
Merasa urusan sudah selesai ia merasakan rasa lega. Tapi mengingat kalau Hana tampak sedang ketakutan membuat Ardi merasa kasian padanya.
(Kasihan sekali ia, karena berurusan dengan berandalan ini. Jika aku tidak datang mungkin ia dipukuli nanti) dalam hati Ardi mengucapkan itu.
Ardi dengan senyum begitu lembut ia datang dan mengulurkan lengan kepadanya. Menawarkan bantuan untuk bangun.
Tapi Hana masih merasakan ketakutan, dirinya masih ragu untuk percaya dengan Ardi atau tidak.
(Bagaimana ini saking kagumnya ia sudah datang. Jadi lupa kalau ia masih ada disini. Taoi subgguh pertarungan tadi Ardi sangat hebat. Bisa mengalahkan orang itu tanpa melihatnya)
"Tenang saja sudah aman kok. Percayalah keoadaku aku akan membantumu kok" Ardi memandang sambil tersenyum manis.
"Eh.." Hana dengan malu mulai memegang tangannya dan berdiri dari tempat itu.
************
"Ayo kita pergi dari sini dan beritahu kepada guru tentang masalah ini " Ardi membopong Hana agar ia tidak terjatuh.
"Hmm. Iya " ucap Hana dengan pipi memerah karena malu.
Tetapi ada seseorang datang. Kehadiran orang itu dapat dirasakan karena suara langkah kakinya begitu jelas kalau ia sedang kemari menuju ketempat Ardi dan Hana sekarang.
Mendengar kalau ada yang datang membuat Ardi dan Hana tegang kembali. Mereka mengira kalau ada bantuan datang dari pihak anak tadi jadi mereka menjadi waspada untuk memulai pertarungan lagi.
Tidak dipertanyakan lagi sikap Ardi sekarang, dengan cepat saat mendengar kalau ada orang datang dengan cepat dirinya menarik Hana dan menbuat Hana bersembunyi dibelakangnya.
Hana sangat terkejut dengan apa yany sudah dilakukan Ardi tadi. Ia merasa terkagum-kagum lagi karena sikap Ardi yang cool.
(Keren sekali) mata Hana berbinar-binar memandang Ardi dari belakang.
Ardi mencoba mengambil kuda-kuda bersiap untuk bertarung melawan teman anak tadi yang dilawannya.
(Sial ada lagi yang datang. Padahal sudah tenang tadi) Ardi menggerutu dalam hatinya karena masih ada lagi yang datang.
************
Saat Ardi sudah bersiap-siap bertarung tampak suara langkah kaki itu juga sudah mulai mendekat lagi dengan cepat.
Tapi yang datang bukanlah teman anak yang dilawannya tadi melainkan temannya sendiri yang disuruh untuk menunggu didepan.
Tapi karena Ardi terlalu lama makanya ia melihat Ardi takut kalau terjadi masalah." Eh Ardi kenapa kamu ada dikelas ini "Tanya temannya.
"Kamu juga kenapa ada disini " tanya Ardi balik.
"Aku ada disini karena kamu datangnya lama makanya aku datang kesini untuk melihat kamu apakah terjadi masalah atau tidak." Ucap temannya menjelaskan alasannya.
"Siapakah dia ini " tanya Hana yang ada dibelakang Ardi.
"Oh ini. Tenang saja dia adalah temanku kok " Ardi menenangkan Hana dengan tersenyum agar Hana tidak terlelu khawatir.
Hana mengangguk mengerti, dia mulai bisa merasa tenang.
"Hei untung kamu disini tolong bantu aku bawa seseorang." Ardi berbicara dengan temannya tadi.
"Hahhh, siapa " temannya bingung dengan siapa orang itu.
Ardi mulai menunjukkan anak yang habis dilawannya tadi dan ia juga menceritakan yang terjadi
Temannya tadi juga merasa terkejut dengan apa yang sudah dijelaskan Ardi. Merasakan khawatir kalau ia akan kabur segear mereka membawa kepada guru.
Anak tadi sekarang sudah diproses oleh guru. Mereka berdua juga menjelaskan secara detail apa yang sudah terjadi pada Hana. Para guru mengangguk mengerti dengan apa yang terjadi sekarang dan mereka memutuskan untuk menanganinya sendiri tanpa menganggu anak-anak lain.
