
"Kamulah yang harus menghiburnya karena keliatannya dia ini menyukaimu" Near mencoba membujuk Ardi agar mau menghibur Hana.
"Enggak mau. Kaulah yang harusnya menghiburnya kan kamu yang tadi memulai duluan." Ardi dengan tegas menolak ide kalau dirinya yang harus menghibur Hana.
Tapi tiba-tiba Hana berbicara dengan terisak-isak.
"Maafkan aku. Aku tidak nermaksut membuat kalian bertengkar "
Ardi yang melihat Hana menangis sambil mengucapkan kalimat seperti itu, membuat hatinya luluh. Dari yang engak mau menghiburnya sekarang ia memiliki niatan untuk menghiburnya.
"Lihat tuh kasian kan dia. Kamu harus menghiburnya " Near mendorong pelan Ardi agar mau.
"Iya, iya. Aku akan menghiburnya " jawab Ardi dengan kesal karena dirinya yang harus mengalah.
*************
Ardi melangkah menghampiri Hana yang sedang menunduk menangis dilantai. Ardi ikut duduk dilantai bersama dengan Hana.
Dengan sedikit ragu ia mengangkat lengannya dan mulai mengelus kepala Hana dengan lembut.
Mendapat elusan lembut itu Hana menjadi terdiam terpaku. Ia mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang mengelus dengan hangat itu.
(Hangat, siapa yang mengelusku dengn hangat ini. Apakah dia ) dalam hati Hana berharap sambil mengangkat wajahnya secara pelahan.
"Eh" Hana menjadi terpesona dengan Ardi. Dalam hatinya ia merasakan degub yang begitu kencang.
"Sudahlah kami tidak apa-apa kok. Kami mengerti kalau kamu tidak berniat untuk membuat kami bertengkar jadi kumohon berhentilah menangis." Ardi mengucapkan dengan senyum tulus diwajahnya.
"Iya " tanpa sadar Hana menjawab Ardi.
**************
Selesai membuat Hana tidak menangis. Ardi beranjak berdiri untuk kembali ketempatnya yaitu disamping Near.
"Hoooh romantis sekali ya." Sindir Near kepada Ardi karena Ardi jarang sekali mengucapkan hal romantis makanya ia jadi bahan ejekan Near.
"Berisik " jawab kesal Ardi menanggapi ejekan Near.
"Hehehe. Kesal dianya " tawa Near mengejek kembali.
Ardi tidak menanggapi ejekan Near ia tahu kalau ia menanggapi ejekan Near maka nanti tidak akan ada habisnya mereka saling mengejek.
***************
Merasa sudah tidak menangis kembali Hana langsung berdiri untuk mengucapkan suatu hal.
"Terima kasih telah percaya kepadaku. Dan anuuu " ucap Hana grogi.
(Kami bukannya percaya padamu tapi tidak ada pilihan lain kalau kita menanyaimu lagi. Malah itu akan membuatmu semakin menangis. Tapi tidak ada salahnya mempercayai seseorang seperti ini) Dalam hati Ardi berbicara
"Anoo kalau bisa bolehkah..." Hana berbicara dengan keras tetapi pembicaraan Hana menjadi berhenti karena tiba-tiba ada kumpulan kertas putih berbentuk persegi yang berserakan dilantai.
"Eh apa nih " jawab Near terkejut karena banyak sekali kertas kecil yang berwarna putih tersebut.
"Aduhhh berserakan sekali " Hana mengeluh dan dengan cepat mengambil kertas itu dilantai.
Karena masih banyak yang belum terkumpul Adi dan Near berniat membantu mengambilnya.
"Apakah perlu kami bantu "Ardi berjongkok mengambil kertas tersebut.
"Tidak tidak usah. Ini masalahku sendiri " Hana masih mengumpulkan kertas itu.
"Tenang saja kamu bisa menyuruh Ardi sesukamu kok " ucap Near sombong.
"Kenapa kamu begitu sombongnya untuk memperalataku, bodoh " gunam Ardi kesal melihat Near begitu sombongnya.
"Tidak, tidak papa kok akan aku ambil sendiri " Hana tidak bisa fokus karena ia sedang khawatir kalau kertasnya akan dilihat oleh Ardi dan Near.
