
(Sudah berapa kali aku melakukan ini. Mencoba untuk pergi menyelamatkan Kanna dari takdir buruk yang menimpanya. Berputar diwaktu yang sama dan selalu melihat akhir yang buruk setiap kalinya. Awalnya aku masih berfikir kalau waktu untuk menyelamatkan nya akan terasa singkat nantinya. Tapi itu hanya awalnya, dan lama kelamaan setiap aku kembali Kemasa lalu rasa frustasi tersebut mulai muncul dan semakin berkembang setiap saatnya.)
Sudah berkali-kali Near kembali Kemasa lalu, sampai Near tidak sempat untuk menghitungnya.
(Aku terus mencoba meraih tangan Kanna saat itu. Aku mencoba untuk menghentikannya dan akan mengatakan kalau 'aku akan selalu bersama jadi hadapilah masalahmu bersamaku'... Aku selalu ingin mengatakan ini kepdanya saat sudah meraih lengannya. Tapi hal itu tidak terjadi-terjadi juga, hingga disuatu saat aku akhirnya terjatuh ketika mencoba meraih lengganya pada saat itu.) Ungkapan perasaan Near.
Near masih diam ditempat setelah jatuh kedepan saat mencoba meraih lengan Kanna. Dia tidak bangun dari tempatnya, malah ia menutup kepalanya dengan lengannya. Ia mencoba menutup rasa kesalnya dan akhirnya mulai meneteskan air mata. Ditengah keramaian tersebut berteriak-teriak dengan keras dan dicampur dengan tangisannya.
"MENGAPA!!!!!.....MENGAPA!!!!!!......MEMGAPA!!!!!.......AKU TIDAK BISA MENYELAMATKAN MU Kanna. Kenapa kenapa ini selalu terjadi, mengapa kejadian ini selalu terjadi. Kannaaaaaaaaaa " Teriak Near dengan keputusasaan
Setelah berteriak dan menangis dengan keras Near. Suara Near mulai mengecil...
"Maafkan aku Kanna. Padahal aku sudah berjanji kepada mu kalau aku akan menyelamatkan mu. Tapi aku malah berteriak putus asa disini dan tidak ada yang menyadari nya " ucap Near tangis kecil sambil menutup mukanya yang masih diposisi jatuhnya.
Near sudah menggunakan kekuatan jam antik tersebut dengan imbalan jam antik itu akan mengambil hawa keberadaan. Yang mana hal itu membuat keberadaan Near semakin menipis. Dan sekarang hawa keberadaan Near berada ditingkat dimana dia tidak akan disadari oleh siapapun, oleh karena itu meskipun Near berteriak keras. Tapi tetap saja mereka tidak menyadari keberadaan Near tersebut.
***************
Near masih mencoba lagi untuk menyelamatkan Kanna lagi. Dan waktu terus berputar dihari yang sama hingga disuatu waktu. Near berlari mencoba untuk mengejar Kanna seperti biasanya ketika rencananya gagal membuat Kanna tidak keluar dari ruangan klub.
Tapi saat itu berbeda dengan biasanya jarak Near mulai sedikit dekat, dengan Near yang berusaha keras meraih lengannya dan akhirya ia bisa menangkap tangan Kanna dengan usahanya sendiri.
"Akhirnya " ucap Near senang karena bisa menghentikan Kanna.
Tapi karena terkejut dan tidak kenal, Kanna mencoba untuk memberontak melepaskan tangan Near dari tangannya. Near yang melihat itu mencoba memegangi dengan erat.
Tapi apa daya karena berdesakan ditengah keramaian tersebut tangan Near mulai longgar dan Kanna dapat melepaskannya dengan mudah. Kanna berlari lagi dan Near mulai mengejarnya lagi dan jarak mereka sedikit demi sedikit mulai menjauh lagi.
(Apa kejadian ini akan terulang lagi, padahal aku sudah mendapat lengannya. Kenapa bisa terlepas, aku tidak bisa membuat kejadian tersebut terulang . Aku sudah tidak tahan melihat mu berbaring kesakitan dirumah sakit ) ucap dalam hati Near.
Near mulai berlari lagi sekuatnya, dan tanpa sadar Near berteriak memanggil Kanna dengan keras.
"Kanna....Kannaaa......KANNNNNNAAAAAA!!!!!!!"
