REPEATING TIME

REPEATING TIME
Kanna Tahu Riko



Kanna langsung berganti pakaian dengan pakaian yang lebih baik dari sekarang. Setelah memilih dalam waktu yang lama Kanna akhirnya menemukan pakaian yang bagus.


Segera dia langsung memakai pakaiannya dan langsung pergi keluar. Ibunya terkejut dengan anaknya yang tiba-tiba pergi.


"Kamu mau kemana..." tanya ibunya kepada Kanna dengan berteriak.


"Aku mau pergi sebentar " Kanna tampak terburu-buru pergi.


"Iya jangan lama-lama pulanganya dan jangan terlalu malam " nasehat ibunya yang masih sibuk menyapu.


"Iya aku pergi dulu " Kanna mengecup tangan ibunya.


"Iya hati-hati" ucap ibunya melihat anaknya pergi.


***********


Kanna sebenarnya sedang menuju kesekolah untuk menepati janjinya yaitu bertemu dengan Riko atau nama samaran yang dipakai Near sekarang.


Minggu kemarin Kanna sempat menuliskan janji mereka yang akan diperbuat bersama dengan Near. Sehingga dia tidak ada pilihan lain selain memepercayai dirinya sendiri.


Kanna sebenarnya masih curiga kalau Riko adalah Near dia mengetahui hal itu karena dia sempat menuliskan ciri-ciri mereka, ciri-ciri yang mereka tunjukkan antara Riko dan Ardi sangat mirip satu sama lain


Itulah yang membuat Kanna sempat ragu-ragu mempercayainya dan ia masih berfikir kalau Near dan Riko adalah orang yang sama.


"Apakah aku harus mempercayainya begitu. Maka aku harus membuatnya lebih jelas, jika Near tidak sekarang maka bisa diartikan bahwa Near adalah Riko karena Near sempat merasa bersalah kepadanya.


Sehingga saat Riko tidak muncul maka dia adalah Near, dan juga untuk Riko karena dia muncul maka dia benar orang yang berbeda, otomatis dia bukan Near.


Sesampainya disekolah tampak keadaan saat itu sepi tdak ada yang datang, hanya Kanna sendirian.


"Memang benar dialah adalah Near" tanya Kanna setelah berputar berkeliling kelas.


"Hahhhh " helaan nafas panjang Kanna kesal.


Kanna bernia kembali pulang menuju kerumahnya setelah berkeliling sekali lagi bisa tahu baha Riko ada disana. Tapi bahkan setelah berkeliling sangat lama Kanna memutuskan kembali ulang


Tiba-tiba ada seseorang datang dari belakang Kanna. Near menepuk punggung Kanna memanggil dirinya.


Karena masih siang Kanna tidak takut untuk menoleh. Bahkan dia senang karena menenukan Riko atau Near. Bisa disimpulkan bahwa Riko adalah bukan Near.


"Terima kasih telah datang " Kanna berkaca-kaca seolah mau menangis.


"Iya kan aku sudah janji padamu " Near tersenyum lebar berbeda dengan ekspreksi ketika dikelas yaitu cemberut.


*************


Setelah mereka bertatap muka. Mereka saling malu karena tidak pernah bertatap muka masing-masing. Tidak ada yang dibicarakan kepada Kanna sekarang apalagi Near masih menyamar.


Near masih takuk kalau banyak berbicara banyak bisa saja dirinya membongkar semuanya sehingga dia tidak datang.


"Bagaimana dengan buku yang sedang kau cari apakah sudah ketemu." Tanya Kanna memulai pembicaraan atau bisa tepatnya pencair suasana canggung.


"Hahh(helaan nafas)....aku menemukannya tapi aku kena amarahnya entah kenapa dia marah begitu." Ucap Near merenungkan apa yang terjadi.


"Apaa(terkejut), bagaimana mungkin temanmu itu tidak bisa mengertimu begitu sih padahal kamu sudah mencarinya begitu lama " Kanna kesal dengan teman Riko yang sudah diceritakan.


"Hahaha...tidak apa-apa. Aku juga bisa saja bersikap begitu, atau mungkin akulah yang membuatnya marah" Near atau Riko masih tersenyum tipis.


"Tenang saja aku akan menemanimu dan memukul kepala temanmu itu agar dia sadar telah berbuat jahat kepadamu." Kanna dengan semangat mau mendukung Riko sekarang.


