
(Mungkin ibu lupa dengan ini. Bisa juga ibu ingin aku tidak terlalu memikirkan ini dan menunjukkan nanti) pikir Kanna positif.
Tapi Kanna masih penasaran dengan isi buku hariannya. Kanna akhirnya memutuskan untuk menyiapkan peralatan yang mungkin akan digunakan untuk sekolah dan mencoba tak terlalu memikirkannya.
*********
Sesudah Kanna menyiapkan peralatan sekolah. Terlihat Kanna sedikit melirik kearah tulisan disamping tempat tidurnya.
"Ahhhh...aku tidak bisa mengabaikan ini. Aku harus mencari buku harianku" Kanna mulai frustasi karena tidak tahu soal buku hariannya apalagi ibunya tidak pernah memberitahu soal ini ketika berada dirumah sakit.
Tanpa basa-basi Kanna langsung mencari buku hariannya. Dia mengobrak-abrik kamarnya dengan waktu yang lama. Tapi usahanya akhirnya terbayarkan karena Kanna sudah menemukan buku itu.
(Akhirnya aku bisa menemukan buku ini. Apa ya isinya, apakah mungkin ini tentang aku perjalananku dengan teman-temanku tapi itu tidak mungkin. Ataukah ini soal Ardi karena kata ibu aku hanya punya Ardi seorang sebagai teman) Kanna memeluk buku hariannya senang, sambil memikirkan isinya.
Kanna mulai membuka buku itu. Halaman demi halaman Kanna baca dengan detail tanpa melewatkan kata satupun. Kanna mulai mengerutkan dahinya seolah tidak menemukan apa yang diinginkannya.
"Tidak ada, tidak ada, tidak ada sama sekali " Kanna mulai bingung sambil membolak-balikkan halaman buku hariannya..
Tidak bisa menahan rasa ingin tahunya Kanna mulai beranjak pergi keluar kamar untuk menemui ibunya.
"Ibu ada yang ingin kutanyakan " tanya Kanna berjalan mendekati ibunya yang berada didapur.
"Tanya apa, bukannya kamu tadi kusuruh untuk istirahat "jawab ibunya sambil mencampurkan sayuran ke sup yang sedang dibuatnya.
"Lupakan soal itu, karena aku tidak bisa istirahat jika tidak tahu soal ini "Kanna ngotot mau ingin tahu soal buku hariannya.
"Iya, iya kamu tanya saja ibu dengerin " ibunya masih tidak melihat Kanna karena sedang sibuk memasak.
Ayah Kanna yang berada diruang tamu mendengar suara Kanna didapur. Ayah Kanna mendatanginya untuk mengomelinya agar segera istirahat. Tapi ketika sudah sampai kedapur dia terkejut dengan apa yang ditanya Kanna keibunya.
"Ibu aku ingin tahu soal buku harianku " tanya Kanna mengerutkan dahinya mencoba untuk serius tentang masalah ini.
"Apa..." ucap ibunya terkejut menghentikan aktivitas masaknya dan mulai memperhatikan Kanna.
"Sudah kukatakan aku ingin tahu soal buku ini "Kanna menunjukkan buku harian yang sedang dipegangnya.
"Kamu, dimana kamu menemukan buku ini " tanya ibunya gelagapan tidak bisa menahan rasa terkejutnya
Karena ibunya tidak ingin Kanna mengingat Near secara mendadak seperti sekarang, ibunya ingin Kanna mengingat Near secara perlahan. Apalagi dilihat kondisinya sekarang Near masih terbaring dirumah sakit jika tahu tentang kebenarannya ibunya takut bahwa ini akan membuat ingatan Kanna hilang karena terlalu terbebani.
"Aku menemukannya dikamarku setelah melihat tulisan disamping kamarku. Kanapa ibu terlihat terkejut begitu. Apakah aku seharusnya tidak boleh melihat ini " Kanna mulai penasaran dengan sikap ibunya.
(Aku lupa untuk menurunkan kertas itu dan mengambil buku hariannya. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk Kanna membaca buku hariannya, tapi mungkin ini yang terbaik. Mungkin jika kusimpan dia akan tahu juga cepat atau lambat..) dalam hati ibu Kanna pasrah memberitahukan kebenarannya.
