuan sedih dan murid laki-laki senang karena tidak ada penghalang lagi.


Murid-murid perempuan mencoba untuk mengajak Andi untuk pergi bersama mereka untuk hari terakhir mereka. Tapi Andi menolak dan ia memilih menghabiskan waktunya bersama dengan Kanna. Hal itu malah makin membuat mereka makin kesal dengan Kanna. Mereka kemudian merencanakan sesuatu bersama untuk membuat hubungan mereka buruk. Murid-murid perempuan tidak ingin Andi dimiliki oleh Kanna, karena rasa kesalnya terhadap Kanna sudah besar.


Murid-murid perempuan juga mengajak murid laki-laki untuk menghancurkan hubungan mereka. Awalnya mereka tidak mau tapi karena beberapa hasutan kalau Kanna masih akan menyukai Andi bahkan setelah kepergiannya. Hal itulah yang membuat mereka ikut ikutan untuk menghancurkan hubungan mereka