
Seperti biasa, tayangan Black Shadow akan menguasai semua saluran televisi dan juga layanan live streaming beberapa aplikasi. Hal ini tentu agar bisa membuat seluruh lapisan masyarakat menyaksikan tayangannya. Benar, saat tayangan itu dimulai, orang-orang langsung memusatkan perhatian mereka pada ponsel masing-masing. Para pejalan kaki mulai berkumpul di beberapa titik untuk menonton.
Baru saja mulai, tayangan kali ini langsung membuat orang-orang terkejut. Pasalnya, Black Shadow hadir bersama menteri kehakiman yang dalam kondisi terikat seperti sedang disekap. Hal itu tentu membuat publik bertanya-tanya sekaligus memunculkan berbagai prasangka tentang apa yang dilakukan tuan Matsumoto.
"Seina, lihat! Ini ayahmu!" Salah seorang temannya datang menghampiri dengan tergesa-gesa hanya untuk menunjukkan tayangan Black Shadow yang baru saja dimulai.
Sepasang mata Seina terbuka lebar melihat tontonan yang menampilkan ayahnya tengah disekap. Ia semakin terkejut ketika sosok yang berada di samping ayahnya adalah Black Shadow. Sontak, tangannya refleks menutup bibirnya yang setengah terbuka.
"Apa yang terjadi? Kenapa ayahku bisa bersamanya?" tanya Seina sambil mengguncang lengan temannya.
"Aku juga tidak tahu. Tayangannya baru saja dimulai," jawab temannya turut khawatir.
Seina segera merogoh tas, mengambil ponsel dan ikut menonton tayangan streaming itu.
"Ini menteri kehakiman, kan?"
"Bukankah dia ayah gadis itu!"
"Kenapa dia disekap Black Shadow, ya? Jangan-jangan ... dia masuk daftar pejabat yang tak beres!"
Suara-suara sumbang para mahasiswa mulai terdengar di telinga Seina. Mereka menatapnya dengan sinis, sambil melayangkan dugaan terhadap ayahnya.
"Mina-san, kalian pasti mengenal pria tua Bangka di sampingku ini! Ya, siapa lagi kalau bukan Menteri kehakiman!" seru pria bertopeng itu, "Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku menangkapnya, bukan? Tentu saja karena dia melakukan hal tak terpuji seperti pejabat-pejabat sebelumnya," ucapnya dengan gaya heboh seperti biasa.
Pria bertopeng itu berdiri di belakang tuan Matsumoto, melingkarkan kedua tangan di lehernya sambil kembali berkata, "Orang ini adalah sosok yang melindungi sembilan pejabat yang telah aku adili. Bertahun-tahun dia bersekongkol dengan orang-orang itu dan ikut menikmati uang haram mereka!"
Mata Tuan Matsumoto melotot tajam seakan hendak meloncat dari rongga. Ia menggeleng-geleng kepala, seolah menolak tuduhan pria bertopeng di belakangnya.
"Ah, jadi kau tidak mau mengaku?" bisik pria bertopeng itu dengan suara yang menyeramkan, "apa kau ingin aku membongkar bagaimana kau menggunakan cara licik untuk bisa sampai di posisi ini?" ucapnya sambil tersenyum jahat.
Orang-orang semakin tercengang. "Hah? Apa itu benar?! Ini sungguh mengejutkan! Tidak disangka menteri kehakiman justru menjadi malaikat penolong untuk para koruptor!" hardik mereka yang sedang menonton tayangan tersebut.
Seina menggeleng-gelengkan kepala, menyangkal setiap kalimat yang dikatakan Black Shadow. "Tidak! Dia hanya salah paham! Papa tidak mungkin melakukan tindakan tak terpuji!"
Hal sama terjadi pada Kei yang terkesiap mendengar seluruh pernyataan Black Shadow. Tatapan tajam segera ia arahkan pada Shohei.
