
"Hmm(tersenyum)....kalau gitu sekali lagi kita serang mereka dengan kekuatan penuh. Kalau gitu apakah kekuatanmu masih ada" Near menangkap lengan Ardi dan mulai berdiri membersihkan dirinya.
"Hahaha, kamu pikir aku siapa yang menyerah begitu saja. Aku masih memiliki senjata rahasia tau." Ardi juga bersiap bertarung melawan mereka.
"Aku juga memiliki senjata rahasia juga tau " Near menyombongkan dirinya.
Ardi dan Near memiliki senjata rahasia yang mungin dapat mengalahkan Jarwo dan anak buahnya. Tapi tampanya Jarwo juga memiliki senjata rahasia juga yang dapat mengalahkan Ardi dan Near.
Sekarang kita hanya bisa melihat siapa yang akan lebih kuat antara rencana rahasia Near dan Ardi atau Jarwo in the geng. Yang mana ini akan jadi pertarungan terakhir bagi mereka dua bagian.
*****************
Sekarang dibagian kepala sekolah dan Hana sekarang mereka masih menunggu disekolah. Mereka masih menunggu kedatangan polisi yang belum datang dari tadi.
Hal itu menbuat Hana bolak balik didepan gerbang merasakan perasaan khawatir karena polisi belum datang padahal Ardi sudah dalam bahaya.
(Kapan nih polisi datang padahal kita sudah menelpon dari tadi. Bisa-bisa Ardi dalam bahaya ini, sudah lama mereka bertarung juga. Semoga saja Ardi tidak terjadi apa-apa kumohon )
"Sudahlah kamu diam saja disini, jangan habiskan tenagamu untuk hal yang tidak perlu. Tapi heran kenapa polisi belum datang dari tadi padahal mereka sudah ditelfon dari tadi " kepala sekolah duduk pos disamping gerbang.
"Iya mereka lama sekaki. Bisa-bisa Ardi..." Hana berfikir buruk.
"Apa kita cari sendiri aja lagi. Apakah kamu tau tempat dimana mereka kemungkinan akan berkelahi " Kepala sekolah beranjak berdiri bersiap-siap untuk pergi lagi.
"Entahlah padahal itu adalah tempat yang paling dekat dengan lokasi Ardi dihadang tadi " Hana heran kenapa mereka bisa-bisa tidak ada disana.
"Kalau gitu kita cari gedung kosong lain. Bisa saja mereka sudah menduga kalau kita akan kesana sehingga mereka pergi sesikit lebih jauh " Kepala sekolah memakai helmnya mau pergi.
"Hmm... keliatannya begitu." Hana juga menyetujuinya.
Sebelum pergi Kepala sekolah berpesan kepada satpam sekolah.
"Bila ada polisi, jelaskan situasinya dan suruh mereka segera pergi menvari Ardi." Kepala sekolah menaiki sepeda motornya.
"Siap pak laksanakan " hormat satpam itu.
***************
Belum sempat Hana menaiki sepda motor itu tiba-tiba ada mobil yang mendekat dan dapat dipastikan kalau itu adalah mobil polisi yang mereka maksut.
Akhirnya Hana tidak jadi naik begitu juga kepala sekolah, ia langsung memakirkan sepedanya untuk segera memberi konfirmasi.
Seseorang turun dari mobil polisi tersebut, dia adalah pimpinan polisi yang membantu Near dan Ardi dibelakang yang bahkan mengalahkan big bertubuh besar.
"Maafkan kami pak, kami datang terlambat. Tadi ditengah perjalan kesini kami sempat dihadang oleh segerombolan anak sekolah. Jadi kami menangkap mereka dan membawa mereka kemobil satunya. Jadi tinggal kami saja yang bisa membantu dan untuk yang lainnya akan segera datang membantu." Pimpinan itu menjelaskan kenapa mereka tidak bisa datang dengan cepat.
Segerombolan anak yang menghadang polisi untuk datang adalah anak buah yang tadi dibelakang Jarwo yang melarikan diri karena mereka mendengar nama Ardi.
Tapi itu adalah siasat atau rencana Jarwo agar bantuan tidak datang tepat waktu apalagi agar Ardi bisa ikut mereka dengan percaya diri.
