REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 136



Near dan pria tua itu saling berhadapan sekarang. Mereka akan melakukan pertandingan terakhir disini. Mereka saling memasang kuda-kuda, bersiap untuk bertarung. Dengan wajah serius mereka saling tersenyum satu sama lain.


(Sudah lama aku tidak merasakan pertandingan yang menegangkan seperti ini. Akhirnya aku bisa merasakan kembali perasaan yang tidak bisa didapatkan dalam pertarungan manapun. ) dalam hati pria tua itu ketika tersenyum.


(Guru, aku akhirnya dapat bertarung menggunakan kedua tanganku. Walaupun disituasi seperti ini. Aku ingin berterima kasih padamu karena telah mengajarkanku bela diri dan sekarang aku bisa menggunakannya untuk orang yang kucintai dan sayangi. Aku harap dapay melindungi mereka...) Ucapan Near dalam hati sambil matanya berkaca-kaca terharu.


***************


Near mulai mengambil nafas dan menutup matanya. Menyiapkan hatinya untuk bersiap bertarung dengan lawan yang ada dihadapannya sekarang. Disaat detik-detik Near mulai mengambil nafas, pria tua itu hanya tersenyum menunggu kedatangan Near. Untuk Jason ia menjadi tegang karena Near dan pria tua itu terdiam tidak ada suara, dirinya takut akan kekalahan Near.


*************


Setelah mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Near mulai membuka matanya dan berlari untuk menghajar pria tua itu. Begiu juga dengan pria tua itu dia berjalan cepata untuk menghajar Near juga.


Dengan saling berteriak mereka saling behadapan. Mereka sudah ada dijarak serang masing-masing. Tanpa basa-basi lagi mereka langsung menyerang satu sama lain.


Mereka berdua saling memukul dan menghindar, tapi Near terkena ukulan paling banyak sedangkan pria tua itu mampu menghindari banyak serangan dari Near sehingga pertarungan ini tidak seimbang. Dan jika ini dilanjutkan ini akan membiat Near kalah hanya dengan pertarungan saling memukul ini.


"Hahahaha, mana dirimu yang sombong tadi. Bukannya kamu ingin menantangku tadi. Tapi sepertinya kamu yang jangan meremehkanku..." ucap pria tua itu menghina Near dengan mereka saling melancarkan serangan kearah satu sama lain.


"Sialll...." ucap Near mengertakkan giginya kesal.


************


Tapi setelah Near mengatakan kata itu, tiba-tiba serangan Near menjadi cepat dan dia semakin baik menghindari serangan pria tua itu dengan efisien. Sekarang Pria tua itu yang kewalahan menerima serangannya yang cepat hingga tak bisa membalas serangan Near.


"Hahaha, sudah kubilang jangan meremehkanku dan satu hal lagi jangan sombong dulu sebelum mengalahkan lawanmu " ucap Near sambil mempercepat serangannya kearah pria tua itu.


sekarang gantian pria tua itu yang menjadi babak belur karena tidak bisa menahan serangan Near. Pria tua itu semakin tersudut dan mundur kebelakang. Near terus memukulnya hingga ia terdapat kesempatan melancarkan serangan kuat kearah wajah pria tua itu. Tanpa basa-basi lagi Near langsung memukul wajah pria tua itu tepat diwajahnya.


"Ini untuk Dodik yang kau pukul tadi " Near berteriak seperti itu sambil memukul pria tua itu.


Tidak hanya sekali Near langsung melancarkan serangan keduanya lagi tepat diwajahnya pria tua itu sebelum ia jatuh kebelakang.


"Pukulan ini, juga untuk Jason yang sudah kau pukul juga...." ucap Near kesal.


Tidak berhenti diserangan kedua, Near mau menyerang lagi tepat diwajahnya untuk ketiga kalinya. Saat pria tua itu hampir jatuh kelantai.


"Ini untuk Ardi yang kau serangggggggggggggg " ucap Near berteriak dengan keras melampiaskan amarahnya dan meneteskan air matanya.


Pria tua itu terkena pukulan ketiga Near dan saat dia menerima serangan Near tadi. Kepalanya sudah hampir mendekati tanah. Sehingga ketika Near menyerang di serangan ketiga, kepala pria tua itu membentur dengan keras ketanah karena saking kuatnya serangan Near.