"Yamazaki-san, apa maksud semua ini?!" erang Kei dengan mata berapi.
Sebenarnya, bukan hanya Kei yang terkejut, Shohei pun turut terguncang seakan badai topan sedang menerjang dirinya. Bagaimana mungkin siaran Black Shadow bisa beroperasi tanpa kendalinya?
Pria berkacamata itu menggeleng-geleng. "Percayalah! Itu bukan ...."
Shohei yang berselimut kebingungan, segera mengambil tablet miliknya untuk berusaha mengendalikan siaran itu. Namun, keterkejutan kembali menamparnya saat ia sama sekali tak bisa memasuki akses siaran ciptaannya.
Di ruangan yang redup, Yuta duduk santai di hadapan beberapa komputer. Ia memantau siara langsung Black Shadow dengan mulut yang asyik mengulum batang tembakau.
"Ah, ada yang mencoba masuk rupanya!" ujarnya sambil mencebikkan bibir. Jari-jari tangannya langsung bergerak lincah di papan keyboard. Hanya sekali klik, ia memblokir pengguna yang berusaha masuk.
"Tidak mungkin!" Shohei bergumam tak percaya. Kedua tangannya tampak gemetar, dan sepasang matanya semakin membesar saat layar itu terus menampilkan kata "Error" seiring ia terus memaksa masuk.
Pandangan pria itu segera berpindah ke layar televisi, melihat bagaimana calon mertuanya menjadi tawanan pria bertopeng yang mengaku sebagai Black Shadow.
"Mina-san, jika aku hanya meninggalkannya di sini seperti biasa, tentu terasa membosankan. Kita harus bisa membuat efek jera pada pejabat-pejabat kotor seperti ini. Untuk itu, biar aku yang akan mengeksekusi target kali ini! Agar menjadi pembelajaran bagi para pejabat lainnya untuk tidak korupsi dan memanfaatkan jabatan," ucapnya dengan senyum yang seberbahaya bubuk mesiu. "Tugas kalian adalah memilih alat mana yang paling tepat digunakan untuk menghabisi orang ini!"
Pria bertopeng itu mendorong meja troli yang membuat mata Tuan Matsumoto semakin membeliak. Ia meronta-ronta, berusaha melepaskan diri. Mulutnya yang disumpal, mengeluarkan suara racauan yang tak jelas. Raut panik bercampur takut tercetak jelas di wajahnya. Bagaimana tidak, di atas meja tersebut ada sebuah bom rakitan, pisau belati, dan racun mematikan.
"Mina-san, dari ketiga benda ini, silakan kalian pilih mana yang cocok untuk kupakai menghukum mati pria ini! Aku beri waktu kalian berpikir selama tiga hari! Aku akan kembali mengumumkan suara tertinggi, kemudian melakukan eksekusi mati di hadapan kalian semua. Menarik, bukan?" ucap pria itu memerintahkan seluruh penonton.
Ponsel Seina terjatuh begitu saja tepat tayangan Black Shadow berakhir. Ia sangat terpukul, sampai-sampai tubuhnya membeku tanpa bisa digerakkan. Seperti mendapat hantaman meteor, hati gadis itu terasa hancur remuk menyaksikan ayahnya dihakimi seperti itu. Lebih mirisnya lagi, pria yang melakukan itu adalah seseorang yang begitu ia kagumi lebih dari apa pun, bahkan satu-satunya pria yang membuatnya tergila-gila.
Ia merasa kian tersudut, saat ada banyak pasang mata yang menatapnya dengan pandangan menjijikkan. Pandangannya mendadak berkunang-kunang. Napasnya terengah-engah. Pusing. Semua yang dilihatnya mendadak buram dan berubah menjadi gelap. Ia ambruk tak sadarkan diri.
Usai tayangan itu berakhir, Shohei menunduk seraya mengepalkan tangan besarnya. Ada kemarahan yang menggelegak dalam dirinya. Seseorang telah meretas Chanel miliknya dan menduplikat tokoh ciptaannya. Jelas, ini adalah sebuah konspirasi!
