Never Not

Never Not
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang



..."Mendiamkan suatu kejahatan adalah bagian dari bentuk kejahatan itu sendiri. Maka dari itu, aku memilih membongkarnya."...


...~Mr. White~...


...----------------...


Pemberitaan hari ini sungguh sangat menggegerkan publik. Bagaimana tidak, awalnya masyarakat dibuat kaget dengan viralnya video Black Shadow yang menghampiri Perdana menteri diikuti siaran langsung pengakuan jenderal Otaka. Lalu, beredar juga video mantan menteri kehakiman sebelum wafat.


Kepada seluruh masyarakat Jepang, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya karena selama menjabat posisi ini, telah banyak kebijakan yang menguntungkan beberapa pihak tapi justru merugikan rakyat dan negara. Sebelum Black Shadow muncul, saya melakukan penyelewengan kekuasaan dengan banyak menutupi kasus-kasus besar tersebut dan membuat mereka kebal di mata hukum. Saya bahkan mengetahui kejahatan-kejahatan besar yang dilakukan salah seorang petinggi kepolisian. Mirisnya, saya malah membantu pejabat itu untuk memuluskan aksinya. Saya akan mengundurkan diri dari jabatan menteri kehakiman terhitung sejak video ini dirilis. Saya tahu, kalian pasti menganggap pengunduran diri ini tidak sebanding dengan apa yang telah saya lakukan. Untuk itu, izinkan saya mempertanggungjawabkan perbuatan tak terpuji ini dengan menghukum diri sendiri. Terlalu malu rasanya untuk terus berpijak di atas tanah.


Kepada putriku, semoga kau dapat menerima keputusan ayah ini. Jaga dirimu selalu. Maaf, tidak bisa menjadi ayah yang membanggakan. Kepada calon suami putriku, kau mungkin akan terkejut mendengar pengakuan ini. Jika perbuatanku ini membuatmu sulit untuk penerima putriku sebagai pendamping, setidaknya ... jagalah dia seperti keluargamu sendiri! Kuamanatkan video ini padamu untuk diungkap ke publik.


Terakhir, saya kembali memohon maaf sebesar-besarnya kepada negara, Perdana Menteri dan publik.


Begitulah isi rekaman video tuan Matsumoto yang diambil di ruangannya. Dalam rekaman, terlihat mantan menteri kehakiman itu beberapa kali mengusap matanya yang berair. Sayangnya, belum sempat video itu rilis sesuai rencananya, ia lebih dulu diculik dan mengembuskan napas terakhir di tempat penyekapan.


Seina hanya bisa menutup mulutnya rapat-rapat setelah menonton tayangan itu. Sebisa mungkin, ia menahan air matanya agar tak keluar. Meski pahit, tapi inilah kenyataan yang harus ia terima. Ayah yang begitu ia banggakan, ternyata berperan besar dalam menutupi sejumlah pelanggaran pidana yang dilakukan para pejabat dan politikus selama ini. Shohei yang berdiri di belakang, mencoba mengulurkan tangannya dengan perlahan untuk menyentuh punggung Seina.


"Aku tidak apa-apa ...." Saat mengatakan itu, suara Seina malah terdengar lirih dan tertahan. "Aku tidak apa-apa," ulangnya dengan suara yang nyaris tak terdengar.


Shohei memegang bahu Seina, sedikit memaksanya berbalik kemudian menariknya masuk ke dalam pelukan. Pada detik itu juga, tangisan Seina berhamburan keluar.


Sementara di tempat terpisah, tuan Yamazaki yang juga baru selesai menonton video tersebut, hanya bisa terdiam tanpa ekspresi.


Sesuai amanat dari mendiang Matsumoto, Shohei memilih mengunggah dan menyebarkan secara luas video itu tanpa diedit sedikit pun. Video itu telah dibagikan ratusan juta kali dan mendapat berbagai komentar beragam dari netizen. Hanya saja, untuk rekaman suara antara Matsumoto dan Kazuya Toda sengaja tak diungkap ke publik sesuai permintaan ayahnya.


"Matsumoto-san telah mengakui segala perbuatannya. Tentang jabatan yang seharusnya untuk ayah, tidak perlu diungkap ke publik. Setiap orang pasti pernah berbuat kekhilafan. Kau harus bisa menjaga harga diri mendiang mertuamu dan juga menjaga perasaan Seina." Itulah yang dikatakan tuan Yamazaki semalam saat Shohei menghubunginya dan memperdengarkan rekaman itu.


