REPEATING TIME

REPEATING TIME
Kanna Menunggu Dalam Kelas



"Hahaha, bukan seperti itu. Aku baru kenal dia kemarin " Ardi gelagapan mendapatkan pernyataan tiba-tiba seperti itu dari Kanna.


"Benarkah begitu " tatap Kanna semakin curiga dengan tingkah Ardi.


"Benar seperti itu " Ardi tidak bisa berbohong, melihat Kanna menatap tajam dirinya membuat kepala Ardi otomatis memalingkan pandangannya.


"Kata orang jika seseorang berbohong. Dia tidak akan berani menatap orang yang dibohongi " Kanna semakin menyudutkan Ardi.


"Eh, itu karena kamu menatap dengan tajam seperti itu membuatku takut. Soal Near, aku lihat dirinya selalu merasa kesepian jadi aku menyuruhmu untuk baik-baik kepadanya. Karena kasian dia " ucap Ardi gelagapan.


Kanna masih tidak percaya dengan Ardi. Kanna terus menatapnya, membuat Ardi berpaling tidak bisa menatapnya. Dengan rasa takut akan ketahuan Ardi menelan ludah gemetar.


Kanna yang masih menatap Ardi itu, akhirnya memilih untuk percaya karena Kanna tidak memiliki bukti bahwa Ardi dan Near berteman. Apalagi perkataan Ardi yang logis.


Karena Near tampak selalu sendirian dan tampak dia juga tidak pernah berbicara dengan teman sekelasnya. Apalagi dia juga habis keluar dari rumah sakit, mengingat itu membuat Kanna merasa menyesal telah membentaknya kemarin.


Walaupun kejadian itu Kanna lupa tetapi ketika Kanna membaca buku hariannya tampak perasaan kejadian itu tetap ada.


"Hahh(menghela nafas). Sepertinya kamu benar soal Near " Kanna mulai memaling tatapan tajamnya.


Ardi merasa perasaan lega karena Kanna tidak lagi mencurigainya. (syukurlah Kanna tidak cari lebih dalam soal aku. Bisa gawat jika diteruskan. Bisa-bisa nanti aku membocorkannya)


"Betul kan. Apa kataku dia terlihat begitu kesepian saat sendirian jadi tolong kamu yang memahaminya dan duduk disampingnya bersikap lembut kepadanya. " ucap Ardi yang sudah hilang takutnya.


Kanna menunduk sedih mengingat perbuatannya kepada Near selama ini."baiklah, aku akan bersikap baik "


"Sudah kamu makan aja dulu, nanti aja pikirin soal Near. Nanti bisa telat masuk kelas lohh " ucap Ardi melihat jam tangannya.


"Iya..." Kanna mulai menyantap pelan bekalnya, Kanna menjadi tidak nafsu makan tapi Kanna memaksakan dirinya untuk makan karena dia harus segera sehat.


**********


Bel masuk berbunyi.


Kanna kembali kekelas dengan linglung memikirkan pembicaraan tadi. Kanna merasakan perasaan bersalah telah berbuat kasar kepada Near.


"Aku harus meminta maaf kepada Near " ucap Kanna menyemangati diri sendiri.


Tapi ketika sudah sampai kekelas tampak Near masih belum kembali. Bangkunya kosong meskipun bel masuk pelajaran tadi sudah lama berbunyi.


(Mungkin dia sedang perjalanan kesini) dalam hati Kanna mengharapkan Near datang.


Tapi setelah menunggu lama Near masih belum datang juga, bahkan gurunya sudah datang dia tetap belum kembali.


(Apakah dia sedang kesakitan) Kanna merasa khawatir dengan keadaan Near mengingat dia belum lama keluar dari rumah sakit.


Kanna ingin mencari Near yang belum kembali tapi dirinya tidak berani bilang kepada guru yang sedang mengajar. Jadi Kanna tidak memperhatikan pelajaran hari itu, pikirannya teralihkan dengan Near yang tidak kembali-kembali.


Bahkan setelah waktunya pulang Near masih belum kembali juga. Setelah semua siswa keluar pergi Kanna tetap menunggu dikelas.


Kanna berniat menunggu Near dan meminta maaf karena tasnya masih berada dikelas otomatis Near pasti datang mengambilnya.


