
Near segera bersembunyi dibalik pintu saat dia memulai membuat suara yang begitu keras untuk memancing para penjahat itu. Ketika para penjahat membuka pintu Near dengan sedikit ketakutan dirinya mendekat kedinding. Agar tidak ada yang janggal saat mereka membuka pintu dan Near berharap mereka tidak mengetahuinya bahwa sekarang dirinya berada dibelakang pintu.
*******
Saat para penjahat itu ingin menyerah tidak menghiraukan benda yang tertutup kain dibelakang karena pikiran para penjahat itu, mana ada orang yang dengan bodohnya bersembunyi ditempat yang mudah kelihatan.
Near tidak ada ide lagi untuk membuat para penjahat itu bertahan lagi karena dirinya ingin membuat jalan keluar bagi Kanna dan Ardi lari.
(aku mohon jangan pergi. Aku mohon fokuslah kepada kain hitam itu) Near berharap keajaiban terjadi pada malam itu
Dan benar keajaiban terjadi tiba-tiba sapu yang ada dibelakang kelas itu tiba-tiba jatuh entah kenapa. Mebuat para penjahat itu mulai melirik ke kain hitam yang telah disiapkan Near. para penjahat itu mula berfikir sebaliknya.
********
Near akhirnya bisa bernafas lega mendengar para penjahat itu tidak jadi pergi, tapi Near hanya bisa santai sejenak karena dirinya harus segera megendap-endap keluar untuk memberitahu pada Ardi bahwa situasi berjalan aman dan mereka bisa pergi lari.
Dengan situasi yang membahayakan itu Near menahan nafas untuk mengendap-ngendap dibelakang gerombolan penjahat itu.
(pelan...pelan. berjalanlah pelan) Ucap Near dalam hati menenangkan dirinya agar tidak membuat suara
*******
Dengan keadaan yang sangat ekstrim itu Near akhirnya bisa melewati sekumpulan para penjahat itu tanpa membuat suara. Segera Near memberikan kode pada Ardi yang sedang mengintip diruang sebelah.
Ardi yang melihat kode dari Near dengan segera dia mengenggam tangan Kanna mau membawanya. "Ingat pesanku jangan membuka mata dan ikuti tanganku, apalagi bersuara."
Kanna mengangguk mengerti dengan perkataan Ardi.
"Dan satu pesan yang ingin kukatakan padamu Kanna.." Ardi memalingkan wajahnya dari Kanna melihat Near yang berada didepan memberikan kode.
Kanna penasaran mengapa Ardi memalingkan wajahnya, tapi tidak jadi Kanna katakan.
"Jangan lihat kebelakang..." Ardi sedih mengatakannya karena dia merasakan perasaan bersalah karena meinggalkan temannya yaitu Near untuk menahan para penjahat itu.
Kanna hanya bisa mengangguk heran dengan suara Ardi yang terdengar sedih. Tidak mau melewati kesempatan emas ini Ardi segera menyuruh Kanna menutup matanya dan berlari meninggalkan Near.
Karena tempat Ardi dan Kanna bersembunyi tidak pelu melewati tempat para penjahat itu makanya mereka bisa berlari bebas tanpa takut ketahuan.
Near yang melihat Kanna pergi menjauh, tanpa sadar dirinya tidak bisa membendung perasaanya lagi. Near akhirnya mulai meneteskan air matanya menahan rasa sakit dihatinya.(Selamat tinggal Kanna...)
Ardi dengan rasa sedihnya karena dia harus meninggalkan sahabatnya itu. Tidak ada pilihan lagi Ardi hanya bisa berlari kedepan tanpa menengok kebelakan, Ardi takut jika dirinya melihat kebelakang maka dia tidak bisa melanjutkan lari meminta bantuan.
Tanpa sepengetahuan Ardi, merasa penasaran dalam hatinya. Kanna membuka matanya dan dia melihat kebelakang melanggar perkataan Ardi. Karena mereka sudah berlari jauh dan apalagi waktu sudah malam maka dalam mata Kanna dia hanya bisa melihat bayangan berbentuk manusia bukan sedang melihat Near.
