Never Not

Never Not
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?



"Ada apa?" tanya Shohei melihat perubahan mimik wajah Seina.


"Apa ... sebaiknya kita bertemu di tempat lain saja?" usul gadis itu. Pasalnya, setiap mendengar menara Skytree, hanya akan mengingatkan dirinya pada Black Shadow. Sementara sudah beberapa Minggu ini dia tidak bertemu pria misterius itu sehingga mulai tak mengingatnya lagi dan fokus dengan hubungan yang dirajutnya bersama Shohei.


"Seina-chan, apakah kau memiliki kenangan di sana?" Shohei bertanya tiba-tiba.


"Eh?"


"Saat aku mengajakmu kencan di sana, kau juga tampak tak nyaman. Aku pikir, ada sesuatu hal yang pernah terjadi padamu di sana. Jika kau mau cerita padaku, mungkin aku akan mengerti."


"Ah, tidak! Tidak ada apa pun. Hanya saja, aku sedikit bosan ke sana. Kupikir, jika bertemu di tempat lain mungkin lebih seru," ucap Seina dengan gaya yang manja dan elegan seperti biasa. Ya, dia memang pandai menutupi ekspresi yang sebenarnya.


"Oh, jika Seina-chan mau seperti itu, kita cari waktu lain saja untuk bertemu dengannya. Sabtu malam nanti mungkin aku tidak bisa bersama denganmu karena aku sudah membuat janji bertemu dengannya di Tokyo Skytree, tapi kita bisa berkencan di hari Minggu."


Mendengar hal itu, Seina pun buru-buru berkata, "Jangan! Tidak apa-apa jika tetap bertemu di sana. Sendiri di malam Minggu itu lebih membosankan daripada berkali-kali mengunjungi Tokyo Skytree. Tolong tetap bersamaku pada Sabtu malam nanti. Aku tidak masalah jika kau mengajak temanmu itu saat kencan kita nanti."


Bagi Seina, ia tak perlu takut jikalau tiba-tiba bertemu dengan Black Shadow di sana. Karena kehadiran pria itu di sana hanya setelah menyelesaikan kasus.


Shohei tertegun, segaris senyum tipis tercipta di bibirnya.


Apa itu artinya Seina-chan sudah sangat menempel padaku? Dia sangat mencintaiku sampai-sampai tidak mau melewatkan malam weekend tanpaku ....


"Kalau begitu, tunggulah aku di Tokyo Skytree! Aku akan datang bersama sahabatku!" ucap Shohei.



Tak terasa tiga hari terlewati begitu saja. Selama beberapa hari ini berita harian Jepang didominasi oleh kabar tentang kecelakaan yang dialami atlet perenang wanita yang selalu menyabet medali emas di kancah internasional—Furukawa Rika. Berita ini tentu mengguncang dunia olahraga Jepang.


Pasalnya, Furukawa Rika adalah salah satu atlet menyumbang medali emas terbanyak di setiap kejuaraan Internasional. Namanya telah melegenda di dunia atlet renang dengan rekor catatan waktu yang cepat. Namun, pelatih telah merilis pernyataan resmi yang mengatakan jika atlet renang wanita itu tak bisa bertanding di Olimpiade Tokyo nanti karena cedera yang dialaminya.


Yoshuke Tsuno selaku Ketua pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang juga menjabat sebagai kepala komite nasional, telah mengumumkan atlet pengganti Furukawa Rika yang akan dijagokan dalam pertandingan nanti. Dia adalah Nakamura Aya seorang atlet muda yang baru berusia dua puluh tiga tahun. Pergantian ini tentu memunculkan polemik di publik. Pasalnya, banyak yang meragukan Nakamura Aya bisa meraih kesuksesan seperti seniornya itu di Olimpiade yang akan datang. Sebenarnya, pergantian tersebut atas rekomendasi tuan Yoshuke Tsuno. Padahal, masih ada waktu untuk Furukawa Rika memulihkan cederanya.


Hari ini, sejumlah wartawan berkumpul di area kolam renang yang menjadi pelatihan para atlet. Beberapa pejabat juga tampak hadir, termasuk menteri olahraga dan Yoshuke Tsuno. Kei Ayano baru saja tiba bersamaan dengan atlet renang Nakamura Aya yang juga memasuki arena kolam renang. Pria yang merupakan kakak sepupu Seina itu langsung menghampiri Nakamura Aya bersama para wartawan lainnya.


