REPEATING TIME

REPEATING TIME
Batu gunting kertas 2



Near mengikuti permainan boss penjahat dengan rasa terpaksa dalam hatinya. Dengan permainan ini Near akan ditentukan antara hidup atau mati.


Permainan yang akan mereka lakukan adalah batu gunting kertas yang mana permainan itu sedikit dimodifikasi oleh boss penjahat, dimana perturan yang mereka ajukan sangat merugikan Near.


Permainan ini diadakan menjadi 3 ronde. Dalam permainan ini Near tidak boleh imbang dengan boss penjahaat itu karena dalam peraturan jika mereka imbang maka boss itu yang akan menang.


Sedangkan peraturan yang lainnya adalah jika kamu mengeluarkan batu maka kamu juga harus mengenggam kerikil yang telah disiapkan dalam kantong kain, jika tidak mengenggam maka akan dianggap kalah.


******


Merasa ada yang janggal dengan peraturan yang diberikan boss penjahat. Near yang awalnya sedikit percaya diri tapi setelah mendengarkan peraturan yang diajukan dirinya menjadi tidak percaya diri lagi.


(Kenapa mereka menggunakan kerikil untuk menggunakan batu dalan suit ini dan ini pasti ada hubungannya dengan kemenangan yang selalu didapatkan boss penjahat) dalam hati Near bertanya-tanya merasa ada heran dengan peraturan yang diajukan boss penjahat.


"Okelah kita mulai permainannya..." ucap boss penjahat itu tersenyum seolah dia sudah tahu pemenang game ini.


Near tidak mendengarkan perkataan boss penjahat karena sekarang dirinya masih janggal dengan peraturan boss itu.


Merasa bossnya tidak dihargai anak buah penjahat itu membentak Near " woyy.. dengerin boss lagi berbicara. Sudah diberikan kesempatan tapi tidak menghargai boss sama sekali "


Near terkejut dengan bentakan anak buah boss penjahat itu. Dirinya langsung mengambil kantong yang terjatuh sambil meminta maaf karena tidak mendengarkan "hehehe maaf ".


Boss penjahat itu tersenyum menenangkan anak buahnya." Tenang... berilah dia kesempatan berfikir. Dia sekarang masih kebingungan dengan hidupnya nanti"


Anak buahnya tertawa keras setuju dengan perkataan bossnya " Hahaha... kita biarkan untuk berfikir sebentar karena nanti dia tidak akan bisa berfikir selamanya "


Tidak mendapatkan jawaban atas pikirannya yang janggal Near tambah makin kecil nyalinya karena sekarang dia disudutkan oleh anak buah penjahat itu.


"Oke kita mulai gamenya... apakah kamu siap" boss penjahat itu tidak memberikan kesempatan Near untuk berfikir bahkan untuk sekejap saja.


Near sedikit gemetar akibat mentalnya sudah mulai turun akibat semakin disudutkan Anak buah penjahat itu. Near menaruh tangannya dalam kantung kain.


Melihat tangannya gemetaran anak buah penjahat itu semakin tertawa keras. Tapi tertawa itu berhenti setelah bossnya memberikan lirikan tajam pada mereka seolah bossnya menyuruh anak buahnya untuk berhenti menganggu.


Suasan hening semakin membuat jantung Near berdegup kencang karena permainan ini menentukan nasibnya untuk terus hidup ataukah dirinya harus mati.


(apakah yang harus kupilih..antara batu gunting atau kertas mana ) Near bingung dalam hatinya mengeluarkan keringat


*******


"Sudah memilih..." boss tersenyum licik


Near mengangguk memberitahu bahwa dirinya sudah memilih.


"Sekarang kamu keluarkan tanganmu jika kamu keluarkan batu maka tunjukkan kerikil itu sedangkan yang lainnya kamu tinggal lakukan seperti biasanya" boss penjahat itu telah menguasai jalan permainan.


Near mulai mengeluarkan tangannya mengenggam dengan sediit gemetaran. Melihat tangan Near yang sudah keluar memilih dengan tersenyum boss itu juga memilih seolah bossnya tahu bahwa sekarang dirinya akan menang.


Tanpa pikir panjang lagi boss itu juga mengeluarkan tangannya. Menandakan sudah memilih pilihannya.


