REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 162



Near menatap kosong Andi, Near tidak memberikan respon Andi pada saat itu.


Andi: "Aku tau kau tidak mau berbicara denganku, aku pun begitu. Tapi aku hanya mau tanya kepadamu tentang 1 hal. Kenapa... Kenapa kau bisa tahu tentang semuanya? "


Near yang sedari tadi diam, sekarang ia mulai berbicara.


Near: "Hahhh(menghela nafas), kau bilang aku tahu semuanya. Kenapa kau bisa bilang begitu? "


Andi: "Karena kau menceritakan, bahwa Kanna kecelakaan waktu itu. Jadi aku tebak kau pasti tau apa yang terjadi mengapa kami berpisah kan "


Near: "Entahlah aku tidak tau, aku hanya menebak saja"(Near mencoba untuk kabur dari Andi)


Near mencoba berjalan pergi, ia mencoba menghindari topik tersebut. Karena ia tidak bisa bilang kalau dirinya melihat kejadian tersebut melalui Jam yang bisa melihat masa lalu.


************


Tapi ketika Near mencoba untuk kabur, tiba-tiba Andi mengucapkan kata yang membuat Near berhenti untuk berjalan.


Andi: "Jadi benar, kau tahu hal itu dari Kanna. Hah(Senyum menghina), Cewek itu hanya bisa menipu semua orang "


Near langsung berbalik dengan perasaan yang marah. Ia dengan cepat menghampiri Andi dan mengangkat kerahnya tinggi-tinggi.


Near: "Sebaiknya kau tarik kembali ucapanmu itu atau kau akan menyesal selama hidupmu " (Near menatap tajam Andi)


Andi: "Kalau gitu beritahu darimana kau tahu kejadian tersebut "


Near langsung melepaskan kerahnya, dan ia mulai tenang kembali. Ia lalu berbalik membelakangi Andi


Near: "Kau akan mengetahui hal tersebut nantinya. "


Andi: "Bagaimana aku akan mengerti keadaan Kanna. Jika aku tidak tahu apa yang terjadi "


Near: "Kau pasti akan mengerti jika sudah saatnya, apalagi aku ingin kau menyesali perbuatanmu kepada Kanna kemarin. Hal itulah yang kau dapatkan jika tidak berfikir dulu dan satu hal lagi, aku tidak akan memberitahu seseorang yang bahkan tidak berusaha mencari nya sendiri jawabannya. Dah, aku pergi dulu. Aku harap kau renungkan ucapanku tadi "


Andi: "......."


Andi tidak bisa bilang apa-apa. Ia tidak bisa mebalas perkataan Near tadi. Dia juga tidak tahu harus mulai dari mana untuk menemukan kebenaran tentang masa lalunya tersebut.


Bel masuk berbunyi


Andi akhirnya kembali kelas karena tidak menemukan jawaban yang di inginkan ya dari Near.


Harapan terakhir ia ingin bertanya langsung dari Kanna setelah sepulang sekolah. Tapi ia mengurungkan niat itu, karena saat penghapus Andi jatuh waktu pelajaran berlangsung. Kanna mengambilkannya dan memberikan pada dirinya seolah ia dia tidak ingat betul kejadian tentang dirinya yang mengolok-olok nya.


Apalagi ia memberikan nya kepada Andi seolah, Kanna belum bertemu dengan dirinya. Oleh karena ia tambah yakin kalau Kanna tidak berpura-pura.


**********


Sepulang sekolah Andi langsung berbaring dikasurnya dengan penuh kebingungan


Andi: "Aku harus bertanya kepada siapa lagi. Siapa yang akan memberitahu ku kejadian yang sebenarnya...." Gumam Andi menatap langit-langit diruangan nya.


Tiba-tiba Ibu Andi memanggilnya untuk segera berganti pakaian dan segera makan. Sontak Andi langsung mengambil pakaian ganti dan segera melepaskan bajunya.


Andi: "Eh...apa ini"


Tapi disaku bajunya ada sebuah kerta. Dirinya tidak ingat kalau menyembunyikan kertas disaku bajunya. Dengan penuh penasaran Andi membuka kertas itu.


Ternyata isi kertas itu adalah alamat rumah Kanna sekarang, dan itu tertulis jelas dalam kertas tersebut.


Andi: "Siapa yang memberikan ini padaku "


Tiba-tiba ia teringat dengan Near yang sempat menarik kerahnya tadi. Ia yakin kalau Near lah yang menyelipkan kertas ini disakunya. Dengan penuh haru ia mulai tersenyum kembali.


Andi: "Terimakasih Near "


----------------------


Besok pagi


Andi langsung berangkat pagi-pagi sekali. Ia berencana untuk mencari rumah Kanna. Ia pergi berkeliling mencari rumah Kanna hingga siang.


Andi memang berniat membolos pada hari itu. Karena ia sudah menyiapkan baju ganti untuk mengganti seragamnya.


Hingga suatu waktu, ketika Andi masih mencari sebuah rumah. Tiba-tiba ibunya Kanna datang dari belakang.


