REPEATING TIME

REPEATING TIME
Near Bertemu Dengan Ardi, Setelah Kanna Pergi



Terasa waktu berjalan, Kanna memilih untuk pulang setelah menangis begitu lama. Tampak matanya merah karena terus menangis.


Kanna menghela nafas beranjak berdiri. Kanna melihat-lihat sekeliling lagi, dalam hatinya ia berharap bahwa Near benar-benar tidak pergi. Merasa urusannya sudah selesai Kanna berbalik pergi.


"Selamat tinggal " Kanna melangkah pergi.


Near masih bersembunyi, mendengar Kanna mau pergi. Dia berusaha melihat kepergian Kanna untuk terakhir kalinya. Tapi karena tempat dia bersembunyi sekarang tidak bisa melihat Kanna pergi.


Jadi dengan sedikit mengendap-endap ia menunjukkan dirinya sendiri berusaha melihat Kanna pergi untuk terakhir kalinya.


Tapi dengan cepat Near bersembunyi lagi karena tiba-tiba Kanna berbalik melihat kebelakangnya. Near menjadi deg-degan melihat Kanna berbalik tiba-tiba.


"Hahhh " helaan nafas Kanna melihat lokasi belakang sekolah.


Kanna masih belum tahu kalau Near ada disekolah. Bahkan ketika ia berbalik secara tiba-tiba, untungnya Near cepat tanggap untuk sembunyi. Sehingga Kanna tidak tahu kalau ada seseorang sedang mengawasinya.


Dengan mata berkaca-kaca Kanna melihat-lihat kembali kebelakang. Sehingga akhirnya Kanna kembali berjalan pulang.


Berbeda dengan sebelumnya Kanna sekarang benar-benar pergi dan Near akhirnya bisa menunjukkan dirinya. Dengan perlahan-lahan ia mengikuti langkah Kanna.


Tampak Kanna menunduk melewati kelasnya dia sebentar melihat tempat duduknya. Dia tersenyum mengingat yang tertulis dibuku hariannya.


Near mengikuti Kanna dengan jarak yang jauh, dia tersenyum melihat Kanna berjalan. Dan saat Kanna berhenti ia pun juga ikut berhenti.


Kanna teringat yang tertulis dibuku hariannya, dia berpura-pura untuk tidak mengenal Near padahal dia sering melirik Near untuk mengingat wajahnya.


"Semoga saja itu bukan dirimu Near yang bernama Riko tadi " bibir Kanna merengut menahan tangis mengingat perkataan Near yang menyamar jadi Riko tadi.


Kanna melanjutkan langkahnya untuk pulang, Kanna sengaja untuk melambatkan langkahnya karena dia hatinya tidak bisa meninggalkan sekolah.


***********


Mau sampai digerbang sekolah Near berhenti mengikutinya ia memilih tempat dimana ia bisa melihat Kanna sedangkan Kanna tidak bisa melihat dirinya ditempat itu.


Near tersenyum melihat kepergian Kanna. Terlihat Kanna mulai berhenti lagi untuk melihat kembali sekolahnya dan akhirnya memilih untuk pergi.


Kanna sekarang benar-benar pergi kembali pulang tanpa menengok kebelakang lagi. Near menghela nafas pergi kebelakang sekolah, tampak ada kehampaan dihatinya.


Near sedang menunggu seseorang dibelakang sekolah. Siapa lagi kalau bukan Ardi, Ardi datang dari kejauhan dengan santai menghampiri Near yang menunggu.


Ardi langsung berdiri disamping Near yang sedang melihat awan biru. "Yo(sapa Ardi), kenapa kita harus ketemuan disini "


"Itu karena..." Near tampak ragu-ragu menjawab.


Melihat Near ragu-ragu menjawab, dalam pikirannya ia berfikir kalau alasannya pasti hal yang sedih. Karena beberapa hari ini mereka bertiga dilanda kesedihan maka Ardi menarik pertanyaanya.


"Kalau kamu gak ingin jawab gak masalah kok " Ardi dengan cool tidak ingin jawaban Near.


"Maaf " Near menunduk sedih.


"Tidak apa-apa pasti alasan itu, sangat membuatmu sedih. Jadi tidak perlu menjawab kalau gitu." Ardi mencoba bersikap baik.


"Bukan itu, aku tadi meminta maaf bukan karena tidak ingin menjawabnya tapi karena aku hanya tahu tempat ini saja untuk bertemu denganmu " Near tersenyum polos.


