
Near yang mendapatkan kesempatan emas itu, dengan segera dia mengendong Kanna dipungungnya dan berjalan di belakang penjahat itu dengan hati-hati agar tidak ketahuan oleh boss itu.
[Kringggg...kringgg...kringgg] tiba-tiba handphone boss itu berbunyi cukup keras, bunyi tanda telepon masuk
Near yang sudah sampai separuh jalan menuju pintu keluar, dia terkejut dengan dering hp tersebut. Near yang mendengar dering itu dia berhenti bergerak, seolah-olah membeku kaku. Keringat bercucuran deras dikening Near.
(Jangan lihat kebelakang, aku mohon jangan lihat kebelakang) ucap Near dalam hati memohon
Sedangkan Ardi diluar yang melihat itu hanya bisa menahan nafas tegang dengan situasi tersebut.
******
Boss itu sekarang kesal karena ditelfon anak buahnya
"Ada apa!!! " jawab boss itu kesal
"Anu boss maaf menganggu. Ini...ini...ini " ucap anak buahnya yang gemetaran karena ketakutan
"CEPAT BICARAAA!!!" ucap bossnya marah
"I..i...iya(gelagapan) boss, maaf. Aku hanya mau melaporkan bahwa mereka berdua target kita masih belum tertangkap." Ucap anak buahnya gemetar ketakutan mau bilang seseatu
"Jadiiii...." ucap bossnya tidak memahami maksut anak buahnya
"Anu boss. Kami hanya mau melaporkan saja. Tapi kalau boss mau menyuruh kami kembali, kami akan segera kembali" ucap anak buahnya
Bossnya yang mendengar itu, sekarang menjadi pusing memegang kepalanya merasakan anak buahnya yang sekarang." hadehhh, jadi kalian mau minta istirahat gitu.."
"Bukan, bukan seperti itu boss kami hanya melaporkan tapi kalau boss menyuruh kami istirahat maka kami akan istirahat juga " ucap anak buahnya bandel
"Okee kalau kalian mau istirahat, tapi" ucap bossnya.
Anak buahnya yang mendengar itu sekarang menjadi senang." Tapi apa boss?"
"Tapi karena kalian mau istirahat juga. Maka akan kusiapkan pemakan buat kalian, agar kalian bisa istirahat selamanya " ucap bossnya kesal
"Emmm, anu gak usah repot-repot gitu. Maaf menganggu kami akan melanjutkan perkejaan kami " ucap anak buahnya kikuk
******
Saat bossnya menelfon dengan posisi membelakangi Near, maka dengan cepat Near melanjutkan jalannya menuju pintu keluar dengan hati-hati. Dengan seluruh badan yang gemetaran ketakutan dia mengangkat Kanna menuju keluar.
"Hah..hah..hah " Near kehabisan nafas setelah mengankat Kanna sampai pintu menuju jalan keluar.
Ardi segera mencoba membantu Near yang kelelahan mengangkat Kanna.
"Biarkan aku yang mengendongnya " ucap Ardi, sambil Near memindahkan kanna dari punggungnya
Near akhirnya bisa bernafas lega setelah keluar dari penjahat itu dia mencoba mengintip kembali, dia melihat boss itu masih sedang menelfon.
"Ayo kita segera pergi kedepan" ucap Near dengan keringat diseluruh badanya dia mengajak Ardi untuk segera berkumpul dengan guru-guru didepan.
"He'em "Ardi mengangguk sambil mengendong Kanna dipungungnya
Tetapi ketika mau pergi kedepan, mereka melihat anak buah boss itu datang dari depan, dengan cepat mereka berbalik arah menuju kebelakang.
"Eh itu ada anak anak buahnya boss tadi, ayo kita kebelakang " ucap Near panik
Ardi juga setuju dengan saran Near, dia pun dengan cepat menggendong kanna menuju kebelakang.
******
"Hadehhh(memegang kepalanya) Kenapa juga aku selalu memiliki anak buah yang tidak becus itu," ucap bossnya sambil menutup telfonnya dengan menggerutu kesal
Tak lama setelah itu anak buahnya yang datang dari depan.
