REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 150



"Halo perkenalkan namaku Andi " ucap murid baru itu terdiam biasa saja.


Entah kenapa hal itu terdengar keren dihadapan semua oang dalam kelas tersebut. Semua murid menjadi senang dapat murid yang keren. Karena mereka selalu dibabdingkan dengan kelas Ardi berada.


Dikelas Ardi, mereka selalu memamerkan Ardi yang selalu serba bisa. Hal itu tidak dapat dibalas oleh kelas lain. Mereka tidak bisa membalasnya. Dengan munculnya Andi hal itu membuat mereka setara dengan kelas Ardi. Memikirkan hal itu menbuat semua dalam kelas senang kegirangan dan ricuh.


************


Melihat semua murid gaduh dalam kelas dengan tegas pak guru menyuruh untuk diam. Seketika itu mereka langsung diam dan tenang. Dengan diamnya nurid dalam kelas itu, pak guru langsung melanjutkan dengan mengurus Andi.


"Hmmm, karena hanya ada satu kursi yang kosong berada dibelakang... aku tidak mungkin menempatkanmu dibelakang. Nanti akan berdampak buruk bagimu jika kamu tidak memiliki teman nantinya" tampak pak guru sedang berfikir.


"Aku tidak papa pak mendapat kursi dibelakang." ucap Andi santai.


"Tidak ini tidak boleh, harus ada yang pindah dikursi belakang itu. Kamu harus berada ditengah " ucap pak guru dengan nata bersinar-sinar.


Ternyata pak guru tersebut adalah wali kelas tersebut dan ia juga memiliki masalah tersendiri dengan wali kelas Ardi. Wali kelas Ardi selalu menyombongkan Ardi didepannya sehingga ketika ia mendapatkan murid yang keren juga. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berbuat sombong juga


************


Sedangkan Andi hanya bisa pasrah karena melihat mata pak guru bersinar.


"Hmmm baiklah " ucap Andi malas.


Ternyata pak guru sudah menyiapkan undian agar anak-anak bisa memilih tempat duduknya secara acak.


************


Anak-anak sudah mendapatkan kursinya masing-masing. Dengan meja panjang berjumlah 17 dan kusinya ada 33 hal itu membuatnya jadi pas dengan kehadiran Andi. 16 meja untuk dua orang dan satu meja lagi untuk satu orang karena kekurangan siswa.


Dipemilihan itu entah kenapa Near mendapatkan kursi paling belakang dan sendirian karena jumlah muridnya ganjil. Jadi mau tidak mau ia harus duduk sendirian dibangku belakang.


Untuk Kanna ia berada dibangku nomor dua dari depan begitu juga dengan Andi ia mendapatkan tempat yang sama dengan Kanna. Sehingga mereka mau tidak mau harus menerima pengaturan tempat duduk tersebut.


Dengan tersenyum pak guru melihat tempat duduk itu. Pak guru tersebut sebenarnya wali kelasnya yang lama jadi ia mengetahui dengan jelas masalah yang Kanna alami.


Ternyata pak guru, walaupun ingin membalas kepada wali kelas Ardi. Tapi ia juga tidak melupakan muridnya. Jadi pak guru sudah memanipulasi tempat duduk Andi dan Kanna. Tetapi Ia tidak memanipulasi tempat duduk lainnya. Ia berharap dengan tempat duduk yang sudah diaturnya itu Kanna bisa sedikit terbuka untuk berteman.


**************


Tanpa sepengetahuan murid-murid tentang kecurangan itu. Murid perempuan sedikit iri dengan Kanna bisa berada disamping Andi begitu juga dengan murid laki-laki mereka iri dengan Andi karena bisa duduk disamping Kanna.


Near berada dibelakang mengawasi Andi dan Kanna yang berjarak hanya dua meja didepannya. Near mengawasi mereka berdua dengan khawatir dan cemas seolah dia sudah tau apa yang akan terjadi.


Dibangku Andi dan Kanna, tampak Kanna biasa saja mengikuti pelajaran sedangkan Andi tampak diam-diam menatap sinis Kanna.