REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 115



Pertarungan terakhir mereka antara Jarwo dan Ardi. Tapi ditengah pertarungan mereka saat Near dan Ardi merasa tersudut dengan perangkap licik Jarwo yang mana mereka sembunyikan beberapa anggota agar jadi senjata pamungkas.


Tapi sepertinya rencana itu tidak berjalan lancar karena tiba ada bos dan anggotanya dahulu sehingga rencana merekahancur sekejap.


Bos dan teman sesama anggota dahulu, mereka sudah berubah dan tidak melakukan pertarungan. Mereka sudah tidak melakukan kejahatan dan memilih untuk selalu berbuat baik berbeda dengan Jarwo ia masih tetap sama seperti dahulu tapi sekarang ia malah tambah jahat.


Untuk membuat Jarwo kembali seperti dahulu terpaksa Jason bekerja sama dengan Ardi untuk melawan Jarwo dan anggotanya.


Jason bersama dengan dodik melangkah maju untuk menyelamatkan Ardi dan Near. Tapi dengan cepat Jarwo menyuruh anak buahnya menghadang Ardi


"Semuanya hentikan dia menyelamatkan Ardi. Cepat sebelum mereka bersatu maka mereka akan menjadu kuat." Teriak Jason putus asa memberitahu anak buahnya agar bisa membuat Ardi berhenti.


"Siap boss " semuanya secara refleks menuruti perkataan Jarwo dan berlari menghadang Jason dan Dodik lewat.


"Hmm kau seharusnya mengajarkan anak buahmu cara bertarung yang baik. Kau benar bahwa mereka jarus mengurusku tapi mereka juga seharusnya tidak lupa bagian belakang yang terlihat jelas ada musuhnya " ucap Jason tersenyum dan dengan gagahnya berjalan menuju Ardi dan Near.


Jason dan Dodik lewat saat itu masih ada gerombolan anak buah Jarwo yang ada menghadang. Mendengar peringatan Jason, dengan cepat Jarwo berteriak agar merek berhati-hati dengan bagqin belakang.


"Kalian jangan fokus dibagian depan saja. Kalian harus fokus bagian belakang juga. Ingat dibelakang masih ada Ardi dan Near " teriak Jarwo mengingatkan.


*************


Sekarang Ardi bersama Near melawan 15 anggota Jarwo dengan bantuan dari Jason dan dodik. Dua kelompok ini sekarang balik mengepung anak buah Jarwo yang mana bagian belakang melawan Ardi dan Near sedangkan bagian depan akan melawan Jason dengan Dodik.


Sontak hal ini membuat kericuhan dianggota Jarwo. Karena mereka akan melawan sang legendaris dengan tangan kanannya. Apalagi mereka juga akan bertarung Jason, bosnya Jarwo dahulu yang sanga amat ditakuti oleh Jarwo sendiri.


Menghadapi dari dua arah ahl itu membuat semangat mereka jadi down. Melihat hal itu Jarwo langsung berteriak menyemangati mereka agar tidak kalah.


"Hei kaliannn. Jangan menyerah, mereka hanya berempat kita memiliki banyak orang. Jangan menyerah walau mereka sang legenda tidak mungkin mereka akan menang melawan banyak orang "


"Iya betul itu. Kita banyak orang jadi jangan menyerah. Kita sudah menunggu era Ard berakhir dan inilah sekarang " teriak salah satu anggotanya menyemangati anggota lain.


Semua anggota yang mendengar pidato Jarwo, sontak langsung mereka menyetujui perkataannya. Mereka sepertinya sudah bersemangat bertarung.


"Hmm...sebaiknya kamu jangan membuat harapan palsu kepada anggotamu Jarwo " ucap Jason tiba-tiba.


"Eh " semuanya bingung dan kaget dengan maksut Jason.


"Semuanya jangan dengarkan dia " teriak Jarwo berputus asa.


"Iya jangan dengarkan dia " semua anggota langsung bersemangat dan langsung menyerang Ardi, Near, Jason dan Dodik.


"Eh " anggota Jarwo semua sadar dan semangat mereka down lagi.


