REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 130



Teringat dengan apa yang dibicarakan dengan kepala sekolah. Near tidak bisa menahan air matanya untuk keluar. Mulutnya bergetar mencoba untuk menahan tangisannya, tapi tetap saja tangisannya terus keluar.


"Aku akhirnya mengerti dengan maksutmu guru. Melindungi hal yang berharga bagiku. Aku akan melakukan apapun untuk melindunginya " Near memukul dadanya dengan keras untuk menenangkan dirinya.


Dia menutup matanya dan mulai mengambil nafas dalam dalam untuk menenangkan dirinya. Setalah sedikit tenang ia mulai mengusap air matanya yang ada diwajahnya. Kemudian ia sedikit tersenyum, ia teringat dengan Kanna yang takkan membiarkannya pergi jika ia tahu kalau kondisinya sekarang menjadi seperti ini.


Dia teringat dengan semua yang sudah ia lakukan selama beberapa hari bersama Kanna. Near tersenyum mengingat itu semua.


"Selamat tinggal Kanna. Jika aku bisa bertahan, aku ingin menemui tanpa luka yang serius " Near masih menutup matanya dengan sedikit tersenyum sedih.


Dia mulai membuka matanya secara perlahan. Terlihat alisnya mengerut dan senyum diwajahnya menghilang, Near sekarang sudah tenang dan sudah siap menerima semua keadaan jika ia behadapan dengan pria tua tersebut.


Near mulai berdiri dihadapan Ardi yang tergeletak dibawahnya. Dia menunjukkan senyumannya sedikit dan mengucapkan seseatu kepada Ardi dengan pelan.


"Ayo kita tertawa bersama lagi dibelakang sekolah Ardi. Kita akan menenangkan pertarungan ini, temanku " ucap Near tersenyum melihat Ardi.


Dengan kata tersebut Near mulai berbalik dengan tatapan tajam melihat pria tua yang membelakanginya. Pria tua tersebut masih melawan Jason.


***************


Tapi Jason tidak menyerah, ia tetap menyerang pria tua itu untuk memberikan kesempatan Near lari. Ia berfikir kalau lebih baik satu orang daripada tidak satupun. Dengan harapan itu Jason terus menyerang dengan cepat dan semakin cepat.


Berbeda dengan pria tua tersebut, ia bermain-main dengan Jason. Berharap kalau hal tersebut akan membuat Jason menyerah karena Jason tidak bisa mengenai dirinya. Tapi hal tersebut berbeda dengan harapannya yang ingin membuat Jaaon menyerah.


Ia berniat untuk mengejar Near yang berlari pergi. Dan pria tua tersebit yakin akan bisa mengejarnya ketika Jason sudah tidak kuat menyerang lagi. Tapi karena Jason tidak mengeluarkan tanda-tanda bahwa dirinya akan menyerah bahkan saat dirinya terkena serangan balik pria tua tersebut dengan kuat. Jason tetap berdiri melawan.


Karena waktunya sudah melebihi apa yang sudah ia perkirakan untuk membuat Jason menyerah. Pria tua tersebut tidak ada pilihan selain bertarung dengan serius kali ini. Tapi disaat ia mulai serius, Jason melancarkan pukulan tepat diperutnya.


Hal tersebut tidak terduga oleh pria tua tersebut. Ia terkejut mendapatkan pukulan tersebut, tidak membiarkan pria tua tersebut untuk menyerang kembali.


Jason tidak menyiakan kesempatan itu dan mulai memukul perutnya lagi. Tapi dengan enteng pria tua tersebut menahan serangan Jason, yang dikeluarkan dengan sekuat tenaga.


Pria tua tersebut marah besar karena Jason berani memukulnya dan hal tersebut tidak diduga oleh pria tua tersebut sehingga hal tersebut melukai harga dirinya karena telah dipukul anak kecil dalam pertarungan 1 lawan 1.


Dengan marah ia berniat memukul dengan keras Jason diwajahnya. "kamuuuuu..."


Jason tidak bisa mengelak lagi. Bahkan jika menahannya, Jason tahu kalau tenaganya tidak bisa menahan serangan tersebut. Karena tenaganya telah ia keluarkan semua dipukulan terakhir tersebut.