REPEATING TIME

REPEATING TIME
Lupa Untuk Mencari Anggota Baru



Mereka akhinya memulai berjalan kembali mengatarkan Kanna kerumahnya. Walau sudah bisa berjalan kembali tetapi tetap saja Near masih khawatir padanya.


"Sudah, lebih baik aku bawa tasku sendiri " Kanna merasa tidak enak karena tasnya sudah dibawa oleh Near.


"Sudah tenang saja. Aku akan membantumu, lagian kamu kan masih sakit jadi bergantunglah pada kami " Near menasehatinya.


"Tapi..." Kanna tampak ragu.


"Sudahlah jangan merasa tidak enak begitu. Kamu bisa gunakan Near sesukamu, lagiankan dia nganggur disini " Ardi mencoba menenangkan Kanna agar tenang.


"Dasar kamu ini. Kalau kanna yang bilang begitu maka aku yang senang, tapi kenapa kalau Ardi yang bilang itu membuatku kesal " gunam Near kesal.


Kanna masih tidak enak karena selalu merepotkan Ardi dan Near. Tetapi karena sudah terlanjur dibantu maka Kanna hanya bisa menerimanya.


"Emmm, baiklah. Terima kasih telah membantuku selama ini " "sama-sama. Kitakan teman jadi tenang saja " Near tersenyum tulus.


**************


Mereka bertiga saling berbincang dan bercanda. Saking asiknya mereka berbicara tidak terasa bahwa sekarang sudah ada didepan rumah Kanna.


Sudah waktunya mereka pisah, tampak Kanna merasa sedih karena waktunya terasa singkat.


"Sudah sampai didepan rumahmu jadi kami pergi dulu ya " Near memberikan tas Kanna kepadanya.


"Terima kasih telah mengantarkanku. Tapi apakah kalian tidak mampir dulu. " Kanna menawarkan untuk masuk.


Near sebenarnya ingin masuk tapi karena Kanna tadi sakit. Maka Near mengurungkan niatnya agar Kanna bisa istirahat.


"Tidak kami pergi aja. Karena kami ada urusan nanti dan lagian kamu harus istirahat. Jadi tidurlah malam ini oke " Near mengelus kepalanya dengan senyuman.


Kanna merasa sedih karena berpisah tapi dilain sisi lain ia juga merasa malu karena mendapat elusan oleh Near.


"Emm begitu selamat tinggal ya" Kanna dengan murung mengucapkan selamat tinggal.


"Jangan begitu, kitakan besok ketemu lagi yang semangat oke " Ardi memberikan semangat kepada Kanna agar tidak sedih.


Kanna yang mendengarkan perkataan Ardi, bahwa mereka akan bertemu lagi. Membuat dirinya senang mengingat mereka masih ada kesempatan untuk bertemu.


"Benar begitu kitakan ada hari esok. Jadi kami pergi dulu ya, sampai jumpa " Near tersenyum melambaikan tangan kepada Kanna dan melangkah pergi.


"Aku juga akan pergi. Jadi sampai jumpa lagi." Ardi melambaikan tangan dan melangkah pergi mengikuti Near.


"Sampai jumpa lagi " Kanna juga ikut melambiakan tangan dengan tersenyum.


************


Kanna masih tetap diam ditempat untuk melihat kepergian Ardi dan Near sampai sudah merasa jauh.


Setelah merasa mereka cukup jauh Kanna akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya. Tapi dia berhenti sejenak tepat didepan pintu.


"Sampai jumpa lagi ya. Aku tidak sabar untuk bertemu mereka lagi. " Kanna dengan tersenyum memeluk tasnya yang tadi dibawakan oleh Near.


"Aku pulang " Kanna akhirnya benar-benar masuk kerumahnya.


************


Ditempat lain Near dan Ardi sekarang pulang menuju rumahnya masing-masing. Tampak mereka saling diam, setelah pamit dari rumah Kanna mereka masih belum bericara satu sama lain.


"Jadi kamu sudah tahu siapa dia" tanya Near memulai pembicaraan.


"Aku tampaknya sudah tahu soal dia tapi aku masih belum yakin soal identitasnya" Ardi menunduk kebingungan dan tampak tidak terlalu semangat hari ini.