"Ohh...tidak apa-apa, ibu hanya lupa jika kamu ada buku harian. Ibu hanya sedikit terkejut tadi. Jadi apa yang ingin kau tanyakan " ibunya tersenyum canggung menahan kegugupannya.
"Ohh...Begitu kukira ibu tidak ingin aku tahu soal buku ini. Ini yang ingin kutanyakan" Kanna mulai membuka bukunya dan menunjukkan didepan ibunya.
Kanna membolak-balikkan halaman buku itu, menujukkan ke ibunya. Ibunya makin bingung dengan tindakan Kanna menunjukan setiap halaman dihadapannya.
"Lihat..lihat..lihat ini " Kanna menujukkan tulisan disetiap halamannya.
"Jadi apa yang ingin kamu tanyakan.." tanya ibunya masih bingung.
"Inilah yang ingin kutanyakan. Kenapa tidak ada nama Ardi disini padahal kitakan berteman bukannya aku harusnya menulis dia, walaupun satu kata tapi tidak ada. Dan satu hal lagi yang buat aku makin penasaran" Kanna membalikkan bukunya ketulisan terakhir dibukunya.
Ibunya Kanna terkejut walaupun tidak diekspresikan. Karena seharusnya Near dan Ardi ada disana tapi ternyata tidak ada dibuku harian Kanna.
"Ini yang membuatku penasaran. Dihalaman terakhir ini aku hanya menemukan tulisan bahwa aku sekarang telah mendapatkan buku harian baru dari dia. Tapi disini tidak tertulis namanya." ucap Kanna dengan nada kesal karena pertanyaan dipikirannya belum terjawab.
"Jadi..." tanya Ibunya memastikan apa yang ingin ditanyakan anaknya itu.
"Entah kenapa, ketika aku membaca ini seolah yang memberikan buku harian yang baru bukan Ardi dan yang membuatku semakin penasaran dimana keberadaan sekarang buku itu. "ucap Kanna
"Hahh.." helaan nafas ibu Kanna senang karena putrinya masih belum tahu.
(Untunglah dia belum tahu soal Near. Tapi kenapa buku hariannya tidak ada tulisan Near dan Ardi. Apakah mungkin ini.) Dalam hati ibunya teringat seseatu.
FLASHBACK ON
Ibu Kanna ingat bahwa putrinya suatu hari dia menunjukkan buku harian yang baru kepadanya.
"Ibu aku mendapatkan buku harian baru loh. "Kanna menunjukkan keibunya.
"Eh...Tumben kamu menujukkan buku harian barumu keibumu ini. Padahal kamu setiap kali membeli buku harian baru tidak pernah menujukkan ke ibu." Tanya ibu Kanna heran dengan perubahan sikap yang tiba-tiba.
"Ibuuu(merajuk)... itu kan yang biasa. Tapi ini adalah hadiah dari teman pertamaku. Aku ingin menulis namanya disini untuk memulai kehidupan yang baru." Ucap Kanna dengan pipinya yang mulai memerah.
"Hiiii(menggoda)...apakah dia pacarmu" tanya ibunya mendadak.
"Eh...ibu. Sudah kubilang ini dari teman pertamaku bukan pacar."jawab Kanna salah tingkah dengan wajahnya mulai memerah malu.
"Hehehe...baiklah. Jadi siapa nama temanmu itu " tanya ibu Kanna.
"Near, dialah teman pertamaku sesudah aku mengalami masalah tentang ingatan ini " ucap Kanna tersenyum tulus.
Ibunya juga membalas tersenyum sambil mengelus kepala putri kesayangannya itu.
(Semoga saja kamu bahagia dengan teman barumu ini dan aku harap hubungan kalian tidak renggang) ibu Kanna berharap dengan hatinya merasa sedih.
********
Malamnya setelah menunjukkan bukunya. Dia mulai menghapus nama Near dibuku harian yang lama dan menggati namanya dengan dia.
Setelah selesai menggati buku lamanya. Dia mulai menyimpan bukunya itu ketempat penyimpanan rahasianya dikamar agar tidak dibaca oleh ibunya. Sebelum meletakkan ketempat rahasianya Kanna dengan tersenyum mulai memeluk erat buku lamanya.
"Terima kasih telah menjadi temanku selama ini. Sekarang aku telah menemukan teman baru. Bukannya aku membuangmu tapi aku ingin memulainya dari awal dengan Near " gunam pelan dengan tetesan air matanya yang mulai mengalir.