Ibu Kanna: "Apa kamu mencari sesuatu. "


Ibunya Kanna: "Eh...bukannya kamu Andi. Kamu sudah besar ya. Kenapa kamu disini "


Andi: "Begini Tante ada yang ingin kutanyakan soal Kanna "


Ibunya Kanna: " Baiklah kamu mau tanya apa"


*************


Andi menanyakan perihal kejadian Kanna yang mengalami kecelakaan. Ia ingin tahu apakah itu lah yang membuat Kanna tidak bisa menemuinya pada hari itu. Oleh karena itu ia menanyakan detail seperti tanggal dan pukul berapa ia kecelakaan.


Dan ibunya Kanna menceritakan kejadiannya tanpa kebohongan apapun. Hal itu membuatnya terkejut karena ia masih ingat dengan apa yang telah ia lakukan pada Kanna waktu itu.


Ibunya Kanna: "Jadi kenapa kamu tanya soal ini? "


Andi: "Ah tidak, Tante aku hanya dengar dari teman-teman kalau Kanna mengalami kecelakaan waktu itu. Makanya aku mencari tahu kebenaran nya dan datang kesini. "


***************


Waktu sudah sore Andi sekarang berada di taman. Ia merenungkan perbuatan nya kepada Kanna. Ia sekarang menyesal telah membuat sakit Kanna malah menjadi lebih buruk.


Andi: "Apakah aku masih bisa menjadi temannya. Apakah aku masih pantas untuk berdiri disampingnya setelah semua kejadian itu " (Andi menunduk sedih )


Tiba-tiba Near datang didepannya.


Near: "Apa kau sudah menyerah dengan Kanna "


Andi melihat keatas, melihat kearah Near.


Andi: "Kamu benar, aku akan menyesali perbuatanmu. Aku sudah tidak berhak untuk berada disampingnya apalagi menyebut dia sebagai teman. Apalagi ia sudah tidak mengingatku "


Near: "APA HANYA SEGINI KAU SUKA KEPADA KANNA. BIAR AKU BERITAHU KEPADAMU. KAU ITU HANYA TAKUT UNTUK DILUPAKAN OLEH KANNA. HINGGA KAU MEMBUAT ALASAN SEPERTI ITU. KAU TAHU, IA JUGA TIDAK MENGINGATKU " (Near menarik baju Andi dan membenturkan kepalanya dikepala Andi dengan keras karena tidak bisa menahan amarahnya)


Near mulai menjauhkan kepalanya dan semakin sakit hatinya mengingat kenangan tentang dirinya dan Kanna.


Near: "Apa kau tidak tahu rasanya sakit melihat dan mendengar kalau ia tidak ingat diriku. Ia selalu bertanya-tanya siapa diriku, hal itu membuatku semakin sakit. "


Andi mulai mengerti apa yang dikatakan Near itu.


Near: "Tapi....apa kau tahu. Ketika melihat matanya, aku tahu dialah yang paling sakit hati dan ketakutan saat bertemu orang. Ia bingung, ia tidak bisa bertanya siapapun, ia takut merepotkan orang-orang. Aku tahu itu...., diantara kita berdua dialah yang paling sakit dan merasa bersalah karena tidak mengenal kita berdua. Tapi ia tidak pernah menyerah, ia selalu bangun pagi untuk melihat buku catatan hariannya setiap hari agar ia tidak melupakan kita "


Near mulai melepaskan genggaman nya dibaju Andi dan ia mulai mundur sedikit. Ia langsung membungkuk memohon kepada Andi.


Near: "Aku tahu ini akan merepotkankan mu. Tapi aku mohon jangan menyerah untuk menyembuh Kanna . Aku yang akan bertanggung jawab"


Andi: "........Tentu saja" (Setelah beberapa lama diam dan berfikir, Andi mulai mengambil respon)


Near tersenyum mendengar itu begitu dengan Andi. Mereka akhirnya bekerja sama untuk menyembuhkan Kanna.


***********.


Dibalik itu ada yang melihat dari kejauhan yaitu Ardi. Tampaknya ia mengikuti Near tadi.


Ardi: "Hmmm...bodoh " (Ardi tersenyum dan berbalik pergi)


Tampaknya Andi telah mendengar percakapan mereka dari awal.


----------- Preview -----------


Dihari yang sama ketika Ardi bolos sekolah.


Bel masuk sekolah berbunyi, Near melihat Andi tampaknya tidak masuk sekolah. Near mulai mengingat kertas alamat Kanna yang ia selipkan disaku bajunya Ardi.


Near: "Hmmm, sepertinya ia tidak sabaran ya. Sampai pergi kerumah Kanna sekarang "


**********


Pulang sekolahnya


Near langsung pergi kerumah Kanna untuk menengok bagai mana perkembangannya. Saat itu Ardi melihat Near pergi dengan tergesa-gesa oleh karena itu ia mengikuti nya.


Tapi tampaknya Andi tidak ada disana. Oleh karena itu ia memutuskan untuk melihat tempat sekitar apabila Andi baru aja pulang.


Near berkeliling dan kebetulan melihat Andi ditaman. Oleh karena itu ia mencoba menghampirinya. Begitu dengan Ardi ia masih mengikuti Near dari belakang. Tapi ia hanya melihat dari jauh selagi mendengar Near dan Andi berbicara.