"Batu, gunting, kertas...." mereka berdua menujukkan apa yang sudah mereka pilih.


Near dengan mata tertutup menunjukkan pilihannya berharap dirinya tidak akan kalah. Tapi kenyataan berkata lain karena sekarang boss penjahat itu memilih kertas sedangkan Near memilih batu.


Sontak gedung itu penuh keheboan melihat menangnya boss mereka melawan Near. Near membuka matanya terkejut walaupun sebenarnya dia sudah tahu bahkan tanpa harus melihat karena teriakan anak buah yang semangat itu menandakan bahwa boss mereka menang.


Mendapatkan kemenangan boss penjahat itu bertepuk tangan atas dirinya sendiri.


Near yang menerima kekalahan itu sebenarnya dirinya masih curiga karena peraturan yang mencurigkan.(Apakah ini kebetulan. Pasti tidak mungkin karena kenapa mereka sibuk untuk repot-repot untuk mencari kerikil.)


Near dengan sedih menjatuhkan kerikil yang digenggamnya.


*******


Ronde ke 2 dimulai


Near mulai memasukkan tangannya untuk memilih pilihannya yang akan dileluarkan. Dngan perasaan yang bingung Near memilih antara memilih batu, kertas atau gunting karena saat Near melihat boss penjahat itu. Boss penjahat itu tersenyum licik menunggu Near mengeluarkan tangannya.


Tanpa memikirkan lebih jauh lagi Near menganggap pilihan pertama boss penjahat itu hanya kebetulan saja. Karena dia ditakdirkan untuk menang saat itu.


(Ayolah bodoh segera percepat kematianmu karena sekarang kamu tidak akan bisa mengalahkanku karena pengalaman yang aku jalani selama 10 tahun ini. Kamu tidak akan mengetahui trik yang aku jalankan) dalam hati bos penjahat itu mengejek Near yang akan segera kalah


Sudah memilih pilihannya Near mengeluarkan lengannya sedikit gemetaran, tangannya mengenggam erat agar tidak ketahuan lagi memegang batu atau tidak.


Tapi sepertinya itu tidak berpengaruh pada boss penjahat itu. Tanpa pikir panjang lagi boss penjahat itu memasukkan lengannya kedalam kantong memilih pilihannya. Boss itu mengeluarkan lengannya.


"Batu...gunting...kertas..." hitungan dimana mereka sekali lagi akan menunjukkan pilihan dalam game.


Berbeda dengan sebelumnya Near sekarang memberanikan diri untuk membuka mata melihat hasil akhir ronde 2. Seperti harapan si boss penjahat merke menang dengan mengeluarkan gunting yang sama juga dikeluarkan oleh Near.


Melihat bossnya menang anak buahnya bersorak gembira seperti sedang menonton piala dunia. Bossnya memberikan lambaian kepada anak buahnya seolah ini sudah biasa jika dirinya menang.


Near sekarang terkejut menjatuhkan kantung berisi kerikil itu setelah melihat hasil pertandingan itu.( kenapa.. kenapa mereka bisa menang) Near merasa frustasi


"Hahaa... sesuai janjiannya maka kamu harus memberitahu apa jebakan kamu. Tapi tunggu... aku akan selesaikan kemenanganku. Kamu bisa beritahu jika aku sudah menang nanti " ucap bossnya penuh kesombongan menyatakan kemenangan tiga kali berturut-turut tanpa ada yang bisa mengalahkannya.


Mendengar hal itu dia hanya bisa mengikuti peraturan permainan yang sudah disepakati.


******


Ardi dan Kanna sedang bersembunyi dalam sebuah kelas karean mereka tidak ingin ketahuan oleh anak buah boss penjahat.


(Mereka ada banyak sekali anak buah penjahat itu. Aku harus segera kedepan meminta bantuan keguru-guru.) Ardi menggerutu dalam hati


Kanna ketakutan dengan seseorang yang datang mengira bahwa seseorang itu adalah hantu mengingat cerita Ardi diruangan sebelumnya. Kanna yang ketakutan itu gemetaran mengenggam erat lengan baju Ardi dari belakang.


Orang yang datang dari depan itu ternyata ada 3 orang. Mereka bertiga berhenti sejenak diruangan Ardi dan Kanna untuk mengambil nafas habis berlari seolah sedang mencari seseatu.