REPEATING TIME

REPEATING TIME
Satu dan tiga orang-3



Kanna penasaran dengan apa yang sedang dibisikkan Ardi kepada pimpinan polisi tersebut. Kanna mendekat telinganya tapi karena sedikit kejauhan dan suara mereka kecil maka Kanna tidak dengar apa-apa yang diperbincangkan.


Ardi memanggil pimpinan polisi itu untuk segera mendekatkan telingannya. Pimpinan polisi itu mulai mendekatkan telinganya mendengarkan apa yang akan dibicarakan Ardi.


"Aku mohon bawa Kanna pergi dari tempat ini ketempat aman. Karena aku ingin berbicara seseatu kepadamu..." bisik Ardi pelan mengantisipasi Kanna agar tidak dengar perbincangan mereka.


"Tapi kenapa bukannya kau bisa berbicara disini...kenapa dia harus pergi" tanya pimpinan itu heran tentang pertolongan Ardi untuk segera membawa Kanna pergi dari tempat tersebut.


Ardi dengan mata memelas memohon kepada pimpinan polisi tersebut agar segera membawa Kanna ditempat aman.


Melihat itu pimpinan polisi tidak ada pilihan selain menerima permintaan Ardi untuk segera membaw Kanna." Okelah akan kubawa dia ketempat aman dahulu. Karena sepertinya kamu tidak akan bisa jika ada dia "


Ardi akhirnya bisa lega karena tanpa Kanna dia bisa bebas membicarakan Near dan mulai menyematkannya. Apalagi Ardi juga sudah menepati janjinya untuk selalu melindungi Kanna.


*********


"Oke tanpa berbicara panjang lagi. Aku mau memerintahkan kalian berdua untuk segera membawa dia ketempat aman " perintah pimpinan menujuk keduanya takut akan penjahat menyerang Kanna lagi.


"Siaaap laksanakan..tapi kenapa boss tidak ikut " tanya anak buahnya


"Aku ada permintaan egois dari anak ini " pimpinan polisi tersenyum sambil memegang pundak Ardi


"Hahaha..maafkan aku " ucap Ardi kikuk menggaruk kepalanya


"Oke kami pergi dahulu kalau gitu.." ucap anak buahnya beranjak pergi menuntun Kanna ketempat aman menuruti perintah bossnya.


Tapi ketika Kanna tidak bergerak untuk segera mengikuti langkah para polisi tersebut sehingga membuat orang-orang heran.


"Ayo kita segera pergi.. "ucap ramah kedua polisi itu mengajak Kanna pergi menuju ketempata aman.


Tapi Kanna hanya diam menunduk tanpa berbicara apapun membuat orang-orang semakin kebingungan dengan sikapnya.


Ardi langsung menghampiri Kanna" Kenapa kamu tidak ikuti mereka " tanya Ardi heran kenapa dengan sikap Kanna.


Kanna tetap terdiam menunduk. Tiba-tiba dia mulai meneteskan entah kenapa. Membuat Ardi semakin kebingungan harus bersikap apa.


"kenapa kamu menangis...Apakah ada yang sakit" tanya Ardi khawatir bila terjadi seseatu dengan Kanna.


"Emmm.." Kanna mengangguk sambil mengelap air matanya yang terus keluar dengan tangan.


"Apa yang sakit apakah kepalamu " tanya Ardi panik mengingat Kanna mengalami masalah dengan ingatannya.


"Hatiku..." ucap Kanna yang masih menagis tersedu-sedu.


"Eh hati.." Ardi bingung dengan pernyataan Kanna yang tiba-tiba.


Para polisi yang lain hanya bisa melihat itu tanpa tahu situasi yang terjadi kepada Kanna.


""Entah kenapa hatiku sakit sekarang. Entah kenapa sepertinya jika aku pergi dari sini sekarang akan membuatku mengalami penyesalan. Sejak bangun tadi entah kenapa aku sepertinya akan melupakan seseatu yang penting." Kanna menangis tersedu-sedu.


Ardi hanya bisa tersenyum menenangkannya untuk sekarang." Tidak apa-apa jika kamu pergi sekarang karena aku sekarang mau menyelamatkannya. Yaitu yang membuatmu hatimu sakit dari tadi pasti aku akan menyelamatkannya."


Kanna mulai bisa sedikit mengakat kepalanya untuk melihat Ardi.


"jadi sekarang kamu bisa tenang kan" dengan tersenyum Ardi membuat Kanna tidak berat hatinya untuk pergi menyelamatkan dirinya.