Di waktu yang sama saat sebelum penayangan siaran langsung tadi, Rai yang baru saja selesai memasak, membawa hasil masakannya di meja makan bersama Yuriko. Entah kenapa, sejak Yuriko tinggal bersamanya, ia menjadi sangat bersemangat. Sepulang dari wawancara tadi, ia langsung membeli stok bahan makanan yang banyak. Padahal dulunya ia lebih sering membeli makanan di luar.
"Itadakimasu!" Kedua orang itu kompak menangkup tangan di hadapan menu makan malam mereka.
Baru saja mengambil sumpit, terdengar bunyi pemberitahuan di ponsel Yuriko. Gadis itu mengambil ponselnya, dan terlonjak kaget seketika.
"Ada apa?" tanya Rai.
Yuriko menatap Rai dengan perlahan, kemudian kembali menatap ke layar ponselnya.
"Yo, aku tanya kenapa?" Rai tampak penasaran dengan ekspresi Yuriko yang tak biasa.
"Black Shadow sedang melakukan siaran langsung," ucap Yuriko bingung. Sebab, baru saja ia mengira Rai adalah Black Shadow bahkan sempat menyelidikinya berjam-jam.
Rai terperanjat. Ia langsung merebut ponsel Yuriko untuk memastikan apa yang dikatakannya barusan. Sepasang pupilnya melebar seketika saat melihat sosok pria berkostum menyerupai dirinya sebagai Black Shadow. Tak hanya pakaian dan topeng yang sama, postur tubuh, gaya dan cara bicara pria itu juga persis dirinya. Tak ayal, ia pun bergegas berdiri mengambil ponsel dan berlari keluar dari kamar apartemennya.
"Rai-kun, kau mau ke mana?" teriak Yuriko.
Rai yang menepi di tangga darurat, lantas menghubungi Shohei.
"Apa yang terjadi? Barusan aku lihat tayangan langsung seseorang yang menyerupai diriku!"
"Siaran kita telah diretas!"
"Apa?! Bukankah siaran kita tak bisa diretas dengan mudah karena kita menggunakan keamanan yang setara dengan milik kekaisaran?"
"Seharusnya seperti itu. Tapi ...." Shohei kesulitan mengolah kata di antara perasaan dan pikirannya yang tengah kacau. "Jangan hubungi aku lagi di ponsel ini! Kemungkinan komunikasi kita juga telah disadap. Cepat hancurkan kartu telepon dan buang ponselmu sejauh mungkin, lalu temui aku di tempat kita!" perintah Shohei mendesak.
.
.
.
.
jejak kaki 🦶🦶
konspirasi adalah persekongkolan atau komplotan (versi KBBI)
konspirasi adalah sebuah rencana rahasia oleh sekelompok orang untuk melakukan sesuatu yang berbahaya atau illegal, atau konspirasi melawan seseorang atau sesuatu. (versi Kamus Oxford)
Konspirasi itu ada banyak macam ya. ada konspirasi yang bertujuan menyesatkan atau menipu orang. ada konspirasi yang bertujuan memperoleh kekuasaan politik, atau menggulingkan suatu kekuasaan semacam kudeta gitu. Ada juga yang bertujuan sengaja merusak citra kelompok atau individual.
Nah, ada juga yang disebut teori konspirasi gays. Itu semacam narasi atau informasi yang beredar tapi belum tentu kebenarannya. Ini kalo orang yang ga doyan membaca ilmu pengetahuan, bakal gampang termakan teori konspirasi karena internet itu gudangnya teori konspirasi. contoh teori konspirasi yang terkenal adalah tentang segitiga bermuda dan iluminati. Ada juga yang baru-baru ini viral, teori konspirasi Upin-ipin. ya mirip-mirip hoaks lah.
like dan komeng dong 😔