REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 145



"Hmm(tersenyum).... bukan nama yang buruk. Kalau gitu aku akan menulis namanya. Kamu boleh pergi " ucap kepala sekolah sambil menukis diformulirnya.


Near masih tetap disana walaupun kepala sekolah masih menyuruhnya pergi. Membuat kepala sekoleh bertanya kenapa Near masih tetap disana.


"Kamu belum pergi ya, berarti ada yang ingin kamu sampaikan. " ucap kepala melihat kearah Near kembali setelah menulis.


"Seperti yang diharapkan dari guru tau apa yang sedang aku pikirkan " ucap Near tersenyum dengan mata yang berkaca kaca.


"Jadi apa yang ingin kau sampaikan sekarang. Ucapkanlah sekarang, aku akan mendengarkan " ucap kepala sekolah sambil meletakkan formulirnya dimeja.


Kepala sekolah bersandar ke kursinya, mencoba mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Near. Near menutup matanya dan mulai mengambil nafas, bersiap untuk berbicara.


Setelah mengambil nafas yang panjang. Near secara tiba-tiba, langsung membungkuk 90 derajat untuk memberi hormat kepada kepala sekolah.


"TERIMA KASIH UNTUK PELATIHANNYA SELAMA INI, GURU " ucap Near berteriak keras diruangan itu sambil meneteskan air matanya.


Hal itu membuat kepala sekolah menjadi sedikit terkejut dan kepala sekolah mencoba memahami situasainya.


*************


Masih dalam posisi membungkuk 9 derajat Near mukai menjelaskan maksutnya.


"Terima kasih untuk pelathiannya setiap pagi, guru. Berkat ajaranmu aku bisa melindingi orang yang berharga bagiku. Aku dapat melindungi teman-temanku. Walaupun aku ragu saat itu tapi nasehatmu menyelamatkanku saat itu dan dapat membuatju terus beratarung." Ucap Near meneteskan air matanya sedih.


Near mulai menarik nafas panjang.


"Terima kasih untuk semuanya. Mulai besok aku akan berhenti berlatih dengan guru. Aku minta maaf " ucap Near masih dalam posisi menbungkuk 90 derajat.


************


Kepala sekokah tersenyum mendatangi Near dan menyentuh punggungnya. Kepala sekolah menyuruh Near menegakkan kembali badannya.


"Eh, guru. Apakah anda tau apa yabg saya maksut " Near terkejut kepala sekolah bisa tau.


"Iya aku tau. Bagaimana aku tau itu tidak penting. Tapi aku harap kau tidak melupakan apa yang aku ajarkan padamu. Bisa saja nanti itu akan berguna. Aku tidak tau berapa lama kamu akan terus berjuang. Tapi ada satu hal yang akan aku sampaikan padamu. Jangan patah semangat dandatanglah kepadaku kalau kau butuh bantuan " ucap kepala sekolah mebgelus kepala Near lembut.


"Iya, terima kasih" Near menangis sejadi jadinya dalam ruangan dan sekolah yang sepi itu.


-----------Flashback End-------------


*************


Near sedikit tersenyum mengingat kejadian itu. Hal itu dilihat oleh Kanna, melihat Near tersenyum menbuat Kanna semakin curiga kepadanya.


"Apa yang kamu sembunyikan " tatap Kanna tajam kepada Nee yabg tersenyum mencurigkan.


"Eeh, enggak kok. Gak ada yanv aku sembunyikan " ucap Near terkejut.


"Apa sih yang sedang kalian sembunyikan " ucap Kanna frustasi karena tidak ada yang memberitahunya.


"Hahahah(tertawa terbahak-bahak), kalau kanu gak percaya tanya Ardi saja besok. Tidak ada yang kami sembunyikan " ucap Near,


"Baiklah" mendengar hal itu Kanna sedikit jadi percaya.


***********


Hari-hari telah berlalu setelah Near mencoba berbicara dengan Hana dan memintanya untuk begabung dalam kelompoknya. Sekarang adalah hari dimana Ardi boleh pulang oleh rumah sakit.


Ardi berjalan dengan sehat kembali setelah pulang dari rumahnya walau dia agak terlihat pucat. Sampai dirumah ia langsung pergi kekamarnya untuk berisitirahat agar besok bisa bersekolah.


"Sudah lama aku tidak bertemu teman-teman " ucap Ardi melihat langit-langit kamarnya.