REPEATING TIME

REPEATING TIME
Kepala Sekolah Datang Menyelamatkan Mereka Bertiga



"Maaf. Tapi ini kan karena Near. Jika saja ia masuk sekolah kemarin maka Kanna tidak perlu mencarinya dan kejadian kemarin tidak ada " Ardi mencoba menyalahkan Near.


Near tidak membantah karena ia mengakui kalau saja kemarin maka mereka tidak ada panggilan saat ini. Near memalingkan wajahnya takut dan merasakan perasaan bersalah dalam hatinya.


***********


Mendengar pendapat Ardi barusan membuat wali kelas Kanna langsung melirik tajam lagi Near. Tapi dengan cepat ia menundukkan lirikannya yang tajam.


"Hadeh.. jadi sekarang apa alasanmu kemarin bolos " tanya wali kelas tersebut mengubah target sasaran kearah Near.


"Hehehe...(mengaruk kepalanya kikuk). Maaf pak kemarin hanya ingin bolos saja." Near tertawa kikuk.


Tawa seseorang seharusnya membuat orang bahagia disaat yang tepat. Tapi jika waktu Near tertawa sekarang malah membuat wali kelas, Kanna dan Ardi menatap tajam Near dengan marah.


"Maaf " Near menghilangkan senyumannya dan menunduk ketakutan.


"Hahhh(hela nafas panjang). Jadi tidak ada alasan yang pas maka kalian akan tetap diskors selama 1 minggu " ucap wali kelas berbalik kemejannya.


"Apa pak." Near terkejut dengan keputusan itu.


"Tolong pak. Kasih keringanan pada kami " Kanna memelas.


"Iya pak kasih keringanan pada kami. Tapi kalau Near silahkan saja karena ia penyebab masalah ini. Jadi tolong kami yang jadi korban." Ardi memelas dan ada sedikit kata yang menyinggung Near.


(Sial nih Ardi. Dia melempar semua masalah kepadaku) Near dalam hati juga merasa kesal dengan Ardi.


Ardi berkata dengan kalimat yang menyinggung Near ia hanya membalas ejekan Near tadi kepada dirinya.


"Tidak bisa. Peraturan tetap peraturan " ucap tegas wali kelas kalau keputusan itu tidak bisa berubah.


"Tapi pakkk " Kanna memelas lagi menahan kesedihannya.


************


Tempat mereka berada sekarang ada ditempat khusus. Yang mana Wali kelas Kanna mengudang Ardi, Near dan Kanna keruang khusus introgasi siswa.


Tapi tiba -tiba dalam kekacauan dalam ruang yang sepi itu. Ada seseorang melangkah masuk dengan percaya diri.


Membuat semua guru langsung berdiri menghormati orang yang masuk keruang guru itu. Tanpa bertanya lagi orang itu langsung masuk ke ruang introgasi siswa dengan Near, Kanna dan Ardi masih didalam.


"Sebaiknya kau turuti mereka. Aku akan mencabut hukuman mereka bertiga." Ucap orang itu secara tiba-tiba setelah masuk.


Mendengar suara yang tidak asing ditelinga Near ia langsung menoleh kebelakang. Betapa terkejutnya ia melihat orang yang sedang dihadapannya.


Berbeda dengan Kanna dan Ardi mereka tidak begitu terkejut karena mereka masih belum pernah bertemu dengannya dan tidak tahu siapa dia. Walaupun Ardi sedikit ingat soalnya ia pernah melihat wajahnya sekilas dibelakang sekolah saat malam hari.


Wali kelas Kanna juga berbalik melihat siapa yang berani berbicara begitu dengan keputusan yang sudah dibuat oleh guru-guru.


"Siapa kau yang berani mencabut hukuman mereka " Ucap Wali kelas menoleh kebelakang.


Setelah melihatnya, ia pun sama dengan Near. Wali kelas Kanna tersebut merasa terkejut dengan kehadiran orang itu secara tiba-tiba.


"Eh...ke..ke..kepala sekolah kenapa bapak ada disini " ucap dengan keras wali kelas Kanna karena saking terkejutnya.


"Aku hanya sedang jalan-jalan saja disini dan tidak kusangka ada masalah disini." Ucap santai kepala sekolah yang dulu pernah menyelamatkan Near dibelakang sekolah.


