REPEATING TIME

REPEATING TIME
Rencana besok 2



"Aduuuh" Near jatuh kesakitan


Near melihat orang yang ditabraknya, ternyata dia temannya yaitu Ardi.


"Kamu kenapa sih " Ardi kesal


"Kenapa apanya ?" Tanya Near bingung dengan maksut Ardi


"Segitu kesalnya kamu kepadaku sampai menabrakku. Kalau mau berkelahi bilang saja, kapanpun akan aku layani. Sekarang aku juga bisa, tapi kelihatannya kamu tidak akan sanggup dengan satu tangan " ucap Ardi marah


"Hah(kesal ), aku ayo siapa takut. Meskipun dengan tangan satu aku pasti bisa mengalahkanmu ". Near mengajak


Karena keributan yang terjadi diluar rumah, ibunya datang kedepan untuk mengecek dan ibunya melihat pertengkaran itu. Ibunya Near menjadi marah, segera dia menjewer kuping Ardi dan Near.


"Aduuuuhhh ampun ibu, ampun " Near kesakitan


"Aduhh, aduhhh, maaf tante. Maafkan kami " Ardi juga kesakitan


"Sudah bertengkarnya" ucap ibunya


"Sudahhh " ucap Near dan Ardi dengan memelas


Ibunya melepaskan jewerannya


"Bukankah kalian akan pergi. Tapi kenapa kalian masih disini " Ibunya bertanya


"Itu sebenarnya kami akan pergi tapi..." Near takut untuk menjelaskan


Near dan Ardi mendapat omelan dari ibunya Near yang membuat mereka berdua hanya bisa diam menunduk.


(Sialll, aku mendengar ocehan ibu lagi nih. Padahal aku mau ketemuan sama kanna. Ini gara-gara dia ) ucap Near dalam hati kesal


(Siaalnya aku. kenapa juga aku datang kesini, ketemu dengan dia ini(melirik kearah Near ) membuatku hidupku penuh kesialan ) ucap Ardi dalam hati sedang kesal


Mereka berdua akhirnya saling melirik tajam. Ibunya yang sedari tadi mengomel melihat keduanya yang saling melirik tajam sesegera ibunya Near menjewer kuping mereka.


"Aduuhh...aduh...aduh ibu, kenapa ibu menjewer kami lagi " tanya Near


"iya, kenapa tante menjewer kami lagi " tanya Ardi


"Kalian harus janji agar tidak bertengkar setelah ini " ibunya memperingatkan dengan tegas


"Iya kami janji " ucap mereka dengan memelas


"okee kalian sekarang berbaikan!!! " ucap ibunya Near menyuruh


Near dan Ardi yang sedikit ragu itu mulai menjulurkan lengannya meminta maaf.


"Maafkan aku " Near memelas


"Iya, maafkan aku" ucap Ardi menyesal


Ibunya Near sesegera kembali kedalam rumah setelah membuat mereka berdua berbaikan.


"Ayoo kita pergi dulu dari sini " Near mengajak


"Iyaa.. " ucap Ardi menunduk


Mereka berdua pergi meninggalkan rumah Near, setelah sedikit jauh.


"Hahaha " Near tertawa dan diikuti oleh Ardi


Mereka tertawa bersama dengan keras menyadari kesalahannya masing-masing. Tertawa keras membuat mereka dilihat banyak orang. Menyadari itu segera mereka menghentikan tertawanya dan berjalan cepat untuk menghindari liatan orang-orang. Setelah sedikt berjalan jauh mereka kembali jadi canggung


"Kamu kemana sedang buru-buru itu " tanya Ardi


"Sebenarnya aku sudah menemukan cara agar kanna ingat ketika bangun tidur dipagi harinya " ucap Near


"Teruus kamu mau kerumahnya gitu " Tanya Ardi


"Iya memangnya kenapa " jawab Near heran


"Hehh(memegang kepalanya), masa kamu mau kesana lagi, padahal kita sudah punya pengalaman kesana " ucap Ardi kecewa dengan pilihan Near


"Memangnya kenapa jika aku kesana. Bukankah biasa untuk seorang teman jika berkunjung ke rumahnya " ucap Near yang sedari tadi heran dengan pertanyaan Ardi


"Takut apa.." Near tanya balik


"Hehhh(pusing memegang kepalanya ). Masa kamu lupa kejadian itu padahal aku saja tidak lupa kejadian itu. Kamu mau kerumahnya kanna kan." Ardi keheranan


"Iyaa..."


