
Wajah Near tiba-tiba berubah menjadi menakutkan seperti sebelumnya."Hahaha...mana mungkin aku akan percaya dengan penjahat seperti kalian. Mana mungkin kalian akan pergi membebaskanku "
Bos penjahat mendengarkan perkataan Near, dia tidak bisa berhenti untuk takjub karena semua rencananya gagal oleh Near "Hahaha...sepertinya rencana kita ketahuan. Tapi tanpa mendengarkan rencanamu pasti kami tetap akan menghabisimu sekarang "
Para penjahat itu nekat untuk maju menghadapi jebakan Near. Tapi kenekatan itu dihentikan oleh Near saat para penjahat itu mulai mengambil beberapa langkah " tunggu.."
Para penjahat itu merespon dan berhenti sejenak.
"Tenang saja akan kuberitahu. Aku bukan orang yang seperti kalian. Jadi akan kuberitahu jebakan itu"
Bos penjahat dan anak buahnya memerhatikan Near ingin mendengarkan isi jebakan itu.
Near yang mendapati bahwa para penjahat itu sedang melihatnya. Near tertawa dengan sangat keras "hahahah....kalau jebakan itu. Aku bohong tentang itu "
"Eh.." para penjahat itu tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar fakta itu.
"Bukankah sudah kubilang bahwa aku adalah orang yang licik menurutku. Jadi sejak awal tidak ada jebakan sama sekali disini. Aku mau menghabis segerombolan orang yang tidak bisa sendiri menghadapiku " Near menjelaskan secara rinci dan mulai memprovokasi para penjahat.
Mendengar bahwa telah dibodohi selama ini tanpa pikir panjang lagi anak buah boss penjahat itu melangkah mau menghabisi Near.
"Berhenti..." bentak bossnya tiba-tiba, sebuah peringatan untuk anak buahnya agar tidak melangkah lagi.
Anak buahnya terdiam menoleh kepada bossnya bertanya-tanya. Karena sekarang adalah kesempatannya, dimana sudah tidak ada penghambat atau jebakan lagi untuk segera menghabisi Near.
"Kalian lihat saja dari jauh. Aku mau memberi pelajaran anak itu agar tidak terlalu meremehkan kita."Boss tersebut maju melepaskan jangketnya dan memberikan pada anak buahnya.
"Boss..." Anak buahnya memanggil kagum dengan sikap yang diambil bossnya.
Boss penjahat itu melangkah maju sambil menggerakkan tanganya pemanasana bersiap untuk duel satu lawan satu sama Near.
"Jadi kamu akan melawanku sendirian " Near dengan tatapan meremehkan bos penjahat itu.
Menghiraukan pertanyaan Near bos penjahat itu tetap melakukan pemanasan tubuhnya untuk siap bertarung.
"Kau bilang bahwa kami adalah segerombolan pengecut yang hanya bisa keroyokan" tanya bos penjahat itu kepada Near memperjelas perkataan Near sebelumnya.
"Iya bisa dibilang begitu intinya." Near tetap mengejek boss penjahat itu.
"Hahaha...baiklah akan kutunjukkan siapa kita sebenarnya saat terpisah" ucap boss penjahat itu sambil menunjuk kearah Near.
*******
Bukannya takut Near malah semakin memprovokasi penjahat itu. Dengan tenang dia berdiri menatap tajam penjahat itu."Ayolah bisakah kita mulai "
Anak buahya hanya bisa menelan ludah ketakutan karena dalam ruangan itu suasana tiba-tiba menjadi mencengkam. Bahkan anak buahya yang berada didepan yabg disekap juga merasakannya.
Near dan boss penjahat itu saling menatap tajam masing-masing mengintimidasi. Mereka bertatapan sangat lama.
Dengan cepat mereka bergerak maju tanpa hambatan. Mereka slaing berlari menghampiri. Ketika mereka sudah dekat mereka mulai menarik tangannya bersiap untuk memberikan pukulan terkerasnya.
Saat mereka sudah dekat tanpa peringatan mereka sudah mengeluarkan pukulannya.
"Rasakan ini..." teriak Near mengeluarkan pukulan terbaiknya.
"Emm.." begitupun dengan boss penjahat itu tidak mengeluarkan suara terlalu keras.