Bukan hanya publik saja yang tercengang atas pemberitaan panas yang beruntun pagi ini, para polisi yang tergabung dalam detektif elit metropolitan pun tak kalah terkejut mendengar pengakuan mendiang Matsumoto.


"Ada apa dengan hari ini? Kita baru saja mendengar pengakuan kepala kepolisian nasional dan sekarang mendiang Matsumoto," keluh salah seorang polisi.


"Apa kalian punya pikiran yang sama denganku tentang video mendiang Matsumoto?" tanya detektif Shu sambil bersedekap.


"Iya ... aku juga menyadarinya! Di video itu seperti tersirat pesan kalau dia akan mengakhiri hidupnya," sahut salah satu polisi.


Artikel Kei yang memuat sejumlah data asli dan data manipulasi telah dirilis ke internet dengan judul "Mengungkap Penjahat Berseragam Elit". Artikel yang memuat dugaan konspirasi jahat terhadap Black Shadow juga turut diedarkan dengan judul "Kebenaran Mengejutkan tentang Black Shadow". Dalam artikel itu juga memuat perbedaan fisik antara Black Shadow palsu dan asli. Hanya butuh beberapa menit, kedua artikel itu langsung menduduki puncak berita teratas yang paling dicari di internet sehingga membuat media lain pun ikut menyorotnya.


Para pengguna Twitter yang tergabung dalam Sosial Justice Warrior dan mahasiswa kritis yang aktif menuntut Kazuya Toda agar mundur dari jabatannya saat ini juga. Tagar #UsutJenderalToda menduduki trending nomor dua, seolah mengejar posisi trending satu yang diduduki oleh tagar #KamiBersamaBlackShadow. Mereka mengancam akan turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi jika pemerintah tidak mengambil tindakan tegas.


Di sisi lain, Kazuya Toda masih sibuk menerima tamu yang terus berdatangan. Seorang asistennya mendekat, mengabarkan jika perdana menteri tak bisa hadir. Mendengar hal itu, ekspresi geram tercetak jelas di wajahnya. Padahal, ia telah memundurkan waktu acara ini untuk menyesuaikan jadwal kesibukan Perdana Menteri. Bahkan hingga kini ia belum membuka acara hanya untuk menunggu kedatangan pejabat nomor satu itu.


"Papa, kita buka saja acaranya sekarang. Jangan biarkan tamu menunggu terlalu lama. Tamu papa adalah orang-orang penting yang tentu saja sangat sibuk," pinta putri semata wayang Kazuya Toda.


"Bilang saja kau dan teman-temanmu sudah tak sabar," balas Kazuya Toda tersenyum simpul seraya menatap kawan-kawan anaknya yang berasal dari beberapa negara dan berkesempatan hadir.


Kazuya Toda naik ke panggung dan mulai memberi sambutan secara formal pada tamu undangan. Namun, tiba-tiba suasana menjadi ricuh di tengah pidato sambutan itu. Kazuya Toda mengernyit heran ketika banyak tamu yang sibuk memegang ponsel, beberapa tamu lainnya langsung berekspresi tak percaya disertai lemparan tatapan sinis ke arahnya.


"Saya akan mengumumkan pergantian kabinet hari ini. Sehubungan dengan adanya berita yang menyebar luas, maka kami memutuskan menghentikan jenderal Toda Kazuya dari jabatannya sebagai kepala keamanan nasional. Selain itu, kami mencabut status buronan terhadap Black Shadow dan menghapus segala tuduhan yang diberikan padanya. Terkait pengakuan kepala kepolisian nasional dan video rekaman mendiang Matsumoto yang beredar, kami belum bisa berkomentar apa pun dan akan menyelidikinya. Itu saja yang bisa kami sampaikan, Domo arigatou gozaimasu."


Tayangan siaran langsung tersebut, sukses membuat pupil Kazuya Toda melebar. Alisnya tersentak secara bersama-sama diikuti mata yang seolah terbakar. Kiamat seakan menghampiri dirinya. Ia menatap ke depan, melihat orang-orang yang saling berbisik sambil melihat ke arahnya. Sialnya lagi, ia tak menyadari jika kecaman dan hujatan pada dirinya datang dari segala arah.


Kali ini Kazuya Toda tak punya kesempatan untuk berkelit. Pasalnya, mulai dari pengakuan jenderal Otaka, beredarnya video tuan Matsumoto hingga artikel yang diterbitkan perusahaan tempat Kei bekerja, terus menyeret namanya. Bahkan, meskipun berusaha memperdaya perdana menteri seperti biasa, itu hanya akan sia-sia. Salinan bukti kejahatannya telah berada di tangan Perdana Menteri dan diserahkan pada pihak kejaksaan.


