
Ardi menelan ludah ketakutan, dalam hatinya ia tidak berharap dan berdoa agar ia bisa pulang dengan selamat.
"Tanpa basa basi lagi ayo kita masuk untuk segera mulai pertarungannya" Jarwo tersenyum lalu berbalik untuk membuka gerbang besar gedung itu.
"Ayo kita bertarung" Dengan sedikt tenaga ia membuka pintu gedung itu.
Perlahan pintu gedung itu terbuka, hal itu membuat Ardi menghembuskan nafas untuk menangkan dirinya.
(Hahhh... aku harus berani. Aku tidak ingin jadi pengecut lagi yang meninggalkan seseorang ) Ardi teringat saat ia meninggalkan Near di belakang sekolah untuk memancing para penjahat.
*************
Pintu terbuka tampak gedung itu sudah sangat tua, banyak lumut yang sudah tumbuh ditembok-tembok gedung. Pohon banyak tumbuh dudalamnya, kaca pecah. Dan barang didalamnya rusak semua.
Jarwo mengawali masuk dan diikuti oleh anak buahnya dan Ardi. Dalam gedung itu sangat luas. Mereka semua berhenti ditengah gedung itu.
"Oke kita sudah ada disini, maka kita akan mulai pertarungannya." Jarwo dan anak buahnya mengelilingi Ardi, hal itu membuat Ardu tidak bisa santai karena bisa saja sesaat mereka akan menyerang dari belakangnya tanpa disadari.
************
"Tenang saja kami tidak akan menyerangmu sebelum aku menjelaskan situasinya sekarang dalam gedung ini " ucap Jarwo mengangkat lengannya memberikan tanda agar anak buahnya tidak menyerang Ardi selagi ia berbicara.
Ardi mempercayai perkataan Jarwo dan memilih untuk menghadap Jarwo sekarang.
"Syarat cukup mudah sekarang. Kita akan saling bertarung antara kamu dan kita berenam. Siapa yang pingsan dahulu atau menyerah maka dial yang kalah." Ucap Jarwo menjelaskan
"Hmm(terenyum sinis)...Sepertinya kita akan berakhir dengan pingsan. Karena pasti kita tidak akan ada yang menyerah dalam pertarungan ini " ucap Ardi tersenyum semangat.
"Hahhaha, kamu betul sekali. Pertarungan ini akan berakhir bila seseorang pingsan " Jarwo menyetujui perkataan Ardi.
**************
"Tapi sebelum itu, aku telah menyiapkan kamera untuk merekam pertarungan kita. Aku tau pasti sulit jika orang mendengar bahwa kamu kalah, mereka akan tidak memercayainya. Oleh karena itu aku telah menyiapkan 4 kamera" ucap Jarwo tiba-tiba
Ardi mendengarkan dengan serius, tampak dimatanya bahwa ia sudah siap bertarung dengan Jarwo sekarang tanpa memperdulihkan kamera.
"Aku menyiap kamera disana, disana, disana lagi dan disana juga " Jarwo menunjuk satu persatu kamera yang ada disetiap pojok gedung.
Ardi melihat arah yang ditunjuk Jarwo dan ia melihat dengan jelas kalau disana ada kamera. Dengan adanya kamera, hal itu membuat Ardi tidak bisa main-main lagi untuk menunjukkan kekuatannya.
*************
"Hanya itu saja yang ingin kusampaikan padamu. Kalau gitu kita mulai bertarunganya " Jarwo mengambil kuda-kuda begitu juga dengan anak buahnya.
Tidak bisa lari lagi, ia hanya mempunyai satu pilihan yaitu bertarung dengan Jarwo dan membuktikkan kalau ia yang menang.
**************
(Hahhg, kamu akan kalah melawan kami berlima. Bahkan saat kamu jago berkelahi tapi tetap saja kamu akan kalah jika berhadapan dengan banyak orang) dalam hati Jarwo meremhkan Ardi sekarang.
Beda dengan waktu smp kali ini Ardi bisa tenang daripada waktu smp. Dengan hembusan nafas kali ini ia mengambil kuda-kuda juga.
"Eh."