"Pasti kamu kesana ketemu dengan orang tuanya "


"Iyaaa...memangnya kenapa dengan orang tuanya " Near masih bertanya keheranan


"Haduuhhh IQ-mu berapa sih kok lambat nyadarinya. Apa kamu lupa bagaimana kita selalu dilihat ayahnya dengan tekanan yang bisa membuat kita pingsan " ucap Ardi menjelaskan


"Oooh aku ingat itu. Bodohnya aku sampai lupa hal itu " ucap Near sambil menampar dirinya sendiri


"emang kau bodoh. Gak usah dibilang lagi " Ardi menyindir


Near yang mendengar itu sebenarnya kesal tapi dia tidak ada kata-kata untuk menyangkalnya


"Okee aku pergi dulu, sebenarnya aku mau berdiskusi lebih lanjut soal rencana untuk kanna " ucap Ardi berbalik pulang


"Eh kamu gak mau dengar rencanaku "


"Gak, aku sudah tak mood gara-gara kamu tadi. Besok saja lah, aku juga tak ingin mendengar rencana yang sudah kudengar besok. " ucap Ardi


"Tumben kamu percaya denganku " tanya Near


"Gak aku lihat dari matamu aku sudah tahu bahwa sepertinya rencanamu ini akan berhasil. Dahh " ucap Ardi penuh keyakinan


"dahh...terima kasih telah mempercayaiku, temanku " Ucap Near terharu


********


Hari jum'at, 1 hari sebelum acara perkemahan.


[Ting..tingg..tinggg] bunyi bel istirahat


Near segera berlari ke belakang sekolah tidak sabar menunggu menjelaskan rencananya.


Pertama Ardi datang dengan malas dia berjalan


"wuaah(menguap) cepet amat datang kesini" Ardi menyindir


"Biarlah bukan urusanmu" ucap Near kesal


"Kemana kanna, bukankah kalian seharusnya datang terlebih dahulu daripada aku " Ardi bertanya


"Entahlah, enggak biasanya dia datang kesini terlambat " Near sedikit khawatir


"Tenang saja mungkin dia sedang membantu guru, tapi mumpung dia tidak ada disini aku mau membicarakan hal yang penting " ucap Ardi yang tiba-tiba serius


"Apa itu..tidak biasanya kqmu bicara serius" tanya Near ketakutan


"Belakangan ini merasa seperti sedang diawasi seseorang, dan kabar dari para preman ke-3 belum diketahui sebaiknya kamu hati-hati soal ini. Kita tidak tahu kapan preman itu akan menemukan kita atau mungkin mereka sudah menemukan kita. Kita juga tidak tahu rencana mereka seperti apa dan yang paling membuatku penasaran adalah pria tua yang melaporkan kejadian kita. Bisa saja dia adalah salah satu komplotan itu. Kemarin juga saat kita jalan-jalan sebenarnya aku buru-buru pulang karena aku memiliki firasat ada seseorang yang sedang mengawasi kau harus hati-hati" ucap Ardi serius


Near yang mendengar itu hanya bisa menelan ludah ketakutan.


******


Di lokasi kanna sekarang, dia berada di ruang guru sedang membantu wali kelasnya.


"Apa kamu yakin mau ikut acara ini" tanya pak guru


"He'em(mengangguk), dulu mungkin aku ragu tapi sekarang aku mempunyai teman yang selalu mendukungku. Aku tidak ingin terlihat bimbang didepan mereka yang sudah bersusah payah membantuku sampai sejauh ini" kanna tersenyum


"Baiklah kalau gitu, bagaiman mungkin aku akan melarangmu yang sudah bertekad. Tapi jika kamu mau bantuan dari pak guru kamu bilang saja " pak guru lega


"He'em, aku pamit mau istirahat dulu " ucap Kanna


"Iya silahkan. maaf memotong waktu istirahatmu " pak guru meminta maaf


"Iya gak papa, aku senag bisa membantu orang " ucap kanna


Sebelum kanna pergi, tiba-tiba datang seorang pria tua yang melaporkan kejadian Ardi dan Near. Pria tua tersebut datang menemui pak guru yang sudah dibantu oleh kanna.