REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 149



Setelah hari dimana mereka mendapatkan ruangan baru, tidak terasa mereka sudah dikelas 2 SMA semester akhir. Dalam selang waktu itu mereka berempat telah menghabis kan banyak waktu diruangan tersebut. Mereka membuat banyak kenangan dalam ruangan tersebut. Dimana hari-hari mereka telah dilewati dalam ruangan tersebut. Dan hari setelah Near berada dikelas 2 SMA ia mulai mendapatkan masalah sesuai takdirnya yang akan datang.


***********


Sudah tidak terasa hari telah berlalu. Near sudah menjadi kelas 2 SMA sekarang. Tampak dia sudah mengetahui kalau ada masalah yang akan datang. Setelah diberitahu oleh jam antik. Walau agak samar tampaknya pada kelas 2 Near akan mendapatkan cobaan sesuai kutukan jam antik tersebut.


Near masih belum mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya dan kapan tepatnya kutukan itu akan bermula. Tapi entah kenapa hari itu Near mendapatkan firasat kalau hari adalah hari dimana ia mendapat masalah pada awalnya.


Dengan perasaan yang gugup itu, Near tidak bisa tidur sampai pagi menjelang. Ia memutuskan untuk bangun dan memilih berangkat sekolah lebih pagi. Hal itu membuat orang tuanya heran, tumben kalau Near berangkat lebih pagi dari biasanya. Apalagi pada jam tersebut sekolah masih sepi.


**********


Berbagai pertanyaan diajukan oleh kedua orang tuanya ke Near. Tapi dijawab oleh Near, kalau dirinya merasa baik sekarang hanya saja dirinya banyak pikiran sekarang. Oleh karena itu ia memutuskan untuk pergi sekolah lebih awal dan menenangkan dirinya.


Orang tua Near hanya bisa diam heran. Ada apa dengan Near. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan memutuskan untuk membiarkan saja Near pergi.


***********


Sesampainya di sekolah Near langsung menuju kebelakang sekolah. Diruangan klub-nya sekarang. Sembari berjalan ia mulai merasakan perasaan sedih melihat kelas yang sepi. Dalam hatinya ia bertanya apakah ia akan tetap bisa menikmati momen ini pada hari dimana kutukan jam antik itu terjadi.


Sudah sampai, Ia langsung membuka pintu tersebut dan duduk disalah satu kursi dan menyandarkan punggungnya. Near mendobgak keatas melihat lampu yang tergantu diatas langit-langit ruangan itu.


Ia mulai bergunam bingung "Perasaan tidak enak apa ini?.... apa ini adalah harinya, hari dimana akan ada masalah yang terjadi padaku ".


"Aku harap ruangan yang penuh kenangan ini bisa bertahan. Ini adalah tempat dimana kita bisa berkumpul dan tertawa bersama-sama "


**********


Selagi melihat sekeliling, tidak terasa waktu sudah berlalu dan bel masuk berbunyi. Near segera menuju kekelas untuk mengikuti pelajaran.


Pada pagi hari Ardi, Hana dan Kanna tidak datang ruang klub oleh karena itu Near merenung sendirian tadi sampai bel masuk.


***********


Di kelas 2 ini, Near masih berada dikelas yang sama dengan Kanna. Tapi tempat duduknya berbeda dengan sebelumnya.


Semua murid sudah ada ditempat duduknya. Tampak guru sudah datang dengan membawa seorang murid baru yaitu seorang laki-laki yang tampan. Hal itu sontak membuat murid perempuan mulai berbising-bising senang. Murid laki-laki itu mengikuti pak guru dari belakang.


Setelah pak guru duduk ditempat duduknya. Ia dengan tegas menyruh semua murud diam. Dan memyuruh murid baru itu memperkenalkan dirinya.


Dengan tersenyum murid baru itu mulai memperkenalkan dirinya. Near menghela nafas melihat murid baru itu, dan mulai berbicara dalam hati.


(Apakah dia masalah yang akan datang itu ) Ujar Near tersenyum kaku.