
Malam harinya dikediaman Near.
Tampak semua orang biasa saja seperti biasanya karena orang tua Near belum mengetahuinya, karena Near juga tidak memberitahunya agar mereka tidak khawatir.
Diruang makan Near dan keluarganya makan bersama. Dengan Near makan dengan tangan kirinya akibat lengan kanannya masih diperban dan belum sembuh.
"Tadi siang Kanna dan Ardi datang kesini." Ibunya memulai pembicaraan dalam ruangan yang sepi itu.
"Uhuk..uhuk...uhuk " Near terkejut dan tersedak dengan pernyataan Ibunya yang berbicara secara tiba-tiba.
"Ini minum. Makan itu yang pelan jangan cepat. lihat kan jadi tersedak" ayahnya memberikan air minum kepada Near, dengan memberikan sedikit nasehat.
"Dengerin tuh kata ayahmu." tegur ibunya.
"Iya ibu " ucap Near memelas.
"Jadi kenapa mereka berdua ada disini tadi siang." Tanya ibunya menanyakan kembali kepada Near.
Ayahnya dan ibunya memperhatikan Near untuk mendengar jawabannya. Near semakin takut kalau dia ketahuan bahwa Near tadi bolos dipelajaran pertama sekolah.
(Aduh jawab apa nih agar bisa lolos dan tidak ketahuan ayah dan ibu nih, kalau aku tadi bolos pelajaran. Bisa jadi masalah nih kalau mereka tau yang sebenarnya terjadi.) Dalam hati Near merasa ketakutan.
"Itu aku tadi sedang sakit dijam pertama sekolah sehingga aku pergi ke UKS untuk istirahat sebentar. Mereka mengira aku sakit dan tidak masuk sekolah jadi mereka sempat khawatir kalau aku sedang luka parah" Near mengarang alasan yang pas buat orang tuanya percaya.
"Ooo gitu. Jadi apakah kamu baik-baik saja " tanya ibunya mengerti dan khawatir dengan keadaanya.
"Oh aku sekarang baik-baik saja kok " Near tersenyum menyembunyikan kebenarannya.
"Emmm syukurlah. Tapi baik ya Ardi dan Kanna bela-belain kesini. Untuk mengecek kondisi Near " ucap ayah Near terkesan dengan tindakan Ardi dan Kanna.
"Iya mereka baik sekali datang kesini " ibunya membenarkan pernyataan tersebut dengan tersenyum.
"Hehehe " Near tersenyum merasa bersalah karena telah berbohong.
(Maaf ayah ibu aku telah berbohong. Aku tidak ingin kalian tahu bahwa aku tadi membulatkan tekad untuk pergi hari ini.) Near menunduk sedih.
***********
Selesai makan Near kembali kekamarnya, dalan hatinya ia merasa ada yang janggal dengan peristiwa tadi siang. Dia penasaran kenapa Kanna bisa tahu bahwa dirinya akan pergi.
"Kenapa ya Kanna bisa tahu aku akan pergi. Masa dia merasakan dalam hatinya dan dia ingat kejadian saat minggu." Tanya Near membaringkan dirinya dalam ranjang.
"Hahhh. Apakah perlu kutanyakan besok saja langsung kepada Kanna " Near berfikir.
Tapi lama kelamaan memikirkan perihal Kanna membuat Near semakin mengantuk memejamkan matanya.
"Kanna aku senang sekali bisa berteman denganmu " gunam Near pelan telarut dalam tidurnya.
************
Diwaktu yang sama dalam rumah Kanna sekarang.
Tampak Kanna masih belum tidur karena dia sedang menulis dalam buku hariannya tentang yang terjadi hari ini. Kanna terenyum mengingat dirinya sudah bisa berteman dengan Near lagi.
"Near terima kasih telah menjadi temanku dan tidak menyerah kepadaku." Gunam Kanna tersenyum sambil meminum air panas digelasnya.
Tampak sekali-kali dia menguap tapi dia tetap menahannya dan terus menulis dibuku hariannya.
************
Sedangkan untuk Near dia dipanggil karena telah bolos pelajaran kemarin.
Tapi untungnya yang memanggil mereka adalah wali kelasnya. Tampak ia sangat marah karena telah menggunakan namanya untuk pergi keluar sekolah.
