REPEATING TIME

REPEATING TIME
Kemarahan Jarwo



"Ah iya. Tunggu saja disana. Kalau bisa ulur waktu agar polisi datang " ucap Near mulai mengerti situasinya walaupun ia tidak tau penyebab Hana bisa bentrok dengan siswa sekolah lain.


"Iya aku tunggu secepatnya. Aku akan mengulur waktu " Ardi tampak langsung mematikan hp nya dan memasukkan ke tas sekolahnya.


"Iya, aku segera kesana. Tapi tunggu." Ucap Near mau memberi tahu seseatu tapi Ardi sudah terlanjur mematikan hp nya sehinggga Near tidak jadi memberitahu.


"Aduh, dia sudah mamatikan hp nya padahal aku mau memberitahu seseatu. Tapi aku harap ia baik-baik saja " gunam Near yang mulai bernjak berdiri dari tempat tidurnya.


Near mulai mengambil jaketnya dan malangkah pergi keluar rumah. Dalam hatinya ia bertanya-tanya.


(Kenapa Ardi masih ada disana padahal semuanya sudah pulang dari tadi. Apakah ia berniat menemui Hana. Aku tidak boleh kehilangan fokus, aku harus membantu Ardi terlebih dahulu ) Near langsung pergi menuju lokasi Ardi sekarang sambil ia menelpon seseorang yang dapat membantunya.


Ardi pulang telat karena ia harus ikut klub lain. Tapi karena ia tidak bisa fokus selama latihan, makanya guru pengajarnya membiarka Ardi pulang dahulu agar ia bisa istirahat


Sedangkan untuk Hana ia sebenarnya mau menghindari ketemuan dengan Ardi karena ia masih belum bisa menemui Ardi sejak kejadian itu. Dalam pikiran Hana jalan agar tidak bisa ketemuan sama Ardi maka harus pulang lebih lama atau pulang lebih awal.


Jadi Hana memutuskan untuk pulang lebih lama. Tapi niatnya mau tidak ketemu sama Ardi, tapi malah ketemu hari ini.


************


Melihat Hana yang dihadang dan didekati dengan tatapan tajam membuat Ardi makin khawatir. Sehibgga ia langsung mematikan hp nya begitu sudah meminta bantuan.


Ardi tanpa berfikir lama lagi. Ia langsung memasukkan hp nya kedalam tas. Lalu berlari melindungi Hana.


***********


Sekarang dalam posisi Hana.


Hana tampak sedang mengingat-ingat tapi tetap saja Hana masih lupa siapa yang ada dihadapannya.


"Kamu bukan dia, siapa kamu. Aku tidak pernah melaporkanmu" ucap Hana dengan tegas kalau ia benar-benar tidak pernah meihatnya.


"Apakah kamu tidak ingat aku, aku yang kau laporkan dahulu " Siswa sekolah lain tadi ngotot agar Hana ingat.


"Tidak, kau berbeda sekali dengan yang Ardi lawan dahulu " ucap Hana setalah mengingat-ingat masa smp nya.


Walaupun sedikit tidak mengingat, tapi Hana masih ingat dengan jelas wajah yang dilawan Ardi dahulu.


***********


"Bukan itu maksutku, aku adalah orang yang lari saat itu. Aku sudah lari kenapa kalian masih melaporkanku " bentak siswa itu sedikit tidak terima mendapat perlakuan seperti itu pada saat smpnya.


"Eh,ehhhhhhh(terkejut). Jadi kau yang lari saat itu." Hana terkejut tidak menduga bahwa yang membalas dendam malah yang lari.


"Kau mungkin merasa kaget tapi yang lain tidak mempunyai niat balas dendam sama sekali. Tapi aku jarwo tidak akan dengan mudah menyerah " Siswa sekolah lain itu mengepal tangannya menahan kesalnya mengingat kedua teman yang dulu.


FLASHBACK ON


Saat mereka sudah dilaporkan ke guru mereka. Tampak ketiga itu mendapat hukuman dirumah dan juga disekolah.


"Aku mengumpulkan kalian berdua disini mau membicarakan suatu hal yang penting. Ini mungkin aka sangat serius jadi dengarkan.." Pemimpin mereka menunduk mengenggam tangannya.