Semua orang masih diam dan tidak menyadari teriakan Near barusan kecuali satu orang dan seketika itu juga membuatnya berhenti. Orang itu tidak lain adalah Kanna sendiri, ia berbalik melihat Near dengan air matanya yang bercucuran dengan deras. Ia terdiam terpaku melihat Near berlari kepadanya....
*****************
Kanna keluar dari ruangan klub, tak lama kemudian ia melihat Andi dan Nita sedang datang menuju kemari. Kanna terkejut dengan datangnya mereka berdua. Tiba-tiba hatinya merasa sakit dan matanya mulai berkaca-kaca ingin menangis.
(Kenapa ini, kenapa hatiku merasakan sakit seperti ini. Padahal aku tidak kenal mereka berdua, tapi entah kenapa melihat mereka berdua(Andi dan Nita) membuat hatiku menjadi. Ahhh... Aku tidak tahan dengan perasaan sakit ini ) ucap Kanna dalam hati dan mulai melangkah sedikit demi sedikit lalu berlari.
Kanna berlari menutup matanya berharap sakit dihatinya bisa hilang saat itu juga. Saat Kanna berlari tanpa tahu tujuannya, tiba-tiba Near meraih salah satu lengan Kanna.
Kanna terkejut karena ada yang menarik lengannya. Spontan Kanna berbalik dan melihat siapa yang menghentikan nya itu. Kanna melihat Near, tapi Kanna waktu itu sudah hilang ingatan tentang Near dan ditambah lagi hawa keberadaan Near sangat tipis oleh karena itu Kanna tidak mengenali Near sama sekali.
(Siapa dia, kenapa dia menghentikanku. Apa aku mengenalnya. Tidak aku tidak mungkin mengenalnya. Aku hanya punya teman Ardi dan Hana saja ) ucap dalam hati Near
Ia mengira kalau Near hanya seorang yang ingin menggodanya. Kanna semakin takut dan mencoba melepaskan tangan Near dilengannya. Awalnya Kanna kesulitan melepaskan tangan Near, tapi secara ajaib akhirnya Kanna bisa melepaskan tangan Near saat itu. Kanna segera berlari lagi dan terus mencoba berlari.
Tiba-tiba.....
"Kanna....Kannaaa......KANNNNNNAAAAAA!!!!!!!" Terdengar teriakan Near membuatnya berhenti berlari seketika.
(Siapa yang memanggil ku, kenapa aku merasa pernah mendengar suara ini. Kenapa suara ini terdengar tidak asing ditelinga ku. Siapa dia.... Siapa yang berteriak memanggilku ) Kanna terus bertanya-tanya dalam hatinya dan memilih untuk berbalik.
Terlihat Near yang sedang berusaha menghampirinya melewati keramaian yang menghalanginya.
(Kenapa, kenapa dia berusaha untuk menghampiri ku. Kenapa dia berusaha sekeras itu. Hanya untukku, kenapa. Padahal aku tidak mengenali nya. Tapi.... Kenapa aku merasa ingin menghampiri nya, ) Kanna sedikit ragu-ragu untuk mencoba mendekati Near.
(Mungkin nanti aku akan menyesali jika aku datang menghampirinya. Tapi aku akan lebih menyesalinya jika aku tidak datang menghampirinya kali ini. Kumohon semoga hatiku tidak salah memilih ini. Aku tidak ingin kehilangan lagi ) ucap dalam hati Kanna.
Kanna akhirnya bergerak sedikit demi sedikit dan akhirnya mencoba berlari menghampiri Near. Awalnya mereka berdua kesusahan karena harus melewati beberapa orang. Tapi akhirnya mereka bisa bertemu juga.
Near segera memeluk Kanna erat-erat saat itu, begitu juga dengan Kanna. Ia juga mulai memeluk Near secara erat juga.
"Syukurlah, Kanna akhirnya aku bisa menangkapmu kali ini... " Ucap Near menangis keras memeluk Kanna.
"Terima kasih " ucap Kanna yang ikut menangis juga.
(Aku tidak tau maksut perkataanya(Near). Tapi entah kenapa pelukan orang ini sangat menghangatkan hatiku. Terima kasih telah menangkap ku. Aku sangat berterimakasih kepadamu entah kenapa tapi hatiku mengatakan itu ) ucap Kanna dalam hati dan ikut menangis dalam pelukan Near.
Dihari itu, ditengah keramaian tersebut tidak ada yang menyadari keberadaan mereka berdua. Mereka berdua menangis keras sekali, dan tidak ada yang menyadarinya saat itu.