Tapi itu bukanlah air mata kesedihan tapi air mata yang Kanna keluarkan sekarang adalah air mata yang mendakan dirinya bersyukur akan apa yang terjadi. Dan semua orang yang berada dalam ruangan itu mengetahui pasti dengan melihatnya saja.


******


Kanna sekarang tidak menangis lagi, dirinya sekarang mau mengikuti kedua polisi yang ditunjuk untuk mengamankannya.


Tapi sebelum melangkah dalam ruangan itu Kanna sempat berbalik melihat Ardi."Berhati-hatilah...jaga dirimu "


"Emmm..." Ardi mengangguk dengan tersenyum.


Kanna akhirnya melangkah keluar menuju ketempat aman bersama dengan kedua polisi tadi. Kakinya sekarang merasa ringan karena dia merasa telah mendapat teman yang dapat diandalkan.


******


Dalam ruangan itu sekarang hanya ada Ardi dan pimpinan polisi saja. Tanpa basa-basi Ardi mau menjelaskan kenapa dirinya harus tetap tinggal disini. Tapi katika mau berbicara ucapan Ardi dipotong oleh pimpinan polisi.


"Jadi dimana temanmu yang satunya sekarang berada..." tanya pimpinan polisi santai sambil duduk diatas meja.


Ardi yang belum sempat menjelaskan, dirinya menjadi sangat terkejut karena pimpinan polisi bisa tahu apa yang sedang mau dibicarakannya.


"Jangan terkejut. Kamu bisa santai saja... kami hanya mendapatkan informasi bahwa kami harus menyelamatkan tiga orang anak. Saat kami datang hanya dua orang saja... maka aku simpulkan bahwa satunya masih dibelakang atau dia saat ini sedang ditangkap oleh para penjahat " ucap pimpinan polisi menjelaskan analisisnya denagn sombong.


Ardi tidak bisa berhenti takjub dengan analisis pimpinan polisi itu. Tanpa sadar dirinya bertepuk tangan menyanjung pimpinan polisi.


Mendapatkan tepuk tangan seperti itu pimpinan polisi senang. Dirinya melanjutkan pembicaraannya dengan berpose sedikit keren.


"Jadi bisa jelaskan dimana dia sekarang berada.." tanya pimpinan polisi untuk mengetahui


"Dia sekarang berada digedung kosong belakang sekolah" Ardi menunduk sedih


Melihat Ardi sedih pimpinan polisi kenapa dia sekarang berada digedung belakang."apakah mungkin dia yang memancing para penjahat untuk membuat jalan buat kalian lari "


Mendengar kenyataannya yang begitu Ardi hanya bisa terdiam menunduk tanpa jawaban. Pimpinan polisi mengetahui mengapa Ardi terdiam tanpa menjawabnya karena apa yang baru diucapnya adalah kebenaran yang terjadi sebelumnya.


Pimpinan polisi bangkita dari duduknya dan berjalan menghampiri Ardi. Pimpinan polisi itu menepuk pundaknya prihatin. Tapi keprihatinan itu tak bertahan lama karena tiba-tiba pimpinan polisi menepuk dengan keras pundak Ardi.


Membuat Ardi jatuh tersungkur kesakitan."aduh..apa yang kamu lakukan" tanya Ardi sambil memegang pundaknya yang kesakitan.


"Apakah kamu akan diam disini...bukankah kita harus segera menyelamatkannya" pimpinan polisi tiba-tiba membentak


Ardi terdiam sejenak mendengar hal itu. Tapi setelah sejenak berfikir Ardi akhirnya langsung bangkit sambil merenggangkan tangannya yang kesakitan habis dipukul oleh polisi tersebut.


"Hmm(tersenyum sinis)... aku baru saja mau berangkat kesana" dengan tersenyum Ardi menyela perkataan pimpinan polisi.


Sambil mengelap matanya dia berkata kepada pimpinan polisi tersebut." Ayo kita segera pergi dari sini.."


"Aku sudah siap dari tadi hanya kamu saja yang menghambatku.." pimpinan polisi tersenyum mengejek Ardi yang cengeng.


"Aku tadi hanya istirahat sebentar tadi..." Ardi menyangkal kalau dirinya tadi sedang sedih.


"Ayo kita pergi... " pimpinan polisi dengan semangat mengawali untuk melangkah pergi menyelamatkan Near di gedung belakang.