
Para penjahat itu sedang berada didepan ruangan dimana Near dan teman-temannya bersembunyi tadi. Dengan dipimpin bossnya para penjahat itu bersiap-siap untuk menyergap dan menghabisi Near dan Ardi.
"satu..dua...tigaaa.. bukaaa" boss memberi aba-aba agar penyergapan bisa berjalan sempurna.
Tapi ketika pintu ruangan kelas itu dibuka, ternyata tidak ada siapapun disana. Ruangan itu gelap dan hanya sinar bulan yang menerangi.
"Mana mereka kok tidak ada " boss penjahat heran karena dirinya jelas-jelas mendengar suara itu.
"Mungkin itu tadi hantu boss " salah satu anak buahnya berkomentar ketakutan
"Halah mana mungkin ada hantu. Itu jelas tahayul " bossnya menyangkal ucapan anak buahnya, tidak percaya akan hal berbau mistis
Tidak mendapatkan hal yang bagus diruangan itu bossnya segera mengajak keluar anak buahnya. Boss itu sebenarnya takut akan hantu jadi dirinya segera menyuruh anak buahnya keluar agar tidak terjadi hal buruk.
Tapi tepat sebelum melangkah keluar, suara itu terdengar kembali dibangku bagian paling belakang sekali mereka melihat seseatu yang tertutup kain. Apalagi suara itu jelas sekali terdengar.[bruaaaakk]
Suara itu membuat para penjahat itu berhenti dan menoleh kesumber suara itu. Dengan bulu kuduk yang sudah berdiri para penjahat itu menelan ludahnya ketakutan.
"Ka..kamu segera periksa itu " bossnya menyuruh salah satu anak buahnya untuk melihat apa yang ada dibelakang dengan suara yang sedikit gemetaran ketakutan.
"Ta..tapi boss " ucap anak buahnya yang sudah ditunjuk itu meelas agar tidak ditunjuk
"Sudah kamu saja lihat sana. Kami akan mengawasimu" bossnya tetap teguh pendiriannya untuk tetap menyuruh anak buahnya itu melakukan apa yang diperintahkan
Dengan wajah yang kesal karena boss menyuruhnya, dia langsung berangkat untuk mengecek suara apa tadi. Dengan sedikit gemetaran dia melangkah secara perlahan-lahan ke sumber suara itu terdapat ada suatu yang tertutup kain hitam dibagian belakang kelas itu dengan bentuk panjang keatas. Ditambah suara itu tadi itu juga berasal dari sapu yang jatuh berserakan dipinggir kain hitam itu.
penjahat itu tinggal beberapa langkah lagi sampai ke seseatu yang misterius itu.
"Cepatlah dasar lamban " ucap bossnya kesal karena anak buahnya itu tidak sampai-sampai dari tadi.
penjahat yang sudah ditunjuk tadi sebenarnya memelankan langkahnya ketakutan berharap untuk tidak membuka kain itu. Saking takutnya penjahat yang ditunjuk untuk membuka kain tadi tidak bisa mendengar bossnya memarahinya.
Tangan penjahat itu sudah berada dikain hitam itu, dengan tangan yang gemtaran penjahat itu ragu dalam hatinya untuk membuka kain itu atau tidak.
Soalnya dirinya pernah melihat video di internet, ketika ada seseorang mengira temannya sedang mengerjainya dengan menakutinya dengan memakai kain putih tapi ketika kain itu dibuka tidak ada siapa-siapa.
Dengan tangan yang gemetaran penjahat itu mulai memberanikan diri untuk menarik secara perlahan-lahan kain itu meskipun dipikirannya sekarang masih terngiang-ngiang video hantu itu.
Dengan dorongan dari temannya' cepatlah' penjahat itu menutup mata memberanikan diri membuka kain itu. Saat kain itu dibuka para penjahat yang sedang berkumpul dari jauh itu juga menutup matanya ketakutan.
Waktu terus berjalan cukup lama, para penjahat itu mulai membuka mata secara perlahan-lahan berharap itu bukan hantu.
"Hahhh..." hembusan nafas lega dari para penjahat itu yang senang karena benda yang tertutup kain tadi adalah sebuah kipas panjang.
