
Setelah berbicara cukup lama dengan jam antik itu. Tanpa sadar bel istirahat berbunyi. Membuat Near menikmati suara bel tersebut.
"Entah kenapa bel ini terasa akan mengirim perjalananku kembali kemasa lalu " Near menutup matanya menikmati suara bel tersebut.
Setelah bel berhenti berbunyi.
Near membuka matanya, tampak matanya berkaca-kaca. Dia langsung beranjak berdiri agar tidak bertemu dengan Kanna dan Ardi saat proses kembali masa lalunya.
"Sepertinya aku harus pergi, sebelum mereka datang kesini " Near berucap sedih.
"Iya tampaknya seperti itu " jam antik itu membenarkan pemikiran Near.
"Oke kita mulai untuk kembali kemasa lalu." Near memejamkan matanya sekali lagi untuk mengingat masa dimana dia ingin pergi.
Untuk menggunakan jam antik itu pertama harus mengenggam jam itu dan membayangkan kejadian pada masa itu. Dan ketiga mengatakan repeat setelah yakin tujuannya.
Near dalam proses membayangkan kejadian pada masa yang ingin ditujunya. Tampak jam antik itu bersinar keemasan seolah sedang mengumpulkan energi untuk bisa kembali.
Semakin lama sinar keemasan itu semakin terang menyinari sekitarnya. Terasa sudah cukup untuk membayangkan dan cukup untuk kembali kemasa lalu.
"Sudah siap untuk kembali kemasa lalu " Jam antik itu memberitahu Near.
Near berucap sambil tersenyum sedih."Selamat tinggal "
Dia mengigit bibirnya tidak kuasa untuk mengatakan kata 'repeat'.
"Apa kamu yakin akan pergi "tanya jam antik itu ragu dengan pilihan Near.
"Iya tenang saja. Keputusanku sudah bulat" Near berpura-pura sedang baik-baik saja sekarang.
Setelah hembusan nafas panjang, Near akhirnya mantab untuk pergi. Near akan mengatakan repeat.
"Re..."
Near tiba-tiba berhenti melanjutkan mengucap kata ' repeat'. Karena datang seseorang dari samping memeluk Near secara tiba-tiba.
Pikiran Near menjadi tidak karuan setelah mendapatkan pelukan itu. Membuat cahaya emas itu menghilang dalam sekejap dari jam antik itu.
Merasa terkejut bahwa ada seeorang yang datang Near langsung membuka matanya secara perlahan melihat siapa yang datang memeluknya dari samping.
"Ka..Ka..Kanna. Kenapa kamu disini " tanya Near gelagapan tidak menduga kalau Kanna datang.
Kanna menangis memeluk Kanna, bukannya menjawab pertanyaan Near. Kanna sekarang malah semakin memeluknya dengan erat membuat Near kesakitan.
"Aduh..duh Kanna sakit. Jangan memelukku terlalu erat." Near sedikit berteriak kesakitan.
"Sakitkah. Sakit seperti akan hilang saat dilepas begitu saja jika aku pergi. Tapi sakit dalam hatiku tidak dapat hilang begitu saja meskipun kamu pergi " Kanna mengangkat wajahnya melihat Near dengan tangisan dipipinya yang terus mengalir.
"Kanna." Ucap lembut Near terharu.
"Jadi tolong jangan pergi. Aku mohon kepadamu " Kanna dengan sedih memeluk erat Near lagi sambil menundukkan wajahnya menyembunyikan tangisannya.
Melihat Kanna sedih begitu membuat Near mengurungkan niatnya untuk pergi. Tapi mengingat Kanna menjadi sedih karena dirinya membuat Near membulatkan tekad untuk pergi.
"Tidak, jika aku pergi akan kupastikan kau tidak akan sakit lagi." Near memalingkan wajahnya tidak tega untuk melihat Kanna menangis.
Mendengar kata-kata Near membuat Kanna menaikkan wajahnya lagi. Melihat dengan sedih Near, tampak matanya merah karena menangis.
"Kenapa kau tidak melihatku." Tanya Kanna menatap tajam Near.
"Tidak, tidak ada apa-apa kok " Near masih memalingkan dari Kanna.
"Near tatap wajahku dan bilang kau akan pergi jika kau benar-benar ingin pergi." Ucap Kanna menatap tajam Near.