Sehingga untuk memancing Ardi masuk kegedung itu anak buahnya langsung berpura-pura pergi. Yang mana sebagian menghadang polisi itu dan untuk sebagiannya menunggu waktu yang tepat untuk membantu Jarwo bertarung.
*****************
"Tidak apa-apa, tapi kita harus cepat cari mereka karena kita sudah lama memakan waktu. Dan kita tidak boleh Ardi jadi kenapa-kenapa oleh karena itu mohon kerja samanya " Kepala sekolah menunduk memohon untuk keselamatan muridnya.
"Baiklah, untuk itu kita disini. Jadi kita akan segera mencari mereka jika kalian dapat mengirkan kemana mereka pergi. Tolong bilang itu kepada kami karena itu sangat membantu "ucap Pimpinan polisi
"Baik kami akan memberitau anda nanti jika dapat mengirakan lokasinya " balas kepala sekolah.
"Oke kalian sudah dengar kondisinya. Silahkan kalian berpencar lokasinya mungkin adalah gedung kosong atau rumah kosong. Pooknya kalian cari lokasi yanv dapat diperkirakan sebagai tempat bertarung. Semuanya mengerti." Tegas pimpinan polisi mengkomando anak buahnya.
"Siap lakasnakan " anak buahnya memberi hormat untuk melakasanakan perintah itu.
"Oke saya tunjukkan lokasi terakhir mereka berada menurut murid saya ini " kepala sekolah berjalan maju kelokasi bersama dengan Hana.
"Baik semuanya ikuti aku " bentak pimpinan polisi.
*****************
Mereka sekali lagi saling berhadapan untuk serangan terakhir mereka. Karena mereka tau kalau dikedua kelompok ini, mereka sudah kehabisan tenaga selama ini.
Ditengah ketegangan itu dikedua bagian saling menatap sama seperti sebelumnya. Ketegangan yang nenusuk datang kembali didalam gedung itu.
Tapi tiba-tiba Jarwo bertepuk tangan ditengah-tengah waktu mereka saling merasakan ketegangan.
[Plak...plak...plak....] Jarwo menghancurkan ketegangan itu.
"Hahaha....sudah cukup main-mainnya. Mari kita habisi saja mereka ini. Kalian pikir kami hanya menyiapkan hal ini saja untuk menghancurkan Sang legenda Ardi " ucap Jarwo mengucapkan teka-teki.
Ardi dan Near bingung dengan maksut Jarwo barusan, mereka selama ini masih belum tau kalau Jarwi adalah orang yang licik selama ini. Jarwo telah menyiapkan kondisi seperti ini sebelumnya dia menghancurkan semua orang yang berani telah menantangnya.
"Jangan kalian lupa. Aku adalah Jarwo mana mungkin aku akan melawan Ardi tanpa persiapan. Apa kau ingat Ardi ada berapa orang yang ada dibelakangku. Mereka sebenarnya tidak lari tapi mereka menunggu waktu ini dimana mereka menunggu waktu dimana kalian lelah. Hahhahha." ucap Jarwo dengan wajah liciknya
Terlihat 10 orang telah masuk kedalam dengan beriringan mereka masuk secara bersama-sama.
(Sial, aku tidak menduga hal ini terjadi. Aku tidak tau kalau Jarwo adalah orang yang licik macam ini. Bahkan jika Ardi masih mempunyai senjata rahasia atau aku menggunakan kedua tanganku aku masih belum tau apakah kami akan menang melawan banyak orang macam ini ) dalam hati Near ia sekarang ketakutan
"Kamu sudah mengatasi para polisi itu boss. Tapi kita kehilangan lima anggota kita, maafkan kami boss " ucap salah satu mewakili ke-10 orang tersebut untuk berbicara ke Jarwo.
"Bagus, tidak apa-apa kita kehilangan anggota saat ini. Karena melawan Ardi sang legenda dan tangan kanannya kita harus mengorbankan seseatu. " Ucap Jarwo merasa tidak.khawatir.
"Dasar licikkk " gunam Ardi kesal.
"Hahhaha...lihat wajah kesal kalian. Kalau gitu kita tidak akan basa-basi lagi. Kali ini kita akan bertarung antara siapa yang memegang era ini." Ucap Jarwo tawa penuh kemenangan