
Pimpinan polisi itu bingung apa yang harus dilakukannya sekarang, karena disalah satu sisi mereka tidak bisa menyerang karena mereka masih belum tahu apakah benar ada bom yang disembunyikan penjahat itu.
"Bagaimana ini..." ucap pimpinan polisi bergunam bingung apa yang harus dilakukan
Pimpinan polisi itu sejenak berfikir dengan duduk diatas kursi.(Apakah kita harus menyerang mereka, jika kita menyerang aku takut mungkin bom itu akan diledakkan penjahat itu dan jika kita tidak menyerang maka ketiga anak itu akan dalam masalah)
"Oke aku pahan situasinya. Kalau gitu kirim lagi 5 polisi itu untuk mencari polisi yang tadi mengikuti para penjahat itu. Dan pastikan kalian tidak ketahuan dari para penjahat " ucap tegas pimpinan polisi memberikan tugas kepada anggotanya setelah berfikir lama
"Siaaap laksanakan perintah " ucap anggotanya menerima perintah yang sudah dibilang bossnya
*******
Near dan Ardi sekarang berada di salah satu kelas yang gelap dan hanya diterangi sinar bulan, agar tidak ketahuan para penjahat itu. Mereka terdiam termenung menunggu bantuan datang.
"Hei Ardi " Near termenung memanggil
"Emmm..." Ardi menoleh ke Near berada
"Ada satu hal yang ingin kuberitahukan padamu soal preman itu," Near berbicara serius
Ardi terdiam mendengarkan, tiba-tiba keadaan menjadi tegang dalam kegelapan itu.
"Sebenarnya ini soal bom itu... sebenarnya bom itu tidak ada dan bahkan bom itu pernah ada" ucap Near memberitahu
"Eh..eeeeeh." Ardi terkaget-kaget mendengar hal itu
"Hehehe, sebenarnya ditengah-tengah acara aku pergi mengelilingi sekolah dan karena aku memiliki hawa keberadaan yang tipis makanya aku tidak ketahuan oleh guru " ucap Near kikuk membicarakan hal itu
FLASBACK
Ditengah acara kira-kira jam 8 lebih. Near diam-diam pergi untuk mencari apa ada hal yang dapat dia diketahui dengan pergi mengelilingi sekolah.
Near yang memiliki hawa keberadaan yang tipis itu, dia dengan mudah melewati penjagaan guru.(Ternyata ada manfaatnya memilki hawa keberadaan yang tipis ini) ucap Near nakal dalam hati
Near berjalan mengelilingi sekolah dengan hati-hati takut bila ada anak buahnya penjahat. Dan benar setelah berjalan beberapa menit terdengar suara sedang berbicara dibelakang sekolah. Near dengan refleksnya segera bersembunyi disuatu ruangan.
"Kenapa boss menyuruh kita menunggu disini " ucap salah satu anak buah dengan kesal mendapat tugas menunggu dibelakang
"Sttt(menyuruh berhenti), sudah jangan kesal begitu. Kita harus menuruti kata boss, lagian kamu jangan bilang begitu. Kalau boss dengar, nanti kamu bakal dihabisin oleh boss loh "ucap anak buah yang lainnya menakut-nakuti agar temannya itu tidak menjelekkan boss dibelakangnya
Anak buah yang menjelekkan bossnya itu segera menutup mulutnya ketakutan. "Tolong jangan beritahu boss akan hal ini "
"Tenang saja aku hanya memperingatknmu. Jika itu teman yang lain mungkin kamu akan dilaporkannya. Sebaiknya kamu hati-hati " ucap temannya itu memperingatkan
Anak buah yang telah menjelekkan bossnya itu mengangguk menyesal dengan perkataanya. "Tapi kenapa boss berbohong soal bom itu" bertanya-tanya
"Entahlah aku juga tidak tahu. Tapi jika boss yang merencanakan ini pasti dia ada maksutnya " ucap anak buahnya mengagumi bossnya
Anak buahnya yang lain mendengar itu mendengar akan hal itu dia merasa jijik. Mereka berdua berjalan pergi menjauh melewati ruangan yang didiami Near.