(Tidak, tidak mungkin Ardi memakai kuda-kuda. Apakah berarti saat ia tidak menggunakan kuda-kuda maka ia tidak bertarung serius. Sepertinya aku telah meremehkannya. Kali ini aku harus bertaring serius juga. Tapi ini pertama kalinya aku melihat Ardi memakai kuda-kuda seperti itu) dalam hati ia masih keheranan dengan Ardi.
*************
(Ya ampun kenapa mereka kaget begini. Apakah mereka meremehkanku, apa aku ada salah posisi, tapi mau bagamana lagi karena aku baru belajar sejak kejadian Near dibelakang sekolah.) Dalam hati Ardi merasa malu.
Flashback On
Semenjak kejadian dimana dirinya tidak bisa membantu Near melawan penjahat. Apalagi sampai Near mengalami luka karena dirinya, hal itu membuatnya sangat frustasi.
Sehingga Ardi menjadi murung setelah kejadian itu. Tapi disuatu hari ia memutuskan untuk belajar bela diri. Ia mencari-cari diinternet bagaimana melakukan bela diri, mulai dari posisi persiapan, penyerangan, dan bertahan.
Ardi menghafal satu persatu posisi tersebut. Tidak sampai itu juga, Ardi juga melakukan olahraga guna mendapatkan badan yang kuat untuk melakukan bela diri.
Flashback end
Dengan mengingat apa yang ia cari diinternet. Ardi mulai mempraktekkan dengan percaya diri.
*************
Segera sadar kalau mereka dalam pertarungan dengan cepat Jarwo menyerang Ardi dari depan.
Ardi juga merasa tekejut dengan serangan mendadak Jarwo. Tapi entah kenapa ia bisa menangkis serangan Jarwo dan itu sedikit persis dengan apa yang sudah ia cari diinternet.
Walau gerakannya sangat kaku. Hal itu tidak menghambatnya untuk menyerang dan bertahan dalam segala arah untuk menghadapi Jarwo dan anggotanya.
Selang beberapa gerakan menghindari 6 orang yang mengerumuninya. Ardi mulai sedikit lelah hingga ada beberapa serangan yang tidak bisa ia tangkis dan mengenai tubuhnya.
(Sial karena tubuhku tidak terlatih, makanya aku menjadi lemah begini, aku harus bagaimana ini. Aku sudah tidak bisa mengimbangi mereka saat menyerangku. Aku hanya bisa berharap bantuan akan datang) Ardi masih dalam posisi bertarung sambil melirik kesamping belakang, untuk menerima serangan mereka berenam.
"Hahhha apakah kamu sudah capek. Apa kau tahu melawan kita berenam sangat melelahkan dan ini juga strategi kita untuk melawanmu agar kamu kelelahan. Aku harap kau bis mengeluarkan semua kekuatanmu " ejek salah satu anak buahnya yang juga hampir memberontak saat Ardi mau berbicara dengan Hana.
"Hahhh kau pikir aku siapa yang akan capek begitu saja. Tidak peduli dalam kondisi capek atau tidak. Aku pasti akan mengalahkan kalian dan menang " ucap Ardi dengan sombongnya sambil mengelap keringat yang menetes diwajahnya.
"Dasar sombong kamuuuu. Kamu akan memakan omongamu sendiri" ucap anak buah tadi dengan kesal.
Tanpa memberi jeda waktu lagi kepada Ardi. Mereka berenam langsung menyerang Ardi yang kelelahan.
"Hajar dia " perintah Jaeo kepada 5 anak buahnya.
Akan diserang diberbagai arah, ia tidak bisa memiirkan apapun saat ini. Karena diinternet Ardi hanya mempelajari berbagai posisi saj, bukan cara untuk menghadapi orang banyak.
Merasa sedikit frustasi tanpa piir panjang lagi Ardi berteriak dengan keras." CEPATTT HAJAR AKUUU "
**************
Dilain sisi ada Hana yang sedang menuju ketempat Ardi berada bersama dengan bantuan yang sangat membantu yaitu kepala sekolah.
Mereka berdua sudah sampai di gedung kosong yang diperkirakan tempat Ardi dibawa untuk bertarung oleh Jarwo dan para anggotanya.