"Tenang saja ada kami disisimu jadi tenanglah." ucap Near sambil menghadap kedepan dan tidak menoleh keArdi.


"Tapi jika ia bisa jadi salah satu anggota kita. Mungkin itu lebih baik " Near sempat berfikir untuk menjadikan Hana anggota karena mereka saat ini sangat butuh anggota.


"Hahhh, sia-sia saja aku terharu padamu " Ardi sedih merasa kecewa.


"Hehhehh" Near tawa canggung.


*************


Esok harinya mereka bertiga kumpul seperti biasanya dibelakang sekolah. Tampak mereka makan bekal seperti biasanya.


Menikmati makanan, mereka bertiga lupa kalau sekarang harus mengumpulkan 1 anggota sebagai pelengkap klub tersebut karena banyaknya masalah yang terjadi.


Berbeda dengan Ardi ia masih terpikirkan dengan Hana yang mempunyai foto tentang dirinya. Sedangkan Kanna ia masih belum menulis untuk mencari anggota baru dibukunya, makanya ia sekarang tidak tahu kalau mereka harus mencari 1 anggota.


************


Hari-hari telah berlalu. Tapi mereka masih saja belum ingat tentang pencarian anggota baru untuk klub mereka.


Sedangkan Ardi ia masih Sempat beberapa kali berjumpa dengan Hana. Pada suatu peristiwa saat Ardi dan teman sekelasnya berjalan menuju kelasnya. Mereka tidak sengaja bertemu dengan Hana yang berjalan dari arah sebalinya.


"Eh " Ardi mau memanggilnya


Hana yang menyadari didepannya ada Ardi. Dengan cepat ia langsung berbalik pergi meninggalkannya.


"Apa yang sudah kamu lakukan padanya " tanya teman sekelanya melihat Hana berlari setelah melihat Ardi.


"Entahlah aku tidak mengerti " ucap Ardi menunduk tidak tahu apa-apa


**************


Hana yang berlari sangat cepat itu merasa malu dan ketakutan kalau Ardi sudah sangat membencinya makanya dengan cepat ia berlari tadi.


(Kenapa Ardi bisa ada disana padahal aku tidak ingin bertemu dengannya saat ini. Pasti dia merasa jijik denganku ) ucap Hana dalam hati sambil berlari menjauh.


Setiap hari saat Hana bertemu dengan Ardi, Hana dengan cepat menghindar menjauh dari Ardi.


************


Hingga suatu saat di hari jum'at. Mereka bertiga sedang makan siang bersama seperti biasanya dibelakang sekolah.


Mereka masih belum menyadarinya kalau saat ini mereka sangat membutuhkan satu orang untuk bergabung dengan mereka, yang mana dengan satu orang itu mereka bisa dengan tenang memakai belakang sekolah dengan bebas.


************


Kesadaran mereka akhirnya kembali juga setelah beberapa saat mereka memakan bekalnya tampak ada seseorang yang datang mengahampiri yaitu kepala sekolah.


Dengan gagah kepala sekolah menghampiri mereka bertiga.


"Pagi pak " salam mereka untuk kepala sekolah dengan tersenyum.


"Pagi.....tidak apa-apa silahkan lanjutkan makannya. Saya disini hanya mau bertanya dan mengetahui perkembangan kalian bagaimana " kepala sekolah dengan ramah mulai membicarakan suatu hal yang penting.


"Apa yang mau anda bicarakan kok, serius banget gitu" canda Near melihat kepala sekolah yang tampak tegang


"Hahaha, tenang saja. Keliatanya kalian sudah mengatasi masalanya jadi tenang saja " ucap Kepala sekolah dengan tersenyum ramah.


"Masalah... masalah apa "Near kebingungan begitu juga dengan Ardi dan Kanna mereka kebingungan.


"Ohhhh masalah. Tenang saja pak kepala sekolah jangan khawatir soal masalah kami. Kami sudah mengatasinya bersama-sama kok jadi tenang saja, bapak hanya perlu khawatirkan umur bapak saja " Near asal bicara saja, pembicaraan Near sangat berbeda dengan maksut kepala sekolah.


Near berpura-pura mengerti dengan pembicaraan kepala sekolah. Padahal apa yang dipikirkan Near sangat berbeda sekali dengan pemikiran kepala sekolah itu.