"Dia pasti datang, kan tas dia ada disini. Pasti nanti dia menunggu keadaan menjadi sepi lalu mengambilnya " Kanna optimis dengan kedatangan Near.


Kanna mulai menghabiskan waktunya dengan berkeliling ruagan dalam kelas itu.


*********


"Aku disini harus menunggu Near dan meminta maaf dengannya " Kanna mencoba menekan dirinya untuk harus tetap disana menunggu Near.


Selang beberapa menit Kanna akhirnya tidak tahan untuk pulang karena langit sudah berwarna oranye menandakan malam akan datang.


Tiba-tiba Ardi datang dengan berlari mendatangi Kanna. Dengan nafas yang tersenggal-senggal habis berlari dia sudah ada didepan Kanna.


"Eh Ardi, bagaimana kamu bisa datang kesini " tanya Kanna keheranan dengan kemunculan Ardi.


"Hah..hah..hah(nafas tersenggal). Kamu yang bagaimana, dirumah tidak ada. Ternyata disini " ucap Ardi kesal karena Kanna tidak ada kabar selama ini.


"Hehehe...maaf " Kanna tertawa canggung.


"Ayo kita pulang" Ardi menariknya lengannya dengan paksa Kanna.


"Eh tapi tas..." Kanna mau bilang bahwa tas Near masih ada tapi ucapan itu dipotong Ardi.


"Sudah jangan banyak bicara lagi. Orang tuamu pasti sedang khawatir " Ardi menasehatinya dengan menarik lengannya pulang kerumah.


Kanna tidak bisa membantah lagi karena hari sudah malam apalagi orang tuanya khawatir dengan dirinya. Dengan pasrah Kanna mengikuti Ardi. Tapi terlihat sekilas Kanna tersenyum ketika melihat lengannya digenggan Ardi.


*********


Kanna dan Ardi melewati beberapa kelas yang sepi untuk keluar sekolah. Ketika Kanna sudah melangkah sedikit jauh tampak ada seseorang yang keluar dari kelas sebelah tempat Kanna tadi menunggu.


Ternyata itu adalah Near yang sedari tadi menunggu diruang sebelah tanpa menemui Kanna. Tampak bajunya berantakan dan wajahnya kotor.


"Ini adalah yang terbaik untukmu karena kamu harusnya bersama dengan orang yang selalu membuatmu tersenyum bukan dengan orang yang membuatmu tersiksa sepertiku " Near berkaca mengangkat lengan kirinya mencoba menggapai Kanna yang semakin menjauh.


FLASHBACK ON


Sepulang sekolah saat siswa sudah pulang semua


Tampak Near habis pergi mencari seseatu pakaiannya kotor sekali. Dia sedang menuju kekelas mau mengambil tasnya. Tapi tepat sebelum masuk kekelas tampak ada Kanna yang sedang asik melihat seisi kelas.


Saat itu Kanna sedang dalam posisi memunggungi pintu kelas. Sehingga membuat Near tidak ketahuan bahwa mau mengambil tasnya.


Sebelum dilihat oleh Kanna dengan cepat Near mundur kebelakang mencari posisi agar tidak kelihatan Kanna.


"Kenapa Kanna disini bukannya dia harus pulang " gunam Near yang kaget dengan Kanna masih dikelas.


Dia mencoba mengintip Kanna dan dia masih berkeliling mengelilingi kelas. Near tersenyum senang karena bisa melihat Kanna walaupun sebentar.


*******


Setelah lama menunggu Near sekarang berada diluar, disamping pintu kelas yang mana posisi itu tidak kelihatan oleh Kanna.


"Hah, kenapa dia tidak pulang. Bukannya nanti dia akan bahaya jika pulang terlalu malam " gerutu pelan Near khawatir dengan Kanna.


Tapi tiba-tiba Kanna berbicara sendiri membua Near mengintip kedalam dan mencoba mendengarkannya.


"Aku disini harus menunggu Near dan meminta maaf dengannya " ucap Kanna yang dilihat oleh Near.


Mendengar tujuan Kanna, Near terkejut karena selama ini dia menunggunya. Dia mulai meneteskan air matanya tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. Dengan sedikit gemetaran dia mulai menyalakan handphone.


Dengan kesusahan karena menggunakan tangan kiri. Near mulai mencari-cari nomor seseorang dikontaknya.