
"Eh " Ardi terkejut dengan anggota barunya tersebut.
Hana hanya bisa menunduk merasa bersalah. Hana tidak bisa menatap Ardi karena masih merasa bersalah.
"Hmm " Ardi tersenyum melihat Hana.
Ardi mengetahui kalau Hana masih menyalakan dirinya soal kejadian ia melawan Jarwo. Hal itu membuat Ardi tersenyum dan langsung mengelus kepalanya.
"Jangan merasa begitu, walau aku tidak ada saat itu. Tetap saja mereka akan mengincarku. Begitu juga seperti waktu Smp, itu juga keputusanku. Jadi jangan merasa sedih lagi oke. " ucap Ardi memberikan ketenangan kepada Hana.
************
"Apa yang mereka maksut " tanya Kanna kepada Near.
"Tidak tau, tapi sepertinya mereka sedang mencoba memnyelesaikan masalah mereka " ucap Near tersenyum seolah susah tau hal ini akan terjadi.
Melihat Near tersenyum, Kanna langsung berkomentar " hmmm, perkataanmu dan ekspresi yabg kau tunjukkan berbeda. Dalam kata-katamu kau berkata tidak tau tapi melihat ekspresimu kau seperti mengetahui segalanya "
"Eh benarkah begitu. Maaf memang wajahku seperti ini " ucap Near kikuk menggaruk kepalanya.
"Hadehh, dasar aneh " ucap Kanna
"Hehheh " Near hany bisa tertawa polos.
***************
"Eh, apakah kamu masih ingat tentang kejadian waktu itu." Tanya Hana tidak percaya bahwa Ardi mengingat dirinya.
"iya, aku mengingat kejadian itu. Apalagi kejadian itu adalah kejadian yang tidak biasa " ucap Ardi tertawa canggung.
"Hehehe, iya ya. Kejadian itu tidak biasa" ucap Hana sadar kalau kejadian itu bisa diingat siapapun yang pernah mengalaminya.
"Tapi, bukan hanya itu saja. Tapi aku memiliki ingatan yang kuat sehingga aku bisa mengingatmu " ucap Ardi tersenyum
Melihat Ardi berkata itu membuat Hana berkaca-kaca melihatnya dan langsung memeluknya.
Mendapat pelukan itu Ardi langsung terkejut dan ia berusaha mencoba untuk lepas secara lembut. Tapi seketika Ardi mencoba melawan tiba-tiba Hana berkata.
"Aku mohon sebentar lagi " ucap Hana menangis dalam pelukannya.
Mendengat kalimat itu Ardi terkejut dan membiarkan Hana memeluknya.
************
"He'em(batuk), mau berapa lama kalian akan berpelukan seperti itu " sindir Near dengan tawa liciknya.
"Eh, " Hana langsung melepas pelukannya dan mulai membersihkan air matanya yang ada diwajahnya.
Begitu juga dengan Ardi ia langsung menjauh seolah tidak terjadi apa-apa.
*************
"Gak usah banyak lama. Ayo kita buka ruangan baru kita " ucap Near mengeluarkan kuncinya.
"Eh kita dapat ruangan " ucap Ardi kaget tidak percaya.
"Iya, entah kenapa kepala sekolah baik." Kanna juga heran, ia mengira kalau mereka hanya diperbolehkan berkumpul dibelakang sekolah dan tidak mendapatkan ruangan.
"Hehehe, tenang saja aku sudah merunding kepala sekolah " ucap Near menuju pintu ruangannya.
***********
Near langsung membuka pintunya diikuti oleh ketiga anggotanya dari belakang. Saat pintu sudah terbuka mereka terkejut karena ruangan itu kotor seolah lama tidak ditempati.
"Eh kenapa kotor sekali. Jangan kalian baru membukanya ini " ucap Ardi heran
"Hehehe iya " tawa lemah Near
"Kenapa " Ardi heran kenapa mereka tidak memasuki ruangan tersebut.
"Kami tidak ingin membuka pintu ini, dengan anggota yang tidak lengkap " ucap Kanna tersenyum
"Eh " Ardi menjadi terharu mendengar itu.
"Dan kami ingin kamu membantu kami membersihkan tempat ini " ucap Near menyela.
"Eeeeeee " Ardi terkejut tidak percaya mereka menunggu hanya agar ia iku membersihkan juga.
"Hahhaha " mereka semua tertawa dalam ruangan tersebut.
( Aku harap ini akan tetap sama selamanya. Tapi aku tau itu tidak mungkin. Oleh karena itu aku akan menikmati waktu ini dan membuat kenangan bersama mereka. Sungguh itu adalah hal yang menyenangkan) ucap Ardi dalam hati.