Mereka berdua mendengarkan dengan seksama apa yang alan dibicarakan pemimpinnya.


Dalam hati jarwo sangat kesal karena mereka sudah lari saat itu tapi kenapa ia ikut dalan hukuman. Mendapat perlakuan itu hati jarwo jadi kesal dan ia berniat untuk melakukan balas dendam.


Dengan serius jarwo mulai mendengarkan perkataan sang pemimpin, dalam hati kecilnya ia berharap kalau pemimpinnya itu akan kembali melakukan kejahatan dan membalaskan perbuatan Hana dan Ardi kepada mereka selama ini.


"Dengan ini saya sebagai pemimpin akan membubarkan geng ini. Terima kasih atas kerja kerasnya dan mohon maaf telah mendadak membicarakan ini " pemimpin geng tersebut menunduk menyesal.


Kedua anggotanya sangat terkejut dengan berita pembubaran mereka.


"Eh, ini tidak mungkin kan boss " ucap jarwo seolah tidak terima kalau mereka bubar begitu saja


"Maaf, tapi ini adalah keputusanku. Saat aku bertarung dengan Ardi aku akhirnya sadar bahwa kebaikan akan selalu menang dan aku hanya seorang yang lemah" pemimpin itu menjelaskan kenapa ia mengundurkan diri.


"Boss, apa bos tidak marah dengan apa yang sudah mereka lakukan kepada kita bertiga. Hei kamu ikut bantu bujuk bos juga dong. Kamu juga tidak terima dengan perlakuan mereka kan " Jarwo membujuk temannya agar ikut membujuk boss juga, untuk tidak membubarkan geng mereka.


"Tidak, ini sudah keputusan yang benar. Aku juga akhirnya sadar bahwa kita harus berubah saat ini juga. " ucap temannya yang sudah berubah


"Eh " Jarwo tidak menyangka kalau temannya juga ikut membubarkan diri.


"Kemarin saat pemanggilan orang tua. Aku melihat kedua orang tua ku menangis dengan apa yang sudah kuperbuat, melihat itu hatiku terasa sakit. Sejak itu aku memutuskan agar tidak membuat orang tuaku menangis dan belajar dengan serius. Ini karena berkat Ardi yang menyadarkanku " teman Jarwo itu menunduk dengan mata berkaca-kaca.


"Kalian berdua " Jarwo merasa frustasi karena kedua temannya tidak memiliki perasaan balas dendam yang sama dengan dirinya.


************


Bermaksut baik teman jarwo itu mulai beranjak berdiri dan memegang pundak Jarwo.


"Sudahlah lupakan masalah ini dan mulai hidup yang tenang. Kami akan selalu ada bersamamu untuk selalu berubah."


"Eh " Jarwo terkejut dengan kata temannya tadi.


Pemimpin tersebut juga beranjak bediri dan memegang pundak Jarwo disisi satunya dengan posisi dimana Jarwo membelakangi pemimpinnya.


"Benar katanya. Kita harus berubah dan berguna untuk masyarakat. Jadi ayo kita berbuat kebaikan selalu, tidak ada gunanya untuk balas dendam karena itu tidak akan ada habisnya" pemimpin tersebut mencoba membuat Jarwo berhenti memikirkan balas dendam.


Tapi karena Jarwo sudah sangat gelap hatinya oleh dendam kepada Hana dan Ardi. Maka ia dibilang berapapun akan tetap keras hatinya.


"Hahhh...kalian berdua sudah terbujuk oleh rayuannya Ardi. Kalian sekarang bukanlah temanku. Aku tidak ingin berteman dengan kalian berdua." Jarwo dengan kesalnya ia melepaskan gengaman mereka berdua dipundaknya dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


*************


"Dasar mereka berdua sudah terjebak dengan tipu daya Ardi. Aku yang belum terkena tipu dayanya harus membalaskan dendam mereka berdua. Awas kau Ardi, aku akan menghancurkanmu dengan anggota geng baruku. Dan tidak lupa juga aku akan mengahncurkan Hana " ucap Jarwo menggerutu pergi meninggalkan kedua temannya.