Pukulan yang mereka keluarkan mengenai pipi masing-masing baik Near dan boss penjahat itu menerima pujulan yang sama. Pukulan yang mereka keluarkan membuat Near dan penjahat itu mimisan dan lebam diwajahnya. Mereka berdua terpukul mundur dibelakang.
Pukulan itu mebuat Near jatuh terlentang. Tanpa memberikan kesempatan lagi bos penjahat itu mulai mencengkram kerah Near dan memukul terus Near sampai membuat Near lemas.
"Rasakan ini hah. Rasakan telah meremahkan kami selama ini..hahha " tawa boss itu puas telah menghajar Near.
Dalam keadaan lemas itu bahkan Near masih sempat membuat bos penjahat itu kesal. Near tersenyum sinis merasa kasihan pada boss penjahat.
Melihat wajah sinis Near, rasa kesal boss penjahat mulai muncul kembali. Dirinya langsung menghajar kembali Near"Hah..akan aku hapus wajah licikmu itu "
Pukulan itu membuat wajah Near lebam semua dan darah mengalir dihidungnya.
*******
Merasa sudah puas boss penjahat itu berdiri mau meninggalkan Near.
"kalian saja yang urus. Aku sudah muak melihat wajahnya" boss penjahat itu menyerahkan sisanya kepada ank buahnya.
Anak buahnya merasa senang karena mendapatkan tugas seperti itu" siaap boss laksanakan "
Tapi ketika boss penjahat itu mau pergi menyerahkan tugas kepada anak buahnya dengan cepat Near memegang kaki boss penjahat tidak membiarkannya pergi.
"Urusan kita belum selesai " ucap Near terbata menahan kesakitan ras sakit ditubuhnya.
Anak buahnya terkejut berhenti. Bosnya yang sudah melihat tekad Near di kasus sebelumnya, dia hanya bisa menyingkirkan tangan Near dikakinya dengan menendangnya.
Mendapati tangannya yang dulu sudah diinjak teman boss penjahat itu, sekarang malahan tangannya ditendang oleh boss penjahat juga.
Near hanya bisa teriak kesakitan karena tangannya belum sepenuhnya sembuh kira-kira membutuhkan waktu sebulan. Tapi sekarang malahan tangannya ditendang bossnya."wahhhh..."
Merasa masih belum dalam hatinya untuk menghabisi Near. Boss penjahat itu mulai menginjak seperti teman sebelumnya "hahha... tidak kusangka aku akan meniru penjahat itu "
Near hanya bisa berteriak kesakitan sambil memukul lemah kaki boss penjahat karena tenaganya sekarang sudah tidak ada."lepaskan..waaaah (kesakitan) lepaskan tanganku"
Merasa sudah cukup untuk menghabisi Near. Tampak wajah lega sudah ada diwajah boss penjahat itu.
Boss penjahat itu berjongkok ke Near sambil tersenyum menertawakan nasib Near sekarang yang sudah tidak berdaya.
"Apakah kau sudah tidak bisa tertawa. Mana tertawamu tadi hah " bentak bos penjahat itu menatap Near mengejek akan nasib buruknya yang sudah tidak berdaya lagi untuk berdiri.
Near sekarang sedang kehabisan nafas setelah beberapa lama menahan rasa sakit ditangannya. Near hanya bisa pasrah sekarang tinggal meminta bantuan orang lain.
******
Melihat Near yang sudah lemas tidak berdaya boss penjahat itu sekarang kehilangan semangat, muak melihat wajah Near yang penuh bekas pukulan dan darah.
"Kalian yang lanjutkan, aku sudah muak melihat wajahnya. "Boss penjahat itu berdiri malas menyuruh anak buahnya untuk segera menghabisi Near.
"Okee boss " jawab anak buahnya penuh semangat tidak sabar menghabisi Near. Para penjahat itu menghampiri Near yang sudah tergeletak tak berdaya.
Boss itu menjauh dan mau menyalakan rokoknya. Tapi ketika mau menyalakan koreknya, tiba-tiba ada suara dari anak buahnya yang disekap didepan. Suara itu mebuat semua orang diruangan itu berhenti.
"Emm....emm..em.."Anak buahnya yang disekap itu seperti mau memberitahu seseatu.
"Dia datang.." ucap Near tersenyum.