REPEATING TIME

REPEATING TIME
Riko



"Eh maaf karena telah berbuat tidak sopan dengan menujulurkan lengan kiri begitu kepada seseorang. Mohon dimaklumi karena lengan kananku patah " Near tersenyum canggung menarik lengannya.


"Eh, enggak kok aku sudah tahu. Aku hanya terkejut dan penasaran kenapa lenganmu bisa patah begitu " Kanna sadar kembali dengar perkataan Near barusan.


"Oh, ini. Lenganku patah karena kelalainku, hehehe " Near menjelaskan dengan canggung.


"Oh gitu kukira kamu tertabrak mobil. Oke maaf karrna telah menganggu waktumu " Kanna menyalami paksa tangan kiri Near.


Merasa terkejut dengan salaman tiba-tiba Kanna, Near hanya bisa tersenyum canggung kepada Kanna.


"Oh enggak, aku yang malahan terima kasih telah menemaniku selama ini "


"Oke aku pergi dulu ya " Kana melepaskan tangannya berbalik pergi meninggalkan Near.


"Iya hati-hati " Near melambaikan tangan.


Ketika Kanna berjalan pergi tampak dirinya ingin menanyakan seseatu lagi ke Near. Tidak melewatkan kesempatan ini Kanna berbalik memanggil Near yang mau pergi.


"Tunggu.." Kanna memanggil.


"Eh" Near terkejut karena Kanna tidak jadi pergi.


"Bolehkah aku tahu namamu " tanya Kanna memberanikan diri.


Near terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Kanna. Karena jika dia memberitahu namanya mungkin dia akan ingat dengan tulisan yang ada di buku hariannya. Dalam pikiran Near sekarang, dia bingung ingin memberitahu atau tidak.


Kanna sebenarnya lupa bahwa dalam buku harian miliknya. Tertulis kalau ciri-ciri Near adalah tangannya diperban. Karena keadaanya mendadak dia lupa bahwa yang sedang dihadapannya adalah Near atau bisa juga dia sudah tau bahwa dihadapannya sekarang adalah Near.


"Maaf tiba-tiba menanyakan hal seperti itu " Kanna mengurungkan niatnya karena dirinya merasa tidak sopan menanyakan nama orang yang baru ditemuinya.


"Eh, enggak kok." Near akhirnya memilih untuk memberitahu namanya karena jika tidak dia bisa dicurigai.


"Benarkah, apakah kamu akan memberitau namamu " Tanya Kanna tersenyum berharap lebih.


"Iya, jadi namaku adalah..." Near akhrinya memberitahu namanya dengan ragu-ragu.


Kanna mendengarkan perkataan Near dengan serius. Dengan helaan nafas panjang Near memberitahu namanya yang dia palsu.


"Riko, namaku adalah Riko. Kalau kamu siapa" Near mengulanginya biar jelas terdengar oleh Kanna.


Kanna sebenarnya kecewa karena orang yang sedang dihadapannya bukan Near. Tapi dalam hatinya juga senang karena dia tahu namanya.


"Aku Kanna, salam kenal " Kanna terkejut tapi dia masih bisa menahan senyumannya.


"Salam kenal." Near menunduk memberi hormat.


"Jadi apakah kamu akan kesini lagi minggu ini." tanya Kanna malu sekaligus berharap.


"Mungkin minggu depan aku akan kesini lagi apakah kamu mau bertemu lagi" tanya Near menawarkan,


Near menawarkan untuk ketemuan, karena dia bisa dengan mudah berbicara dengan Kanna tanpa menggunakan identitas sebagai Near.


"He'em "Kanna tersenyum senang karena hari minggu besok dia tidak tiduran saja dirumah.


"Oke minggu depan akan aku tunggu disini " ucap Near riang.


"Oke kalau gitu sampai minggu depan " Kanna berlari riang pulang menuju rumahnya.


"Dah" Near melambaikan tangan lagi.


Melihat Kanna pergi menjauh membuat dirinya bergunam sedih.


"Andaikan saja kita bisa berbicara seperti ini setiap hari " Near berharap.


Near akhirnya melanjutkan kembali mencari bukunya yang dibicarakan dengan Kanna tadi.


*********


Kanna sedang perjalanan menuju rumah. Dengan langkah yang ringan dia bersenandung senang karena dalam pikirannya dia mendapatakan teman baru yang bisa diajak hari minggu.