"Tenang saja kamu bisa meminta bantuan kepada kami kok. Tapi kenapa dengan ini, keliatannya kamu tidak ingin memperlihatkannya kepada kami " Ardi penasaran dan mencoba membali kertas putih itu.
Tetapi tampaknya pergerakannya sangat lambat sehingga Hana tidak bisa meraihnya dengan cepat. Semuanya sudah terlambat Ardi sudah melihat isi kertas putih itu.
Ardi sangat terkejut saat melihat dibalik kertas itu. Kertas itu ternyata adalah sebuah cetakan foto yang banyak. Foto itu tampak menunjukkan Ardi yang sedang makan dibelakang sekolah.
Hana tidak bisa menariknya foto kembali lagi karena isinya sudah terlihat oleh Ardi. Dirinya hanya bisa terdiam menerima kenyataan.
***********
Melihat Ardi tampak terkejut Near menjadi penasaran dengan isi dibalik itu." Ada apa sih. Kamu kok kaget banget."
"Waduhhhh...kok Ardi disini " Near sangat terkejut melihat foto itu.
Dan ketika ia melihat foto lainnya, Near sekali lagi terkejut karena semua cetakan kertas itu berisikan foto Ardi.
"Ehhh...itu " Hana tampak tidak bisa mengelak lagi karena bukti ada ditangan mereka.
"Apa ini " Ardi tampak marah.
Melihat Ardi yang keliatannya marah Hana hanya bisa berdiri sambil melangkah mundur ketakutan dan malu saat dilihat foto tersebut.
"Itu..." Hana tampak tidak bisa menjawab pertanyaan itu dia semakin melangkah mundur karena saking takutnya melihat ekspresi Ardi sekarang.
"Tunggu..." Ardi menunduk seolah sedang marah.
"Ardi tenang" Near mencoba membuat tenang Ardi.
Tapi tampaknya Ardi tidak bisa menahan emosinya tangannya tampak gemetar menahan perasaanya.
Melihat Ardi yang begitu marah Hana melangkah mundur terus menerus hingga ia tersandung dan jatuh.
Ardi segera bangkit setelah Hana terjatuh. Mendapat Ardi yang bangun Hana menjadi ketakutan kalau nanti dibencinya.
"Jangan mendekat " teriak Hana yang ketakutan.
"Tapi..." Ardi tampak kebingungan dengan apa yang terjadi.
Melihat kesempatan datang, Hana langsung beranjak pergi dan berlari meninggalkan Ardi dengan sangat cepat.
"Tunggu..." Ardi hendak mengejar Hana.
Tapi niat itu dihentikan oleh Near." Sudahlah biarkan ia pergi " Near memegang pundak Ardi untuk mencegahnya mengejar Hana.
"Tapi..." Ardi tampak penasaran dan ingin bertanya suatu hal.
"Jangan mengejarnya terlebih dahulu berilah ia waktu untuk menenangkan dirinya " ucap Near menenangkan Ardi.
"Sepertinya lebih baik begitu " jawab Ardi tampak tidak ada pilihan lain
*************
Disisi lain Hana sangat malu dan ketakutan bila Ardi sekarang merasa jijik dengan dirinya karena sudah menguntit selama ini.
"Apa yang harus aku lakukan. Bagaimana jika Ardi menjadi membenciku" Hana berlari menjauh dan menangis dengan keras.
Hana selama ini adalah salah satu fans Ardi, karena Ardi sangat terkenal disekolahnya jadi banyak yang menyukai dirinya .
Tetapi berbeda denga Hana ia tidak bisa berada didekatnya karena ia sangat berbeda dengan Ardi. Karena Hana hanyalah orang biasa sedangkan Ardi adalah orang populer.
Sehingga selama ini ia hanya bisa melihat Ardi dari jauh tidak lebih hanya sebagai fans saja.
FLASHBACK ON
Hana sebenarnya tidak memperdulikan sekitarnya. Ia dulu tidak begitu memperdulikan orang populer seperti Ardi.
Hana hanya berfikiran kalau akan lebih baik kalau dia sendirian tidak ada yang menganggunya. Sampai suatu hari pemikiran Hana berubah sejak pertemuan pertama dengan Ardi dimulai dibangku SMP nya.