
Near sedang berada disebuah kelas, dia bersembunyi dari para penjahat itu. Sekarang dia lagi berbicara dengan jam antik untuk mengusir ketakutannya dalam kegelapan.
"Hei(memanggil jam itu)...jika aku menggunakanmu apakah keberadaanku akan menghilang dari dunia " tanya Near dengan sedih. Tiba-tiba suasana berubah dari bercanda menjadi serius
"Mungkin...jika kau menggunakan aku lagi. Entah berapa kali kau menggunakannya, pasti suatu saat keberadaanmu akan hilang " jawab jam itu ragu mau menjawabnya atau tidak
Near yang mendengar itu hanya bisa terdiam dengan mata yang berkaca-kaca menerima apa yang akan terjadi jika harus mengulang waktu lagi."hei ada yang ingin kutanyakan padamu "
"Tanyalah aku akan menjawabmu " ucap jam itu seolah tahu apapun yang ada dunia ini
"Seberapa lama...seberapa lama aku harus menunggu, seberapa lama aku mengalami kutukan ini..." tanya Near yang berputus asa dengan kutukannya
"......" keadaan menjadi hening. Jam itu tidak bisa menjawab pertanyaan itu
"Jadi tidak aku harus menunggu lama ya " ucap Near yang tersenyum dengan mata berkaca-kaca
"Maaf " ucap jam itu menyesal tak bisa menjawabnya
*******
Ditengah pembicaraan sedih itu Kanna terbangun karena pembicaran Near yang terlalu berisik. Kanna mulai membuka matanya. "Emmm..."
Near yang mengetahui bahwa Kanna mulai sadar dia jadi senang karena itu tandanya Kanna baik-baik saja sekarang.
Near memasukkan jam antik itu disakunya, Near segera berada disampingnya untuk membuat Kanna tahu bahwa dirinya(Near) adalah temannya.
Kanna mulai mengusap matanya, memahami apa yang terjadi dengan dirinya. Tampak dirinya sangat ketakutan berada ditempat yang baru itu. Near yang melihat Kanna ketakutan. Dia mencoba menenangkan Kanna " Kanna tenang,tenang, disini ada aku temanmu " ucap Near menenangkan Kanna
Tapi Kanna tidak merespon hal itu dia memegang kepalanya pusing. Kenapa dia berada disana.
Near yang melihat itu dia tak tega, dengan cepat dia memeluk Kanna menenangkannya."ini aku teman mu "
Tapi pelukan Near dengan cepat ditepis oleh Kanna ketakutan seperti bertemu dengan orang baru."siapa kau kamu bukan temanku."
Near yang mendengar hanya bisa tersenyum menahan rasa sakit dihatinya bahwa orang yang disukainya melupakannya."Ini aku temanmu. Kita selalu bersama saat sekolah. " ucap Near menjelaskan kepada Kanna
"Bohong, aku hanya kenal dengan Ardi seorang saja " ucap Kanna yang sedari tadi ketakutan menjauh dari Near
"Kanna jangan bercanda disituasi seperti ini. Jika kamu ingat Ardi sekarang bukankah kamu juga ingat aku" ucap Near mencoba menyangkal ucapan Kanna
"Tidak, aku tidak kenal kamu" ucap Kanna dengan tatapan sinis mencoba menjauh
"Eh..." Near tidak bisa berkata-kata lagi saat Kanna bilang bahwa Kanna hanya mengingat Ardi saja
Saat Kanna tidak ingat tentang teman-temannya Near tampak bisa menahan itu semua tapi saat Near mendengar Kanna hanya bisa mengingat Ardi saja sebagai temannya. ( Entah kenapa hatiku terasa sakit ketika mendengar itu . Kenapa dengan hatiku padahal harusnya aku senang jika Kanna mulai bisa mengingat seseorang. Aku harusnya senang sebagi temannya.) Ucap Near meneteskan air matanya tanpa sadar dengan memegang hatinya yang mulai tersa sakit
*******
Ardi melihat dari kejauhan setelah mengendap-endap mencari tau apa yang para penjahat itu lakukan. Ardi mulai melihat mereka sudah mencari disetiap kelas dengan panik dia segear kembali ketempat persembunyian.