"Iya saya mengerti kenapa bapak bisa disini. Tapi tidak bisa pak, kan keputusan sudah ditentukan dalam rapat kemarin " Ucap wali kelas Kanna mencoba menjelaskan kenapa tidak bisa dicabut hukuman mereka bertiga.


Sebenarnya kemarin ada rapat sepulang sekolah yang diadakan secara mendadak. Setelah kehebohan yang dibuat Kanna dan Ardi kemarin.


"Tapi kan saya belum memutuskan" sela kepala sekolah santai.


"Tapi..." wali kelas Kanna tidak bisa membantah lagi.


***************


"Siapa dia tampaknya kau tahu." Bisik Ardi ke Near yang tersenyum.


"Iya dialah yang membantuku dibelakang sekolah melawan penjahat. Dialah yang mengalahkan anak buah bos penjahat dengan satu pukulan " Near tersenyum senang melihat kepala sekolah lagi.


"Gile bener. Dengan tubuh tua seperti itu dia bisa mengalahkan banyak orang ya " Ardi sempat tidak percaya dengan cerita Near.


"Iya aku juga sempat tidak percaya dia bisa mengalahkan semua anak buahnya." Near masih terkagum melihat kepala sekolah.


Sedangkan Kanna masih belum tahu siapa pria tua itu. Dia masih kebingungan , yang dia tahu hanyalah bahwa dia adalah kepala sekolah.


***************


"Apa kamu mereka diskors." Tanya kepala sekolah secara tiba-tiba.


Mendapat pertanyaan secara mendadak membuat wali kelas tersebut terdiam melihat mereka bertiga. Tampak mereka sedang menunduk sedih membuat wali kelas tersebut tidak tega melihatnya.


"Emm...tidak juga. Tapi ini sudah keputusan semua guru. Saya tidak bisa apa-apa " ucap wali kelas tersebut dengan sedih.


"Tenang saja. Saya akan bicara kepada semua guru " kepala sekolah menenangkannya.


Langsung kepala sekolah pergi keluar berbicara secara keras sampai terdengar semua orang.


"Aku sudah membuat keputusan. Jadi sebagai kepala sekolah disini. Saya akan memutuskan kalau mereka bertiga tidak mendapat hukuman. Apa ada yang keberatan" Kepala sekolah memutuskan dengan tegas.


Semua guru disana terdiam menunduk, mereka tidak berani berbicara sepatah katapun kepada kepala sekolah.


"Jadi semua terdiam maka saya anggap semua setuju." Kepala sekolah beranjak mau masuk ruangan lagi.


************


"Gile betul tuh kepala sekolah sampai tidak ada yang berani melawan. Walaupun tubuhnya sudah goprok gitu tapi tetep ia masih berwibawa gitu " komentar Ardi kagum setelah melihat kepala sekolah berbicara keras seperti itu.


"Stttt...Sudahlah jangan berbicara begitu. Kamu ini niat memuji atau mengok-oloknya sih " tegur Near.


"Hehehe...maaf. Aku sih niatnya muji " Ardi tersenyum canggung mengaruk kepalanya kikuk.


"Sudahlah jangan berbicara seperti itu. Walau kenyataan bilang badannya sudah goprok gitu jangan diutarakan begitu saja." Tegur Near kepada Ardi.


(Kamu juga jangan bilang seperti itu juga Near. Aduhhh...dua orang nih) Kanna memegang kepalanya dengan pusing melihat sikap mereka berdua.


(Tapi siapa dia ya. Meskipun semua orang bilang bahwa ia adalah kepala sekolah tapi kenapa ia sampai mau membantu kita. Dan apa maksut Near saat bilang bahwa kepala sekolah itu yang membantunya dibelakang sekolah ) gunam Kanna dalam hati menatap Kepala sekolah dengan curiga.


************


"Masalah sudah selesai" ucap kepala sekolah tersenyum puas dengan kemenangannya.


"Iya begitulah yang terjadi" Wali kelas tersenyum canggung menggaruk kepalanya.


Berhenti curiga, Kanna tidak bisa menahan senyumannya karena tidak kena hukuman lagi. Begitupun juga dengan Ardi dan Near mereka tidak bisa menahan senyumannya karena tidak jadi diskors selama 1 minggu.