"Hehehe gitu ya" Ardi terkejut dengan jawaban Near.


(Hah percuma aku khawatir padamu. Tapi memang sih kalau jawaban Near tadi sedih, sialnya dia kan tidak ada teman jadi dia jarang bepergian. Tapi pikirku jawabanmu itu, bagaimana gitu...tidak sesuai harapan.) Ardi dalam hati kesal menatap Near.


"Jadi apa yang membuatmu memanggilku kesini? " tanya Ardi menghiraukan ucapan Near barusan.


"Emm... itu. Aku hanya ingin bertanya kepadamu saja " jawab Near.


"Hahhh(terkejut), bukannya kamu bisa kirim pesan lewat handphone kalau itu. Kenapa repot-repot mengajakku." Ardi terkejut bukan main karena ia menganggap Near sedang bercanda dengan dirinya.


"Kalau gitu apa pertanyaanmu." Tanya Ardi balik, dia tidak bisa membantah mendengar kata-kata Near.


"Apakah kamu akan menjaganya dengan baik." Tanya Near tiba-tiba.


"Eh, apa maksudmu " Ardi tidak mengerti maksut Near.


"Apakah kamu akan menjaga Kanna dengan baik." Tanya Near menjelaskan lagi.


Bingung dengan maksut Near, Ardi hanya bisa menjawab iya tanpa mengetahui maksut sebenarnya.


"Emmm...iya seperti itulah " Ardi jawab asal-asalan.


"Okelah kalau gitu. Terima kasih telah datang " Near menunduk tulus kepada Ardi.


"Hahhh...hanya itu doang yang kamu tanyakan " Ardi terkejut dan marah karena merasa telah dipermainkan oleh Near.


"Iya memang gitu. Apa lagi yang bisa kau tanyakan." Near menjawab kikuk, seolah bodoh.


"Dasar kamu ini." Ardi dengan kesal melingkarkan lengannya keleher Near, dia menekan secara kuat tapi hanya bercanda.


"Aduh, aduh, aduh sakit.." Near berteriak kesakitan walaupun bercanda Near tetap kesakitan dia mencoba melepaskan lengan Ardi dari lehernya.


"Kamu ini kan bisa tanya lewat handphone kenapa kamu repot tanya disini." Ardi menekan secara kuat lagi.


"Aduh, aduh maafkan aku. Aku hanya ingin bertemu denganmu saja " jawab Near dengan kesakitan.


Ardi melepaskan lengannya yang melingkar dileher Near. "Okelah kalau itu alasanmu maka aku maafkan. Tapi kenapa dengan sikapmu ini, seolah kamu akan pergi jauh saja "


"Memang iya " gunam pelan Near.


"Hah apaaa." Ardi tidak bisa mendengar suara Near karena saking pelannya.


"Hahhah...itu besok aku kepikiran mau bolos sekolah " tawa ria Near.


"Apa enak sekali kamu " Ardi mulai melingkarkan lengannya dileher Near, dengan sedikit bercanda ia mulai menekan leher Near.


"Aduh, aduh maaf" Near dengan tawa ria ikut bercanda juga.


Ardi dan Near saling bercanda dan mengerjai masing-masing. Tanpa Ardi sadari bahwa Near nanti akan pergi jauh.


*************


Near dan Ardi akhirnya beranjak pergi mau pulang kerumah. Dalam perjalanan menuju kegerbang sekolah mereka berbincang sedikit.


"Hahhh(berteriak merenggangkan tubuhnya), sekolahnya enak ya sepi begini."ucap Ardi .


"Hmm(mengangguk) iya " jawab Near.


"Apakah Kanna masih belum bisa menerimamu" tanya Ardi tiba-tiba.


"Entahlah sepertinya begitu. Dia masih tidak mau berbicara padaku. Jadi tolong jaga dia besok ya " Near tersenyum tulus.


Ardi tidak bisa menjawab, dia diam menunduk sedih karena tidak bisa membantu mereka Kanna dan Near baikkan.


Tidak lama kemudian mereka berdua telah sampai digerbang sekolah. Seharusnya arah mereka sama untuk pulang tapi karena Near ada urusan maka Near pergi kearah sebaliknya.


"Maaf aku ada urusan jadi aku pergi kearah sana " Near menunduk menyesal.


"Iya tidak masalah. Aku pergi dulu dah." Ardi langsung melangkah pergi kerumahnya tanpa menoleh sekalipun.


Bukannya pergi Near malah kembali masuk kesekolah dengan sedih.