"Jadi bagaimana perkembangan area depan," tanya bossnya yang sangat semangat melihat kepanikan seluruh terjadi disatu sekolah tersebut.
"APAAA!!!" mendengar itu bossnya berdiri seolah tidak percaya dengan ucapan anak buahnya
"Benar boss kami melihat sendiri bahwa diarea depan sekolah ini. Masih tenang-tenang saja, seperti tidak ada masalah " ucap anak buahnya yang coba menjelaskan situasinya
Mendengar itu bossnya duduk lemas berfikir "apa mungkin mereka tidak mendengar rekamanku, apa kamu yakin sudah mengirimkan rekaman itu" bertanya kepada anak buahnya
"Iya boss saya sudah yakin bahwa aku sudah mengirmkannya" ucap anak buahnya yakin
"Aneh-aneh sekali, mengapa tidak terjadi keributan " ucap bossnya penuh curiga
******
Disisi lain, anggota polisi yang tersebar itu. Mereka masih mencari bom tersebut dan lokasi boss itu berada sekarang.
"Apaa kalian tidak menemukan bomnya sama sekali disekitar anak-anak itu tertidur. " pimpinan polisi itu terkejut mendengar laporan tersebut
"Iya kami sudah mencari kemana-mana tapi tidak menemukan bom itu " ucap anak buah polisi tersebut
"Apa mungkin mereka membohongi kita " ucap pimpinan polisi tak percaya kepada ucapan boss penjahat itu
Anak buah polisi yang lain datang, dia melaporakan dimana regu 2 telah menemukan markas tempat boss itu bersembunyi sekarang.
******
Boss penjahat itu masih belum tahu bahwa Kanna sudah dibawa keluar oleh Ardi dan Near
"Hmm...hahahaha(tertawa gila). sepertinya, jika mereka tidak panik maka kita harus segera lanjut ke rencana kedua ini. Akan ku pastikan mereka akan panik dengan rencana ini" ucap bossnya yang percaya bahwa rencananya ini paati berhasil
"Iya boss.." ucap anak buahnya tunduk mengikuti apa yang dikatakan bossnya
"Segera bawa anak permpuan yang sudah diculik tadi kemari. Kita harus buktikan kepada mereka siapa kita sebenarnya. Akan kubuat mereka panik dengan ini, hahaha(tertawa gila)" bossnya menyuruh anak buahnya dengan sombongnya
"Siap boss laksanakan " anak buahnya segera menuju ketempat kanna disekap
*****
Ketika anak buahnya sampai ketempat Kanna disekap, anak buahnya tersebut terkejut bahwa sekarang tempat itu tidak ada apa-apa, hanya ada tali dan kursi saja.
Anak buahnya yang mendapati hilangnya Kanna, sesegera dia melaporkan Kejadian tersebut kepada bossnya.
"Maaf boss, kami mendapati bahwa anak perempuan yang disekap tadi hilang " ucap anak buahnya yang gemetaran ketakutan, takut akan disalahkan
"APPAA, DIA HILANG " untuk kedua kalinya boss itu terkejut.
Dengan memegang kepalanya, dia pusing menerima akan hal terjadi sekarang.
"Cepat cari anak itu, CEPAAT (membentak)" ucap boss kesal dengan apa yang terjadi sekarang
"Siaap boss " ucap anak buahnya dengan sigap
******
Dengan memegang kepalanya yang pusing dia menelfon ke anak buahnya yang berada dibelakang sekolah.
"Kalian yang tidak becus bekerja. Sekarang kalian cari anak yang disekap tadi dan bawa mereka kehadapanku " ucap bossnya kesal langsung menutup telfonnya
Dengan memegang erat handpone nya boss itu sekarang sangat marah " Lihat saja kalian berdua, kalian yang selalu menghancurkan rencanaku. Aku akan kupastikan kalian akan menyesal seumur hidupmu "
******
Near dan Ardi sekarang telah berlari menghindari para gerombolan penjahat itu sambil menjaga Kanna yang berada dipunggung Ardi.
"Semoga saja mereka tidak mengejar kita " ucap Ardi yang berharap sambil mengendong Kanna
"He'em, semoga saja begitu " ucap Near yang selalu was-was melihat kebelakang, Near takut mereka akan sampai mengejar.