(sial mereka tau bahwa kita ada dibelakang ini. Aku harus pindah dati tempat ini) ucap Ardi menggerutu
Ardi memahami situasi yang terjadi sekarang. Ardi yang melihat sahabatnya terpuruk meneteskan air matanya, dia menjadi tak tega.
Tapi karena keadaanya yang tidak sempat karena para penjahat itu sudah mulai mencari-cari dalam setiap kelas. Ardi segera berjongkok menampar Near."Ingatlah tujuan kita datang kesini" bentak Ardi mencoba menguatkan Near yang sedang sedih itu
Near yang mendapat tamparan itu, akhirnya dia tersadar dari keadaan sedihnya itu. Near mengingat setiap alasan kenapa dia datang melawan penjahat itu.(aku ingat...aku ingat kenapa aku disini. Aku ingat bahwa aku harus menjaganya(Kanna), aku harus membantu temanku,) ucap Near dalam hati mencoba menguatkan hatinya sendiri
Near mengusap air matanya kemudian bangkit menatap Ardi " terima kasih telah mengingatkanku "
Ardi membalas tersenyum prihatin kepada Near. Kanna masih bingung kenapa dia berada disana, dia sekarang hanya bisa mengingat Ardi seorang saja.
*******
Ardi mulai menjelaskan situasinya sekarang."apakah kamu yakin akan mendengar situasinya" ucap Ardi prihatin
Dengan tersenyum Near menjawab" tenanglah aku baik saja. Aku.sudah terbiasa melewati peristiwa seperti ini. Jadi aku sudah terbiasa sekarang."
Ardi tahu bahwa Near merasa kesakitan dalam hatinya sekarang. Tapi karena situasinya menjadi seperti ini, dia hanya bisa fokus mencari jalan keluar dari situasi tersebut.
Ardi mulai menjelaskan situasinya setelah melakukan pengintaian, dimana penjahat itu mulai memeriksa setiap kelas diseluruh sekolah untuk mencari dirinya.
Ardi bingung harus bagaimana untuk lari dari para penjahat itu dengan keadaannya sekarang. Kanna yang lupa akan apa yang terjadi sekarang.
Near berfikir sejenak dan dia mulai memikirkan sebuah ide agar Ardi dan Kanna bisa keluar"sepertinya aku punya ide untuk mengatasi ini " ucap Near yakin dengan idenya itu
"Apa itu... " tanya Ardi penasaran
"Tapi rencana ini, harus hanya kita berdua saja yang tahu." Ucap Near melihat Kanna
"Kenapa dia tidak boleh tahu " ucap Ardi heran
Near berbisik kepada Ardi menyarankan." Aku hanya tidak ingin dia menjadi terbebani dengan rencana ini. Kamu harus memindahkan dia berada diruang sebelah "
Ardi melihat kondisi Kanna sekarang, dia akhrlirnya setuju dengan ucapan Near. Mungkin otak Kanna akan sulit menerimanya jika dia tiba-tiba mengalami situasi buruk.
"Oke aku akan membawa Kanna ediruangan sebelah." Ucap Ardi menyetujui perkataan Near
Segera Ardi membawa Kanna keruang sebelah dengan memegangnya agar dia tidak terjatuh. Ketika Kanna lewat didepan matanya, Near hanya bisa terdiam menunduk memutupi kesedihannya karena sekarang Kanna tidak ingat akan dirinya(Near).
*******
Keadaan para penjahat itu skerang mereka muli mencari disetiap ruangab yang ada di sekolah itu.
"CEPAAAT KALIAN HARUS SEGERA MENEMUKAN MEREKA. KITA TIDAK BOLEH BUANG WAKTU. CEPAT, CEPAT" ucap jan itu membentak kepada anak buahnya untuk segera menemukan Ardi dan Near
"Siaapp boss " anak buahnya menjawab sambil melihat-lihat ruangan yang mereka lewati.
"INGAT KITA HARUS MEMBALASKAN TEMAN KITA YANG SEDANG DIPENJARA" ucap bossnya memberi motivasi kepada anak buahnya yang sedang mencari itu
"Iyaaa bos, laksanakan perintah " ucap anak buahnya penuh semangat