"Heheheh...sepertinya tidak perlu" tawa Near atau Riko canggung.


(Itu karena kamu yang aku maksut itu) dalam hati Near merasa tidak enak.


"Tapi aku tidak bisa marah padanya karena dia adalah teman pertamaku setelah sekian lama tidak mempunyai teman." Near kembali tampak sedih.


"Eh " Kanna tampak terkejut dengan perkataan Near.


Kanna hanya bisa menatap sedih Near, dalam hatinya ia merasakan sakit kembali. Walaupun samar-samar diapun tetap tidak kenal Near. Soal Kanna ingat dia disekolah karena dia masih membaca buku hariannya dan mengenal wajah Near karena Near selalu duduk disampingnya.


Berbeda dengan Ardi Kanna masih ingat dia. Meskipun Kanna masih merasakan perasaan kenangan yang dia tulis dibuku hariannya tetapi tetap dia tidak ingat wajah Near.


"Ini yang ingin kubilang pada dirinya sebelum aku pergi. Terima kasih karena telah menjadi temanku dan maaf tidak bisa menepati janjiku " Near dengan mata berkaca-kaca menata Kanna.


"Eh, kamu akan pergi. Kemana kamu akan pergi di sekolah mana dan kapan kamu pergi " tanya Kanna terkejut.


"Hmm...itu besok aku pergi dan aku akan pergi jauh" Near menunduk menahan rasa tangisnya.


"Hahhh(helaan nafas)...tapi apakah ini karena temanmu itu. Bukannya kamu lebih baik membicarakan langsung dengan dia. Kenapa kamu bicarakan kata terakhir itu padaku" Ucap Kanna sedih karena tidak bisa menemuinya lagi pada hari minggu nanti.


"Sepertinya aku tidak perlu berbicara dengannya. Dan sebab aku pergi karena itu alasanku sendiri bukan karena dia. Lalu mengapa aku berbicara kepadamu kata terakhir ini karena kamu sangat mirip dengannya." Near tersenyum dengan mata berkaca-kaca tulus menatap Kanna.


Seketika Near mengungkapkan bahwa Kanna sangat mirip dengan orang yang dibicarakannya. Jantung Kanna langsung berdegup kencang menahan rasa sakit yang ditimbulkan.


"Hahah(tawa canggung)...maaf karena berbicara tidak jelas seperti itu. Tapi terima kasih telah menemaniku selama ini " ucap Near dengan senyuman sedih.


"Hhaha...apaan sih kamu ini. Kan aku hanya menemanimu selama 2 hari saja. Minggu kemarin dan sekarang, jadi tidak perlu berterima kasih begitu " Kanna menanggapi dengan candaan ucapan Near tadi.


"Meski begitu aku ingin terima kasih" Near menunduk sedih.


"Hahaha.. "tawa canggung Kanna. Pembicaraan mereka berhenti, suasana menjadi hening.


*********


Mereka akhirnya kembali kerumah masing-masing dengan hati yang hampa seolah mereka telah kehilangan seseatu yang berharga.


Kanna melangkah dengan berat, dalam perjalanan menuju rumah


"Hahhh(helaan nafas berat)...bagaimana ini terjadi padaku. Semuanya pergi meninggalkanku" Kanna menangis dengan deras .


Tiba-tiba ditas yang dia bawa saat ketemuan dengan Near. Terjatuh buku harian lamanya dengan halaman yang menceritakan ciri-ciri tubuh Near.


Berhenti menangis mulai Kanna membaca buku itu, dia mulai meragukan kalau Riko atau yang baru ditemuinya tadi bukan nama aslinya Kanna berfikiran kalau dia adalah Near.


Membaca setiap katanya membuat Kanna menangis lagi mengingat lengan Near yang patah. Dia kesulitan menulis dikelas tapi diabaikan oleh Kanna, setiap dia kesulitan tetap diabaikan Kanna.


Membaca tulisan ketika dirinya mengabaikan Near membuat Kanna merasa bersalah, hatinya sakit membaca itu.


Tanpa pikir panjang lagi Kanna kembali berlari menuju kesekolah. Dengan tangisan yang mengucur deras dia memegang hatinya yang kesekitan.


"Apakah itu kamu. Apakah kamu adalah Near, Riko." Kanna mengusap air matanya yang menetes tetus menerus.