Kanna kebingungan dalam hatinya karena entah kenapa dirinya tidak menganggap bayangan hitam itu sebagai hantu bahkan dirinya merasakan sakit dihatinya dan juga sedih.
Near yang melihat Ardi dan Kanna sudah pergi berlari jauh itu untuk menyelamatkan diri. Near segera megelap air matanya yang menetes deras dipipinya menguatkan dirinya.
Dengan tekad yang kuat itu Near mencoba tersenyum dan segera berlari memancing mereka lebih jauh lagi kebelakang sekolah tempat gedung yang luas.
Dihadapkan dengan banyak penjahat Near tidak patah semangat karena didalam hatinya dia sedikit sepercah harapan bahwa akan ada bantuan yang datang.
Near mulai tersenyum licik memikirkan bagaimana dirinya akan membuat para penjahat itu kalah lagi.
"Waktunya permainan " ucap Near tersenyum senang
Near yang masih berhenti tidak berlari menghindar atau menyerang, sikap Near inilah yang membuat para penjahat itu mulai memelankan langkahnya bingung.
Dalam pikiran para penjahat itu mereka berfikir akan ada jebakan yang datang nanti jika mereka datang untuk mendekati Near.
Memikirkan hal yang sama para penjahat itu berhenti untuk mendekati Near.(kenapa dia tidak lari....emmm mungkin disini pasti akan ada jebakan jika aku kesana)
"Kenapa kalian berhenti...." tanya Near yang seolah-olah telah kalah
Boss penjahat yang melihat Near sedih ketika mereka tidak mendekat. Bos itu dengan tertawanya seolah memegang kartu AS."hhahhaha... jangan pikir kau bisa menipu kami lagi. Kami tahu bahwa kamu telah memasang jebakan disini" bossnya mengejek
Mendengar bahwa rencananya sudah ketahuan membuat Near terkejut seperti telah tersambar petir. Dia menundukkan kepalanya terdiam.
Para penjahat yang melihat Near sedih itu dirinya makin tambah senang saja karena dirinya sekarang bisa menipu balik Near.
"Sebaiknya kamu segera lepas perangkap itu . Entah apa yang telah kau siapkan tapi kamu akan mengurangi pukulan kami jika kamu menyerah ." Boss penjahat itu memberikan tawaran yqng lebih baik ke Near
Near yang mendengar itu sedang berfikir antara memberitahu soal perangkapnya atau tidak, karena jika menyerah maka dirinya tetap akan dipukuli dan mungkin saja perangkap yang telah Near siapkan tidak berpengaruh pada geronbolan penjahat itu.
Ditengah pikiran yang rumit dalam otak Near. Boss penjahat itu tertawa bahagia. Saking bahagianya boos penjahat itu memberikan kesempatan Near bermain dengannya.
"Okelah aku akan memberikan satu pilihan lagi kepadamu" ucap boss itu memberikan kesempatan kepada Near
"A...apa itu " Near ketakutan karena sekarang dirinya berada dalam cengkraman musuh
"Kita akan memainkan sebuah game jika kamu menang maka aku akan mempersilahkan kamu.untuk berlari dari sini dan saat aku menang maka kamu harus datang kesini hentikan perangkapmu " boss penjahat memberikan sedikit keringanan kepada Near
Sebenarnya Near sedikt ragu soal itu dehingga dia meminta waktu kepada boss penjahat.
(Bagaimana ini apakah aku harus ikut atau tidak....) ucap Near dalam hati kebingungan dengan pilihan mana yang lebih baik
********
Ditengah pemikiran Near ada salah satu anak buah yang berbisik protes kepada Bossnya."boss kenapa kamu memberikan kesempatan yang bagus untuknya"
"Tenang saja, mana mungkin aku akan memberikan kesempatan yang bagus seperti itu disaat aku bisa menghabisinya saat ini." Bossnya memberitahukan alasan dengan berbisik
"Tapi boss, kau yang bilang jika dia yang menang maka kau akan membiarkannya pergi "
"hahaha itu, Aku bohong. Aku hanya ingin memancingnya disini agar kita tidak perlu repot-repot untuk keluar dari perangkapnya "ucap boss penjahat berbisik