
Pukulan keras mengenai leher big, dimana pukulan itulah yang membuat teman penjahat itu semuanya pingsan.
Big terdiam setelah menerima pukulan keras kepala sekolah.
(Bagus, dia sudah pingsan tanpa kugunakan senjataku.) dalam pikirannya kepala sekolah tersebut senang bahwa dirinya bisa melukai big.
Boss penjahat itu masih tenang saja melihat big diam saja setelah dipukul. Boss penjahat kelihatan percaya akan kekuatan big melawan kepala sekolah.
Dan betul juga kesenangan kepala sekolah itu hanya sementara karena big tiba-tiba menoleh kebelakang. Pukulan keras yang dilayangkan kepala sekolah tidak berdampak bagi big.
Big dengan ayunan besar meloyangkan tinjunya lagi ke arah kepala sekolah yang berada dibelakangnya. Tapi dengan cepat kepala sekolah itu menghindar lagi dengan gesit.
Kepala sekolah itu sekarang berada dibelakang big lagi. Dirinya memberikan pukulan keras keleher big berkali-kali dengan cepat.[bugg..bugg..buggg]
Terdengar suara pukulan kepala sekolah yang keras hingga mencapai pendengaran Near yang masih tergeletak tak berdaya.
(Suara apa itu, apakah kakek tua itu baik-baik saja. Aku harap dia tidak dipukuli) Near bingung dengan kejadian dalam ruangan itu karena dengan keadaanya sekarang dia hanya bisa mendengarkan.
Begitu juga boss penjahat yang mulai khawatir karena big menerima pukulan keras tersebut berkali-kali.
*******
Menerima pukulan keras tersebut big masih bergerak. Dengan cepat dia mengayunkan tangannya kebelakang, membuat kepala sekolah tersebut terkejut tidak bisa menghindari serangan.
Kepala sekolah tersebut jatuh tersungkur membuat hidungnya berdarah(mimisan). Boss penjahat tersenyum senang melihat big masih sanggup bertarung dan bahkan membuat kepala sekolah itu tidak berdaya dihadapannya sekarang.
Bukannya memberikan kesempatan kepala sekolah untuk mengusap darahnya. Big masih melayangkan tinjunya kearah kepala sekolah yang masih terjatuh.
(Siall...dia tidak memberikan aku untuk bernafas sejenak.) Kepala sekolah tersebut bangkit kembali dan dengan gesit dia sudah ada dibelakang big.
Kepala sekolah tersebut masih memukulinya dengan keras leher big. Tapi seperti sebelumnya dia dijatuhkan dengan ayunan yang sama seperti sebelumnya.
Kepala sekolah tersebut terus bangkit dan menyerang leher big. Kepala sekolah berharap big bisa jatuh kesakitan atau pingsan saat dirinya memukul dititik yang sama berulang kali.
Setelah lama memukul dan jatuh, kepala sekolah itu merasa kesakitan dibagian tangannya akibat memukul big begitu keras dan berulang kali.
********
Berbeda dengan serangan sebelumnya big sekarang tidak mengayunkan lengannya, melainkan big sekarang memegang pundak kepala sekolah.
Terlambat menyadari gerakan big, karena kepala sekolah itu sudah tua dan tenaganya habis. Dirinya tidak bisa menghindari lagi serangan big.
Genggaman erat di kedua pundak kepala sekolah. Big dengan kuatnya melemparkan kepala sekolah tersebut, kepala sekolah itu terjatuh berguling kebelakang.
Melihat kepala sekolah tidak berdaya membuat boss penjahat itu senang. Dengan sombongnya dia mengejek" sudahlah kakek tua kamu tidak akan bisa menghentikan big. Karena tubuhnya itu lemak semuanya "
"Hei pak kepala sekolah apakah kamu baik-baik saja " teriak Near khawatir
Dengan posisi yang masih jatuh tengkurap" yah tenang saja aku akan segera mengahabisinya "
(Apakah dia benar baik-baik.saja aku jadi khawatir nih) Near tidak percaya lagi kalau soal kepala sekolah melawan anak buah penjahat yabg bernama big.
******
Tanpa patah semangat kepala sekolah tersebut bangkit kembali mengusap darahnya yang ada diwajahnya. Terlihat tubuhnya hampir pingsan tak kuat lagi menerima pukulan big.