"Apa yang kalian bertiga lakukan kemarin sampai bolos ditengah pelajaran "bentak kesal wali kelas Kanna dan Near.
"Maaf pak hehehe " ucap Near kikuk.
Wali kelas langsung menatap tajam Near karena berani tertawa.
Mendapat tatapan tajam wali kelas Near langsung terdiam tidak berkutik. Tapi karena wali kelas tersebut baik maka meredalah amarahnya.
"Hahhhh...(menghela nafas). Kalian jika pergi atau ada masalah tolong bilang ke saya. Ini agar bapak bisa bantu kalian. Kalau sudah gini kan rumit " ucap wali kelas lembut.
"Maaf pak " Mereka bertiga menunduk merasa bersalah.
Melihat muridnya sudah merasa bersalah wali kelasnya menyudahinya membuat Near,Ardi, dan Kanna merasa lega. Wali kelas itu membentak muridnya agar mereka menyadari kesalahannya.
"Tapi" ucap wali kelas itu secara tiba-tiba membuat mereka bertiga terdiam mendengarkan
"Apa pak " tanya mereka bertiga karena gurunya terlihat ragu untuk mengucapkan.
"Hahh(hela nafas lagi). Kalian akan diskors selama 1 minggu." Ucap wali kelas mendadak.
"Apaaaa " mereka terkejut sekali mendengar berita bahwa mereka akan diskors.
"Kenapa bisa pak " tanya Near khawatir.
"Iya pak kenapa bisa. Apakah tidak ada cara lain " tanya Ardi juga karena ia tidak ingin dimarahi orang tuanya karena bolos.
"Bapak tidak bisa menolong kalian lebih dalam lagi. Karena kalian sudah jadi perhatian seluruh sekolah bukan atau lebih tepatnya Kanna dan Ardi " Wali kelas langsung menatap mereka berdua dengan curiga.
Ardi dan Kanna langsung menunduk bersalah. Menyebut nama Ardi dan Kanna membuat Near curiga apalagi sikap keduanya tampak mencurigakan tapi ia langsung menghilangkan perasaan curiga itu.
"Memang mereka berdua jadi perhatian seluruh sekolah apalagi mereka kan cantik untuk Kanna tapi untuk Ardi entah kenapa dia populer dengan wajah biasanya " Near mencoba membujuk dengan sedikit ejekan ke Ardi.
Mendapat ejekan Ardi langsung melirik kearah Near kesal. Near yang tahu kalau Ardi sedang meliriknya dengan kesal, dia tidak berani untuk melihatnya.
***********
"Bukan perhatian yang seperti itu. Tapi mereka telah melakukan seseatu yang membuat heboh kemarin. Mereka kemarin telah pergi bersama dan bergandengan tangan didepan guru, apalagi perginya waktu pelajaran berlangsung " Wali kelasnya menjelaskan kesalahan mereka.
"Apa seperti itu " Near tidak percaya dengan apa yang sudah didengarnya.
"Bukan, bukan seperti itu " Kanna mencoba mengelak agar kesalahpahaman tidak bertambah besar.
"Emm...bagaimana ya bicaranya. Kemarin itu saya mau mencari Near yang hilang dikelas. Merasa khawatir telah terjadi apa-apa dengannya aku mau mengecek apakah dia dirumah atau tidak. Karena tidak tahu dimana maka aku menyeret Ardi." Ucap Kanna menjelaskan situsasi kemarin dengan detail.
"Oooo gitu. Tapi kan kamu bisa minta izin dengan guru pengajar waktunya kan. Tapi kenapa kamu langsung masuk saja tanpa izin dahulu dan membawa Ardi pergi" Wali kelas merasa pusing mendengar kesalahan mereka.
Walaupun Kanna mempunyai alasan yang jelas tetapi fakta ia telah melakukan kesalahan menjadi kenapa ia dihukum.
"Maaf. Karena terlalu malu aku langsung bawa Ardi pergi." Ucap Kanna menunduk malu mengakui kesalahan yang telah ia perbuat.
"Hadehhh...kepalaku pusing sekali hari ini" wali kelas memegang kepalanya yang pusing, tidak kuat menahan masalah yang terjadi sekarang.