Mendengar hal itu membuat Near tidak ada pilihan lain selain menatap Kanna. Agar Kanna tahu bahwa keputusan Near sudah bulat untuk pergi.
(Hahh(mengehela nafas)...maafkan aku Kanna. Karena ini demi kebaikanmu aku mohon terimalah keputusanku) Near dalam hati berharap Kanna untuk bahagia.
Dengan ragu-ragu Near menoleh kearah Kanna. Near menyembunyikan wajah sedihnya menatap Kanna.
[Plaakkkk] secara tiba-tiba Kanna menampar dengan keras Near.
"Eh " Near terkejut medapatkan pukulan keras Kanna.
"Mungkin aku lupa tentangmu. Tapi hatiku tidak bisa melupakanmu, akan tersa sakit jika aku tidak ada berada didekatmu." Bentak Kanna menatap Near sambil melepaskan pelukannya.
"Kamu tahu saat aku berada dikelas sendirian tidak ada kamu. Itu membuatku sangat sedih. Bahkan saat kau bilang akan pergi menggunakan nama Riko, terasa hatiku bahwa kamu adalah Near sahabatku." Kanna dengan sedikit keras menjelaskan kepada Near.
Near terdiam mendengar bentakan keras Kanna. Dia hanya bisa menatap sedih Kanna, dirinya tau bahwa yang dimaksut Kanna berbeda dengan dia maksut.
Near sebenarnya ingin bilang bahwa dia akan mengulang waktu untuk kembali. Sehingga dia bisa melupakkanya tanpa terasa terbebani.
Tapi pemikiran Kanna sangat berbeda. Kanna berfikir kalau Near akan pergi jauh. Maka dirinya bisa melupakannya karena Kanna mempunyai masalah dalam ingatannya.
"Jadi jangan pergi aku mohon kepadamu Near." Kanna memeluk Near lagi dengan erat.
Pelukan Kanna membuat Near menutup matanya menahan air matanya.
"Maafkan aku tidak tahu perasaanmu dan beranggapan kamu tidak bahagia jika ada aku " ucap sedih Near masih menutup matanya.
"Emmm(menggelengkan kepalanya)...maafkan aku juga karena telah melupakanmu " ucap Kanna memeluk erat Near.
Kanna memeluk erat Near bertujuan untuk tidak melepaskan Near pergi. Dengan sedih mereka saling menangis dan bergantung.
Ardi dari tadi bersembunyi membiarkan Kanna dan Near berbicara menyelesaikan masalah mereka. Ardi juga meneteskan air matanya mengingat perjuangan Near tidak sia-sia sekarang.
Mengelap air matanya yang berada dipipinya Ardi langsung datang masuk. Mengejutkan mereka berdua yang sedang berpelukan.
"Oke jadi sekarang kalian baikan. Dan berapa lama lagi kalian akan berpelukan " tanya Ardi masuk secara tiba-tiba.
Terkejut dengan kedatangan Ardi membuat Kanna melepaskan pelukannya keNear. Kanna lupa kalau masih ada Ardi disana yang mengantarnya kebelakang sekolah dan juga kerumah Near.
Malu karena setiap hal yang dilakukan dilihat langsung oleh Ardi. Membuat dirinya menunduk malu memalingkan wajahnya.
Begitu juga dengan Near dia sebenarnya malu karena dilihat oleh Ardi. Berbeda dengan Kanna dia tidak menyembunyikan malunya.
Karena itu malah akan jadi bahan olokkan Ardi nanti. Sehingga ia langsung mengejar Ardi berusaha untuk memukulnya.
"Kamu ini merusak suasana banget " Ucap kesal Near melangkah mau untuk mencoba memukul Ardi.
Tidak meminta maaf Ardi malah makin mengejeknya dan berlari menjauh.
"Hahaha...apakah kamu malu tadi. " Ardi melangkah mundur menghindar dari kejaran Near.
"Kamu ini " Near kesal berlari mengejar Ardi.
Mereka akhirnya jadi kejar-kejaran dibelakang sekolah dalam waktu istirahat sekolah. Membuat Kanna yang malu menjadi tertawa riang sekarang karena hubungan mereka kembali seperti biasanya.
Melihat mereka berdua berlari saling mengejar membuat Kanna mendadak pusing lagi. Terlintas dalam pikirannya tentang kenangan yang ia jalani dengan Ardi dan Near dibelakang sekolah.