Belum lama mereka bisa bernafas lega, sudah ada masalah lagi yaitu penjahat yang disuruh membuka kainnya tadi tiba-tiba hilang dalam sekejap.
"Sialll sekerang dia yang hilang." ucap teman yang lain
Tanpa berbicara lagi mereka segera meliha ke belakang kelas tersebut dengan cepat untuk mencari penjahat yang tadi disuruh membuka kain. Ternyata penjahat yang ditunjuk tadi sedang tergeletak dibawah lantai membuat semua teman penjahat itu panik khawatir.
Anak buah yang disuruh tadi ternyata sedang pingsan karena ketakutan. Para penjahat itu kesal karena sudah susah payah khawatir.
Seperti anak buahnya, bossnya juga kesal karena tidak bertemu dengan anak yang telah membuat mereka kesal."siaalan anak-anak itu"
anak buahnya yang melihat bossnya murka itu, mereka mencoba menenangkannya" tenang boss mereka pasti sedang berada disekitar ini "
"Ahhh(berteriak kesal), kalian dari tadi bilang mereka ada disini. tapi tidak ada apa-apa disini" ucap bossnya marah kepada anak buahnya yang tak becus
Anak buahnya hanya bisa menunduk meminta maaf. Melihat tidak ada hasil dari tadi, "sudah ayo kita kembali saja "bossnya menyerah untuk menemukan anak-anak itu dan segera pergi sebelum polisi datang meringkus.
Tapi tepat sebelum pergi boss itu melihat sebuah bayangan yang mirip dengan Near berlari melewati pintu depan kelas.
Tanpa banyak omong lagi karena sedang kesal. boss itu mengejarnya "itu dia(menunjuk bayangan Near) segera kejar dia "
Anak buahnya bingung karena mereka tidak melihat apa yang telah ditunjuk bossnya. Tidak ingin membuat bossnya kesal lagi, mereka mengikuti bossnya dengan kebingungan.
Bossnya terus mengejar bayangan Near, di ikuti anak buahnya yang berbadan besar bernama big. Anak buah bernama big ini selalu menemani bossnya, dirinya selalu tidak berbicara tapi dia tetap mengikuti ucapan bossnya karena big ini mempunyai hutang kepada bossnya yang selalu memberinya makan.
Boss penjahat itu sekarang tidak ada pikiran lagi selain membalas perbuatan Ardi dan Near. Boss tersebut telah mengejar bayangan Near hingga dia sampai kesebuah gedung yang berada dibelakang sekolah.
"kemana lagi kau mau pergi sekarang. Tidak ada jalan lagi untukmu " ucap bossnya yang sudah mulai menunjukkan kepribadiannya yang kedua.
Dalam gedung yang luas itu Near berdiri ditengah-tengah tempat itu. Dalam kegelapan itu Near mulai tersenyum licik.
Anak buah penjahat itu telah menyusul satu persatu dalam gedung itu. Dengan tertawa yang penuh kegilaan boss penjahat itu merasakan kemenangan, boss itu maju secara perlahan sambil bersiul mendekati bayangan yang ditengah gedung itu.
"Saat kegelapan datang dengan cahaya bulan. Kemenangan akan datang pada saat itu juga " ucap Near dengan lantang
Mendengar kata-kata Near para penjahat itu berhenti bergerak kebingungan dengan perkataan Near.
Tempat Near berdiri yang awalnya gelap sekarang menjadi terang karena awan yang menutupi sinar bulan hilang terbawa angin.
Near yang sekarang dalam posisi membelakangi para penjahat itu. Dengan cahaya bulan Near berbalik dan tersenyum memakai topinya."Rencana berhasil " ucap Near bahagia penuh kemenangan
Para penjahat itu tertawa mengira mengira Near sudah gila karena dilihat sekarang Near sudah terpojok. "Sebegitunya kamu takut ya sampai tidak memperhitungkan kemenangan "
"Kalian boleh tertawa sekarang karena kalian akan masuk penjara nanti , para penjahat" ucap Near mencoba memprovokasi