"Apakah Anda optimis bisa meraih medali emas pada Olimpiade nanti?" tanya Kei Ayano sambil mengarahkan mikrofonnya.


Nakamura Aya memilih bungkam saat wartawan menyerbunya dengan pertanyaannya. Namun, dari ekspresi yang ditunjukkan oleh atlet renang itu, menandakan jika dirinya pesimis untuk menggantikan seniornya di kejuaraan Olimpiade yang akan datang.


Kei bersama para wartawan kini beralih ke tuan Yoshuke Tsuno yang berada di sisi Nakamura Aya. Mereka langsung menjejalkan berbagai pertanyaan.


"Saya mendengar kabar jika masih ada harapan Furukawa Rika untuk maju dalam olimpiade nanti, tetapi sayangnya namanya langsung tergantikan begitu saja dengan Nakamura Aya. Pelatih mengatakan ini atas rekomendasi Anda. Apa yang membuat Anda berani mengambil langkah memasukkan atlet baru pengganti Furukawa Rika?" Kei Ayano langsung memberikan pertanyaan menyelidik.


"Tentu karena kami ingin Furukawa Rika fokus dengan masa pemulihannya. Dia telah menguasai dunia renang dan menyumbangkan banyak medali selama bertahun-tahun dan kami sangat prihatin atas musibah yang menimpanya. Maka dari itu, kami memberinya kesempatan untuk beristirahat. Memberi kesempatan pada atlet muda juga bukan hal yang buruk, bukan? Dan lagi, saya sangat yakin Nakamura Aya bisa mendulang kesuksesan yang sama dengan Furukawa Rika," jawab tuan Yoshuke dengan santai.


"Rekor tercepat yang berhasil diraih Furukawa Rika adalah mencatatkan waktu 47,02 detik. Sedangkan yang kutahu, rekor tercepat yang kau miliki baru mencapai waktu 59,07 detik. Aku benar, kan?" Seorang pria yang menyahut lantang dari arah samping, mengalihkan perhatian orang-orang.


Para wartawan kompak berbalik memasang ekspresi terperanjat saat melihat sosok Black Shadow yang hadir di antara mereka. Entah sejak kapan dia berada di sana, berdiri tegap di pinggiran kolam renang, dengan kedua tangan yang bersedekap dan tatapan menghunus tajam ke arah tuan Yoshuke.


Kemunculan Black Shadow yang mendadak tentu menghebohkan seluruh orang yang hadir di sana. Para wartawan tak mau kehilangan kesempatan emas ini dengan langsung mengarahkan kamera mereka pada pria yang selalu berpakaian serba hitam lengkap dengan topeng. Tak hanya orang-orang yang berada di situ saja yang terkejut, tetapi juga seluruh publik yang tiba-tiba mendapatkan siaran langsung dari Chanel Black Shadow.


Seina lantas merebut ponsel pintar yang dipegang kawannya itu, untuk melihat siaran langsung pria yang selalu berciuman dengannya itu.


"Ya, itu memang rekor yang ia dapatkan saat pertandingan tahun lalu. Tetapi selama setahun ini dia telah berlatih keras dan memperoleh peningkatan waktu yang pesat. Kita bisa berkaca dari perenang pria asal Amerika Serikat—Caeleb Dressel, pada olimpiade 2016 dia hanya berada di urutan keenam, tapi lihat pada kejuaraan dunia di tahun 2019 dia bisa berada di posisi kedua," bela tuan Yoshuke yang tampak gelagapan melihat kehadiran Black Shadow.


Black Shadow berjalan pelan sambil tersenyum sinis. "Yo, mari kita buktikan bersama. Jika kau bisa melampaui rekor catatan waktu yang diperoleh Furukawa Rika, berarti kau layak untuk menggantikannya di olimpiade nanti. Tapi, jika tidak ... artinya, kau hanyalah kelinci orang-orang berdasi ini di olimpiade nanti. Apakah kau tidak merasa khawatir?" tantang Black Shadow sambil menunjuk langsung ke arah Nakamura Aya di hadapan seluruh awak media yang tak berhenti memotret dirinya.