*************
Dihari yang sama mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk kembali pulang setelah kejadian itu.
Tapi Hana ingin berterima kasih dengan Ardi. Tapi dia malu untuk menghampirinya sekarang karena bisa dilihat dari jelas kalau mereka sangat berbeda.
Ardi yang populer sedangkan untuk Hana ia hanyalah orang biasa. Dengan pemikiran itu Hana semakin tidak bisa menemuinya.
Tapi....
(Aku tidak boleh memikirkan popularitas, sudah sewajarnya aku mengucapkan terima kasih karena dia telah membantuku tadi. Kalau tidak mungkin, nanti pasti tidak ada kesempatan lagi untuk bertemu dengannya) Hana menyakinkan dirinya agar bisa melangkah maju menghampiri Ardi.
***********
Dengan sedikit ragu-ragu Hana mulai melangkah maju mengejar Ardi yang sudah agak jauh karena tadi Hana berfikir lama sekali.
"Anuuu" Hana memanggil dengan ragu dari belakang.
"Eh " mereka berdua terkejut kareja diapnggil tiba-tiba dan berbalik melihat siapa yang datang memanggil.
Tapi mereka berdua sudah bisa menebak siapa yang datang karena sekolah saat itu sedikit sepi.
"Ada apa " Ardi bertanya dengan ramah.
"Anooo, itu. Aku ingin mengucapkan terima kasih sengan layak jadi sekarang. Terima kasih " Hana menunduk tulus.
Ardi yang melihat Hana, dengan tersentum ia mulai mengelus kepalanya.
"Angkat kepalamu jangan begitu denganku. Aku hanya sedang lewat tadi jadi tidak apa-apa. Malah ini harus aku lakukan untuk melindungi orang-orang." Ardi tersenyum dengan cerah.
Hana bisa tersenyum menunduk, tampak wajahnya memerah melihat senyuman dan mendengarkan perkaraan Ardi sekarang.
"Terima kasih " ucap Hana dengan suara yang kecil.
"Hahaha tidak perlu dipikirkan " Ardi tertawa menunjukkan kalau dirinya baik-baik saja sekarang.
**************
Teman Ardi tadi tampak pusing memegang kepalanya dan tidak percaya apa yang terjadi barusan.
(Sialan nih Ardi. Sudah ada saja orang yang menyukainya. Sudah berapa abnyak yah yang menyukainya dirinya, pasti banyak.) Teman Ardi dalam hati sudah tidak kaget kalau yang suka dengan Ardi makin bertambah.
Ardi akhirnya berpamitan untuk pergi sekali lagi kepada Hana. Dan ini benar-benar perpisahan Ardi dengan Hana pada waktu SMP-nya.
"Aku pergi dulu jaga dirimu dengan baik" Ardi tersenyum berbalik lagi meninggalkan Hana dan menuju kerumahnya.
"Iya "Hana tersenyum memandang punggung Ardi.
************
"Dasar kamu ini jangan buat banyak orang mencintaimu seperti tadi, dasar kamu ini " Teman tadi berkomentar memberikan kritikan sinis tapi dalam hatinya ia menganggap Ardi benar-benar seorang teman.
"Hahhh apa " Ardi benar-benar tidak dengar.
"Dasar kamu ini, pergilah sana " temannya tadi mengira kalau Ardi bercanda jadi ia hanya bisa mengkritiknya saja.
"Apaan sih kamu ini " Ardi tampak terkejut dengan ucapan temannya tadi.
Merek berdua kembali dengan saling bercanda kepada, tampak ada kebahagian ditengah mereka berdua sebagai sahabat sejati.
************
Tapi dibalik itu ada Hana yang melihat mereka dari belakang dengan kegaguman melihat Ardi tadi. Ia menjadi salah satu fans Ardi sekarang yang selalu setia kepada Ardi.
(Ardi, terima kasih telah membantuku. Sekarang aku bisa tenang. Ketika aku dulu tidak menyukaimu tapi sekarang aku suka padamu. Tapi karena kamu orang populer jadi aku aku akan jadi fansmu selamanya ) ucap Hana dalam hati.