Namun, bukan Kazuya Toda jika hanya menerima dan berdiam diri saja. Ia segera meninggalkan tempat itu dengan membawa segenap amarah untuk menemui perdana menteri secara langsung. Sayangnya, baru saja menuju pintu utama ballroom hotel, langkahnya tercegat oleh dua orang berseragam kejaksaan bersama beberapa polisi pun turut serta mendampingi mereka. Bahkan, para wartawan juga telah berkerumun sehingga membuatnya langsung tersorot belasan kamera.


"Jenderal Toda-san, Anda harus ikut kami!" Salah satu jaksa menunjukkan surat perintah penangkapan berstempel resmi.


Ini sungguh memalukan! Mereka menjemput paksa dirinya saat sedang mengadakan acara kelulusan putrinya. Ia merasa tertelanjangi di depan para tamu undangan. Senyum licik yang sering muncul di sudut bibirnya telah tergelincir. Hanya ada ekspresi geram yang sulit untuk disembunyikan.


"Apa alasan kalian menangkapku?" tanya Kazuya Toda dengan suara tajam.


"Kami telah menggenggam bukti pencucian uang dan transaksi penjualan senjata ilegal yang Anda lakukan sejak tahun 2017."


"Tidak mungkin aku melakukan itu!"


"Anda bisa menjelaskannya nanti saat tiba di kantor."


Ketika kemarahan mulai menguar dalam dirinya, ponsel miliknya mendadak berdering memunculkan sebuah nomor asing.


"Pejabat mampu membuat citranya terlihat baik di hadapan masyarakat. Tapi uang memiliki kehebatan untuk menunjukkan siapa kita sebenarnya. Ya, sifat asli seseorang bisa terlihat ketika dia berhadapan dengan uang. Bukankah begitu jenderal Toda?" ucap pria bersuara chipmunk dengan nada yang terdengar tenang, "Jenderal, Anda telah melakukan sejumlah kejahatan besar. Anda merekayasa beberapa kasus besar kemudian menjadikan kasus itu sebagai batu loncatan untuk karir Anda, seperti kasus penyerangan terroris tujuh belas tahun yang lalu. Anda mengadakan jual-beli senjata ilegal selama bertahun-tahun lalu melakukan pencucian uang dari hasil transaksi tersebut. Anda juga melakukan skenario penculikan tuan Matsumoto dan memfitnah Black Shadow sebagai pembunuhnya. Apa kau masih mengingat semua perbuatan culasmu ini?"


Kalimat sarkastik yang dilontarkan lambat-lambat itu membuat dada Kazuya Toda seakan mendidih. Dengan tangan yang mengepal kuat dan gigi yang menggeretak, ia berkata, "Kau ...."


"Ya, benar sekali!" potong pria itu dengan mata yang mengerjap lembut. Detik selanjutnya ia berkata dengan nada tegas. "Aku, Mr. White, sang pengendali Black Shadow."


.


.


.


catatan author ✍️


aku pernah nonton film Jepang, ceritanya tentang seorang polisi yang ambisius banget pingin duduki jabatan tertinggi di metropolitan. Dia tuh sampai merekayasa kasus dan kasus yang dia rekayasa itu gak kaleng2. Dia memanfaatkan orang-orang untuk melakukan aksi kejahatan seperti teroor bom, pembunuhan terhadap tokoh penting sehingga kasusnya itu menarik perhatian publik. terus dari kasus itu, dia akan muncul sebagai pahlawan dengan statusnya sebagai penyidik. dari situ juga dia meraih penghargaan dan kenaikan pangkat karena dianggap mampu memecahkan kasus.


Setelah nonton film itu, aku mikir, ini berpotensi banget terjadi di dunia nyata. Bisa aja kan? hehe....


Btw, di bab 70-an gua pernah nanya siapa tokoh yang menjadi benang merah dan siapa yang menjadi tokoh abu-abu. Sampai sini kalian pasti udah dapat jawabannya, ya. tokoh benang merah itu Matsumoto, ayah Seina. dan tokoh abu-abu adalah Yuta. Yup, ternyata Yuta masih memiliki sisi baiknya sebagai manusia dan seorang teman.


Gimana nasib akhir para tokoh? jangan lupa like dan komeng.