Tanpa berfikir lagi dia langsung mengambil kayu tersebut sebagai senjatanya(tidak ada pilihan lain aku harus gunakan kayu ini untuk melawannya)
Sambil menyodorkan kayunya kepala sekolah menantang lagi big"maaf telah meremehkanmu. Aku akan bermain serius sekarang, jadi ayo kita bertarung secara serius lagi"
Big hanya diam menghembuskan nafas panjang. Bos penjahat sebenarnya ragu saat kepala sekolah itu mulai mengangkat kayu sebagai senjata.
Perasaan takut kalah sekarang menghantuinya, tapi boss penjahat lebih memilih melihat hasilnya dahulu karena ini adalah masalah harga diri.
"Okelah sekarang hajar dia big. Jangan beri dia ampun lagi." Boss penjahat memerintahkan big.
Ketegangan menyelimuti seliruh ruangan itu. Big dan kepala sekolah saling menatap lama memancarkan aura pembunuh.
"Kalian cepat saling hajar sana " ucap boss penjahat tidak sabar melihat pertarungan mereka.
*******
Tidak menghiraukan suara boss penjahat. Kepala sekolah tersebut tiba-tiba dengan cepat berlari menghampiri big. Sedangkan untuk big dia datang menghampiri kepala sekolah dengan langkah berat.
Mereka berdua sudah saling dekat untuk bertarung. Dengan ayunan berat big mengangkat tangannya menghajar kepala sekolah.
Tapi dengan cepat kepala sekolah tersebut menghindari. Berbeda sekali gerakan kepala sekolah tersebut dengan sebelumnya, sekarang gerakan kepala sekolah untuk menghindari serangan big lebih halus tidak memerlukan tenaga lebih.
Gerakan yang dikeluarkan kepala sekolah tidak sia-sia semuanya dengan cepat dia menghindat dan menyerang big dengan sebatang kayu.
Big memiliki serangan yang kuat tapi kecepatannya sangat rendah. Itulah yang sekarang dimanfaatkan kepala sekolah untuk membuat big jatuh kalah.
Terlihat sekarang serangan kepala sekolah membuat big tidak berkutik bahkan setelah dia mengeluarkan ayunan besar. Tetap saja kepala sekolah dapat menghindar dengan melangkah mundur lalu menyerangnya lagi menggunakan sebatang kayu.
Dampak yang dihasilkan ketika menggunakan senjata sangat besar. Tubuh big sekarang berdarah setelah menerima pukulan kepala sekolah secara terus menerus. Tapi big tetap terus mengeluarkan ayunan besar.
Melihat anak buahnya sekarang banyak berdarah diseluruh tubuhnya membuat boss penjahat gigit jari ketakutan.
(Siall aku tidak tahu bahwa kakek tua itu sekuat ini...) dalam hati boss penjahat ketakutan.
*******
Pukulan kepala sekolah yang terus dilayangkan secara terus menerus sekarang membuahkan hasil. Tiba-tiba big jatuh berlutut kepalanya menunduk kebawah, dirinya pingsan.
Kepala sekolah mendakati big jatuh pingsan, segera dia menghentikan serangannya. Dengan tersenggal-senggal kehabisan nafas setelah melancarkan beberapa serangan yabg begitu cepat dan berulang kali.
Kepala sekolah itu melangkah maju mendekati tubuh big yang sekarang jatuh pingsan dengan posisi berlutut.
"Hey anak muda berbanggalah karena sekarang kamu sudah menghadapiku dan bahkan menyuruhku untuk bertarung serius" kepala sekolah tersebut menyodorkan kayunya keleher big.
"Tidak,tidak...ini tidak mungkin " boss penjahat terjatuh tidak percaya dengan hasilnya.
Near yang mendengarkan bahwa big kalah begitu saja. Membuatnya merasa janggal( tidak mungkin dia jatuh begitu saja tanpa perlawanan seperti itu apalagi siboss licik.itu tidak mungkin dia membiarkan ini berakhrir begitu saja. Kenapa aku merasa ada seseatu yang akan terjadi..)
Karena sama-sama memiliki pemikiran yang licik. Near akhirnya sudah sadar rencana licik boss penjahat tersebut."Hei kakek segera menyingkir " teriak Near memperingatkan.
Peringatan Near sudah terlambat karena kepala sekolah tersebut jatuh tak berdaya.