******
Near mendengar itu sangat terkejut akan informasi ini. Near mau beranjak pergi dari tempat itu ketakutan jika ditangkap dengan anak buah penjahat itu. Tapi saat berdiri jam antik yang dia bawa dari rumah itu terjatuh. Near ememungut jam itu.
"Sudah lama sekapi ya, Near." Ucap jam itu berbicara lagi setelah waktu yang lama tidak berbicara
"Tenang saja aku tidak ingin membujukmu. Aku hanya ingin menyapamu " ucap jam itu menerangkan alasannya
"Aku kira kamu rusak. Karena kamu tidak berbicara saat aku ambil digudang tadi siang " ucap Near yang sedikit percaya dengan perkataan jam itu
"Aku hanya dapat berbicara kepadamu saat kamu menyentuhku. Tapi saat aku siang tadi, aku hanya tidak ingin berbicara saja dulu " ucap jam itu yang terdengar menyedihkab
Near yang mendengar perkataan itu dia teringat akan hal yang membuatnya sedih itu. Keadaan tiba hening dalam sekejap.
"Kenapa kamu tidak menggunakan aku saja " ucap jam itu memulai pembicaraan lagi
"Aku...( berfikir sejenak). hanya tidak ingin membuat sedih orang tuaku lagi melihatku menderita " ucap Near sedi mengingat apa tang terjadi setelah menggunakan jam travel itu
Keadaan menjadi hening lagi. Near terdiam dalam kegelapan kelas itu dengan sedih.
FLASHBACK END
Near menceritakan kejadian dimana dia mendengar bahwa bom itu tidak ada, tapi dia tidak menceritakan saat dirinya berbicara kepada jam itu.
"Tapi. Ke...ke..kenapa kamu tidak cerita soal ini dari tadi."Ardi yang mendengar cerita itu jadi pusing. Soalnya Near tidak memberitahukan akan hal ini kepadanya.
"Hehehe, maafkan aku soalnya aku khawatir terjadi apa-apa dengan kanna, jadi lupa beritahu soal ini deh " ucap Near kikuk menyadari kesalahan yang telah dia lakukan
"Hadehhh(pusing memegang kepalanya). Jika saja kamu menceritakan soal ini. Pasti masalah ini akan selesai daritadi. " Ardi jengkel dengan Near yang pelupa
"Iya..iya maafkan aku " ucap Near meminta maaf kepada Ardi
Ardi hanya bisa menerima maaf itu (karena kejadiannya sudah seburuk ini, mau gimana lagi) itu pikir Ardi mencoba untuk bersabar dengan kebodohan Near
"Sudah lama kita disini. Aku mau pergi mengecek keadaan diluar sebentar, mungkin para lenjahat itu sudah menyerah " ucap Ardi yang beranjak pergi dari duduknya mau mengecek keadaan diluar
"Eh mau kemana "Near merajuk kepada Ardi
"Aku mau mengecek keadaan diluar sebentar, jangan jadi anak kecil dan tunggu saja disini jaga Kanna" ucap Ardi tegas menyuruh Near untuk tidak mengikutinya
"Iya...iya aku paham " Near hanya bisa menerimanya.
******
Sekarang diruangan itu hanya ada Near dan Kanna ditempat yang gelap hanya diterangi sinar bulan saja.
Near menoleh kekanan dan kekiri. Dia engawai ruangan itu takut apakah ada penampakan hantu disana kmterutan dibagian jendela. Dengan tangan yang gemetaran dia mengambil jam antik disaku celananya.
"Hei jam, tolong temani aku bicara dong " ucap Near lirih kepada jam itu supaya dia tidak membangunkan Kanna yang sedang tertidur lelap
"Ada apa " ucap jam itu judes
"Temani aku bicar aku sedang bosan nih disini " ucap Near yang sedari tadi gemetaran sambil melihat kekanan kekiri takut akan ada hantu
"Kamu sebenarnya takut kan sekarang." Ucap jam itu mencoba membuat Near mengaku kalau sebenarnya dia takut hantu bukan sedang bosan
"Eng..enggak " ucap Near gelagapan mendengar soal itu