Dikatakan sebagai kelinci percobaan, tentu membuat Nakamura Aya tak terima. Ia langsung membuka jaket kemudian menanggalkannya, menyisakan baju renang yang sudah terpasang di badannya.


"Baik, akan kubuktikan jika aku bukanlah kelinci percobaan, maupun hanya pemeran pengganti Furukawa-san seperti yang dituduhkan kau dan para netizen," kata atlet renang itu. Ucapan Black Shadow menyulut dirinya untuk membuktikan pada semua orang jika dia layak menggantikan seniornya yang mengalami cedera.


Nakamura Aya kini berdiri di pinggiran kolam. Ia membungkukkan badan dengan tangan lurus ke bawah memegang balok start, satu kaki ke belakang sedikit ditekuk dan satunya lagi maju sampai jari kaki menyentuh tangan.


Setelah aba-aba dicetuskan, Nakamura Aya langsung terjun ke dalam air dan berenang di garis lintasan menggunakan gaya dada. Tak sampai semenit, gadis itu tiba di garis finis. Semua orang tercengang melihat papan waktu yang menunjukkan 40,01 detik. Itu artinya, catatan waktu yang dimiliki Nakamura Aya melampaui rekor perolehan Furukawa Rika. Namun, itu justru sama sekali tak membuat Black Shadow terkesan. Ia malah mengeronyotkan bibirnya seraya menampilkan wajah masam.


"Sugoi!" Tuan Yoshuke bertepuk tangan seraya berdecak kagum atas perolehan waktu yang berhasil diperoleh atlet rekomendasinya. "Kalian lihat sendiri, kan? Bahkan perolehan waktunya lebih cepat dari Furukawa Rika," ujarnya kepada seluruh awak media.


"Ah, benar-benar mengejutkan, ya? Tapi sayang, sama sekali tidak membuatku kagum!" cetus Black Shadow dengan gayanya yang khas.


Kei yang sedari tadi turut menonton, membuang wajahnya sejenak seraya mencari tahu beberapa jajaran pejabat yang hadir. Namun, matanya memicing saat tak sengaja melihat dari jauh, sosok tak asing bersembunyi di balik dinding kaca dengan tangan yang memegang kamera kecil. Tak ada yang menyadari sosok pria itu karena semua pandangan orang-orang terfokus ke area kolam di mana mereka bisa melihat Black Shadow secara langsung.


Bukankah itu Yamazaki-san?


Kei tampak ragu, tetapi setelah diperhatikan lebih jelas, pria yang memakai jaket Hoodie hitam itu benar-benar kekasih adik sepupunya. Ya, Kei tentu tak tahu kehadiran ketua penyidik Metropolitan itu tidak lain untuk memantau Black Shadow, termasuk merekam apa yang sedari tadi terjadi di area kolam untuk ditampilkan ke dalam siaran Black Shadow.



Mr. White menyudahi siaran langsung tersebut dan langsung menyimpan kamera ke dalam saku.


"Cukup, Black! Cepat tinggalkan tempat itu!" ucap Mr. White menatap Black Shadow dari kejauhan.


Kei memerhatikan Shohei yang tampak berbicara lewat earpiece yang terpasang di telinganya. Matanya mengikuti arah pandang Shohei saat ini, dan menyadari jika pria itu tengah memantau Black Shadow. Pada detik berikutnya, Black Shadow bergegas kabur dari kerumunan para wartawan yang memintanya mempertanggungjawabkan tuduhan terhadap Nakamura Aya.


Kei kembali menoleh ke arah Shohei. Ternyata pria itu pun berbalik dan segera pergi tepat di waktu yang sama dengan kaburnya Black Shadow. Di saat para wartawan berbondong-bondong mengejar pria bertopeng yang dipuja publik, sebaliknya Kei malah memilih membuntuti Shohei.


.


.


.



visual Kei Ayano. Kei kalo di Indonesia kira-kira jurnalis sekelas mba Najwa dan kang Karni Ilyas ya. mereka kan punya program acara sendiri, sama kaya Kei.


Tebak-tebakan yok seperti biasa, siapakah tokoh yang akan menjadi benang merah di novel ini? yang menang dapat hadiah piring pecah.