"Tidak ada pilihan lain ya. Sekarang kita harus bertarung. Akan aku tunjukkan siapa yang sedang kalian hadapi saat ini " ucap Near dari belakang membuat mereka semua semakin ketakutan.


Tidak ada pilihan lain selain bertarung, mereka langsung berjalan menyerang Ardi dan Near sedangkan dibagian belakang anggota Jarwo menyerang Jason dan Dodik.


Tampak pertarungan sangat sengit, Near sekarang bisa bertarung dengan tangan kirinya saja karena mereka dibantu oleh Jason dan Dodik. Tanpa menggunakan tangan kanan Near sekarang bisa melawan banyak orang dengan dibantu oleh Ardi.


Tampak mereka dengan mudah menangkis dan membalikkan serang yang mereka terima. Begitu juga dengan Jason dan Dodik walaupun mereka sudah lama tidak bertarung tapi tetap mereka bisa melawan, walau banyak orang yang mereka sedang hadapi.


Setelah sekian menit merek bertarung tampak anggota Jarwo mulai kalah satu persatu. Jumlah mereka samakin sedikit yang bisa bertarung sekuat tenaga. Tidak bisa membiarkan ini terjadi dengan cepat Jarwo ikut bertarung dengan menyerang bagian belakang Jason terlebih dahulu, karena Jason sekarang sedang memunggungi Jarwo makanya ini adalah kesempatan untuk mengurangi jumlah dipihak Ardi.


Dengan cepat Jarwo berdiri dan berlari menuju ketempat Jaaon berada sekarang dan menarik lengannya untuk bersiap-siap memukul belakang kepala Jason dengan keras. Jarwo berharap kalau pukulannya bisa membuat Jason pingsan sehingga mereka dengan mudah menghadapi Ardi dan lainnya.


Sudah semakin dekat dengan kepala Jason, Jarwo sangat senang mengetahui bahwa Jason tidak menyadari keberadaannya.


(Pingsanlah dengan pukulanku Jasonnnnn ) Jarwo berteriak dalam hati berharap akan kemenangannya.


Bisa kita tahu kalau Jason adalah bos Jarwo dahulu. Walau sempat berhenti bertarung dalam kurun waktu yang lama tapi pengalaman bertarungnya masih terasa dalam tubuhnya dan Jarwo melupakan hal itu sehingga tanpa sadar ia membuat kesalahan.


Sebelum mengenai kepalanya Jason langsung berbalik dengan tersenyum.


"Sudah kubilang kalau kau harus mengajari anak buahmu tapi keliatannya kamu juga tidak belajar dari kesalahanmu " Jason dengan mudah menangkap pukulan Jarwi menggunakan tangannya sebelum sampai mengenai wajahnya.


Tangan Jarwo sudah ada digenggaman Jason dengan tersenyum ia meremas tangan Jarwo. Hal itu ditahan dengan Jarwo, rasa sakit akibat digenggam dengan keras oleh Jason.


"Sudah kubilang untuk kembalillah pada kebaikan dan ikuti kami " peringatan Jason kepada Jarwo.


Masih menyembunyikan rasa sakitnya Jarwo tidak bisa berbuat apa-apa lagi dihadapan Jason. Jarwo jatuh berlutut dihadapan Jason. Tanpa disadari anak buah Jarwo semua sudah kalah dibereskan oleh ketiga orang yaitu Ardi, Near, dan Dodik selagi Jason menghadapi Jarwo.


"Apakah bos tidak marah, dia membuat kita dihukum saat itu ingat" ucap Jarwo kesal dengan tangisan dipipinya.


"Kita juga salah kau tahu. Jika kita berbuat kebaikan mana mungkin kita akan dihukum seperti itu. Jadi kembalillah kepada kami seyperti dahulu saat SMP " ucap Jason meleoaskan tangannya dan masih berdiri dihadapan Jarwo yang maaih berlutut dengan tatapan sedih.


"Boss, apakah aku masih biaa bergabung denganmu " ucap Jarwo menengok keatas melihat bossnya penuh harap.


"Iya tenang saja. Kamu selalu diterima disisi kami kok " Jason dengan tersenyum berharap Jarwo kembali.