Kanna melanjutkan langkahnya dengan membawa buku hariannya sampai rumah. Dalam perjalanan kerumah Kanna tampak bahagia karena memiliki teman baru.


Sesampainya dirumah Kanna.


"Aku pulang " Kanna membuka pintu depan dan langsung menuju kedapur.


Tampak ada ibunya yang sedang memasak didapur.


"Selamat datang. Apakah kamu baik-baik saja dijalan" tanya ibunya yang sibuk memasak.


"Iya ibu." Kanna mengambil air dalam gelas.


Kanna langsung meminum air itu karena cuacanya sangat panas hari itu. Selesai minum ia langsung masuk kekamarnya tanpa memberitahu apa yang sudah terjadi hari ini.


Kanna sebenarnya ingin menceritakan kalau ia barusan berada disekolah dan menemukan seseorang disana. Tapi karena ia tidak ingin ibunya terlalu khawatir kalau ia bertemu dengan orang baru, maka dia sembunyikan.


Kanna langsung menulis dimeja belajarnya tentang kenangan bersama Riko atau tepatnya Near. Riko adalah nama samaran Near yang ia gunakan untuk mengelabui Kanna tadi.


Ketika Kanna menulis tentang Riko, saat itulah Kanna mulai sedikit menulis hal tentang Near. Bahkan hanya sedikit yang ia tulis tentang Near.


Hubungan mereka berdua sekarang mulai renggang kembali. Dengan Kanna yang mulai menyerah untuk berbicara dengan Near. Sedangkan untuk Near sendiri dia juga mulai semakin menjauh hingga sulit untuk kembali.


***********


3 Hari setelahnya


Dihari sebelum-sebelumnya Kanna mulai berhenti berbicara dengan Near dan tidak mencoba memanggilnya lagi sesuai dengan rencana Near agar Kanna menjauhinya.


Kanna dan Near saling menjalani jalan yang mereka pilih masing-masing. Walaupun Kanna sering melirik kearahnya hanya untuk mengingat wajahnya saja.


Bel istirahat berbunyi


Tampak Near pergi dengan cepat lagi meninggalkan Kanna yang masih duduk. Berbeda dengan sebelumnya Kanna tampak tidak mengikutinya. Sekarang mereka saling acuh.


"Kanna tolong bantu aku membawa buku ini " wali kelas Kanna memanggil.


"Iya" Kanna bergegas datang memasukkan bekalnya kembali.


Mereka sedang berjalang menuju keruang guru.


"Apakah kamu sudah mendingan saat ini " tanya wali kelas khawatir.


"Emmm " Kanna tampak ragu untuk menjawab karena dia masih belum tahu apakah wali kelasnya mengetahui kalau dia memiliki masalah ingatan sejak Kanna keluar rumah sakit.


"Tenang Bapak sudah tahu kalau kamu memiliki masalah ingatan jadi kalau kamu butuh bantuan bilang bapak." Ucap wali kelas memberitahu.


"Oh iya terima kasih pak." Kanna bersikap sopan.


Sampai keruang guru Kanna langsung mengikuti wali kelas kemejanya. Kanna langsung memberikan buku yang sudah dibawanya.


"Terima kasih ya. Maaf menganggu jam istirahatmu" wali kelas menerima buku yang sudah dibawakan Kanna.


"Iya sama-sama. Saya pergi dulu. Permisi pak" Kanna memberikan salam mau pergi ketemu Ardi dibelakang sekolah.


Tapi sebelum berbalik pergi.


"Eh tunggu. Titip salam kepada Near dan Ardi ya. Sudah lama aku tidak berbicara kepada mereka. Mereka sangat mengkhawatirkanmu saat itu " entah lupa atau belum diberitahu wali kelas Kanna memberitahu Kanna.


Merasa bingung dengan apa yang baru diucapkan wali kelasnya Kanna hanya tersenyum mengangguk.


"Hehhe...iya." Kanna canggung


***********


Merasa janggal dengan apa yang barusan diucap wali kelasnya, Kanna kembali penasaran dengan tulisan terakhir dibuku harian lamanya.


"Kenapa pak guru tadi bilang soal Near. Padahal aku baru saja bertemu dengannya dan Ardi juga begitu baru pertama kali bertemu dengannya " Kanna menggaruk kepalanya bingung dengan yang terjadi.