
"ini untukmu , maaf tak menjengukmu" menunduk dengan suara keras
"iya tenang aja "
"Maafkan aku, kamu pasti sakit gara-gara aku yang menakutimu. Ini sebagai hadiah atas sembuhmu " menunduk menjulurkan tangannya memberikan hadiah
"Tidak kok aku kemarin pergi kerumah sakit untuk memeriksa keadaanku setiap bulan "
"apa kamu benar-benar pergi kerumah sakit untuk memeriksa keadaanmu saja bukan karena sakit"
"yaps" senyum polos
"Hmm kalau gitu ini untukmu. Selamat karena telah menjalani pemeriksaan dengan baik dan Aku mau perkenalkan teman baru" senyum canggung
Tampak Ardi memakan bekalnya dibelakang near dan bilang kanna terlihat kaget melihat ada ardi di belakang near.
"hhaaha entah kenapa dia ingin berteman dengan kita " near tertawa dengan canggung menggaruk kepalanya
"Enggak masalah kok. Sepertinya terjadi hal menarik ya ketika aku tidak ada disini" senyum manis
"hahaha iya ".canggung
"Salam kenal ya, ardi." Kanna menyapa
"iya salam kenal " menyapa malas sambil makan bekalnya
selesai makan bekal mereka berbincang satu sama lain kecuali ardi yang tertidur pulas.
(Hahhh dia(ardi) kesini hanya untuk makan, tidur dan yang paling menjengkelkan dia lari dari dari ajakan perempuan. Kalau itu aku, aku pasti akan menerimanya) dalam hati near iri
"Kanna ayo kita saling tukar buku harian. Karena sudah dua hari aku menulis buku harian ini sendirian, dalam halaman baru ini aku menulis kesepiannya diriku"
"Bukankah aku ada aku hari itu" ardi menyela dengan tertidur
"Jangan dengarkan dia kanna. Dia ini selalu aja tidur. "
"kamu mau dipukul " berbicara dengan malas
"sudah jangan bertengkar.Iya ini" memberikan bukunya
"emmm kamu sudah lebih baik dalam menulis" kanna tersenyum membaca bukunya
"Kanna, bagaimana dengan pemeriksaanmu? Apakah tidak ada masalah dengan ingatanmu"
"Iya, tidak ada apa-apa. Dulu aku selalu tidak ada perkembangan tapi ketika aku bertemu aku sudah sedikit mulai mengenalmu walaupun masih membaca buku harianku. Terima kasih telah menjadi temanku" kanna tersenyum dengan mata sedikit berkaca-kaca
near mengangguk menerima terima kasih dan berbalik badan mengusap air matanya. habis mengusap air matanya dia melihat ardi. Dengan cepat near berbalik melihat kanna dan mata mereka bertatapan seperti bertanya apakah ardi mengetahui rahasia kanna.
(Ah aku lupa bahwa ada ardi disini harusnya ini rahasia kita berdua. Bagaimana ini?)
"Ardi...." near berbicara pelan memanggil
"Tenang saja, Aku sudah tau kok dari awal "
"Bagaimana kamu tahu? " near bertanya heran
"Berisik, bisa diam gak " menggerutu
"Ayolah bagaimana kamu bisa tahu.
Ayolah, ayolah" near menggoda
"Diaaam " sambil menutup telinganya
Kanna tersenyum melihat pemandangan sekarang dia memiliki 2 teman. Near yang tidak sengaja menoleh melihat kanna tersenyum membuat near memalingkan pandangannya dan memegang jantungnya yang berdebar.
Pada malam harinya dia senang membuka hadiahnya yaitu buku harian dan pulpen. Ada sebuah catatan kecil dalam hadiah.
[Maafkan aku, apabila telah membuatmu sakit dengan ceritaku tentang hantu. Tapi niatku hanya agar kamu rileks dan selalu tersenyum. Agar kita bisa selalu bersama maka janganlah sakit, teruslah sehat dan ingat aku akan selalu berada disampingmu untuk membantumu, jika orang lain membantumu dari belakang aku akan membantumu disampingmu sehingga kita bisa melewati masalah bersama. Jadi semagatlah.]
"Bodoh, kau selalu membuatku semangat saat dulu aku benci sekolah. sekarang kamu membuatnya jadi indah karena kamu mau jadi temanku" tersenyum memeluk hadianya